globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Mei 2001

Terbit Bulan Ini; Buku Kumpulan Artikel Psikologi 1

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

TERTOLONG TAPE RECORDER 

Ketika anak saya, Andik, masih duduk di bangku SD, ia mengikuti latihan Ebtanas untuk menghadapi Ebtanas yang sesungguhnya. Dalam latihan itu, ternyata ia mendapat nilai yang mengecewakan. Dari lima mata pelajaran yang diujikan, jumlah nilai yang dicapai cuma 24,18. Ini di bawah nilai yang dibutuhkan untuk bisa diterima di SLTP agak favorit. Saya pun jadi gelisah.

Padahal buku ajar dan catatannya cukup, serta semua program pelajaran tambahan di sekolah diikutinya. Usut punya usut, ternyata Andik kurang tekun dalam belajar. Dalam satu jam belajar tidak kurang 3 - 4 kali ia meninggalkan tempat belajar. Cara belajarnya pun kurang efektif. Saya pikir hal-hal itulah yang menjadi persoalannya.

Ebtanas semakin dekat, saya pun mencoba sebuah kiat. Andik saya minta tidak meninggalkan meja belajar sekurang-kurangnya satu jam. Sambil bergurau namun tegas, ia saya "ikat" di kursinya. Bahan ajar harus dibaca dan direkam menggunakan tape recorder. Hasil rekaman diputar kembali untuk didengarkan.

Bentuk kalimat beberapa bagian bahan ajar saya minta diubah dari kalimat berita menjadi kalimat tanya. Umpamanya, "Manila adalah ibukota Filipina" diubah menjadi "Apa nama ibukota Filipina?". Kaset dibiarkan tetap berputar sejenak menunggu jawaban. Ketika kaset diputar ulang Andik seolah-olah berhadapan dengan guru.

Luar biasa! Dengan cara ini, Andik benar-benar tertolong, terutama untuk mata pelajaran hapalan. Andik berhasil memperoleh jumlah NEM 35,23 dan tergolong sepuluh besar dari 28 peserta Ebtanas di kelasnya. Padahal, ketika latihan Ebtanas ia cuma menduduki peringkat dua dari bawah!

Ketika menghadapi Ebtanas tingkat SMTP tahun lalu, cara yang sama ia pakai kembali. Saat hasil Ebtanas diumumkan, ia menduduki peringkat sembilan dari 48 siswa. (M. Rukiyanto)

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/


Counter by Pandawa

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej