|
|
Bulan Mei 2001
|
|
Utang
Kado
Pada setiap orang yang diundang, utusan akan bercerita siapa yang
mengundang, apa hajatannya, ada-tidaknya tontonan atau hiburannya. Bila
undangan sudah diterima, maka nama penerima pada buku tulis pun dicoret.
Pada hari H, para tamu wanita dan anak-anak datang berbondong-bondong sambil
membawa bingkisan. Ada yang berupa 5 (atau kelipatannya) kg beras, pisang,
opak (kerupuk singkong), kue buatan sendiri atau membeli dari toko.
Sedangkan tamu pria biasanya menyumbang uang, baik dengan atau tanpa amplop.
Ini yang aneh. Para penerima tamu sudah siap mencatat data tamu, mulai nama,
alamat, bahkan hadiah apa yang dibawa. Jangan kaget, amplop uang pun tanpa
sungkan mereka buka, lalu dengan sigap langsung dicatat jumlahnya.
Usai kerja besar itu, si empunya hajat akan meneliti daftar nama undangan
lengkap dengan hadiahnya di buku catatan. Buku ini berguna kalau kelak ganti
ia yang diundang oleh salah satu tamunya. Ini karena ia harus memberikan
bingkisan yang sama persis seperti bingkisan yang sebelumnya diberikan
padanya. Pada tamu yang menghadiahi 10 kg beras misalnya, ia harus ganti
memberi kado 10 kg beras juga. |
|||||