globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Mei 2001

Terbit Bulan Ini; Buku Kumpulan Artikel Psikologi 1

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Utang Kado

Warga Kecamatan Jatitujuh, utara Kabupaten Majalalengka, Jawa Barat, mempunyai kebiasaan unik bila mengundang orang untuk hajatan keluarga. Setiap kartu undangan, plus permen, harus sudah sampai ke tujuan seminggu sebelum hari H. Utusan penyebar undangan terdiri dari 2-3 wanita berpayung yang membawa buku tulis berisi sejumlah nama dan alamat yang akan diundang. Setiap undangan yang dibagikan disertai dengan pemberian permen. Jenis atau merek permen yang dibagikan menunjukkan status ekonomi keluarga pengundang.

Pada setiap orang yang diundang, utusan akan bercerita siapa yang mengundang, apa hajatannya, ada-tidaknya tontonan atau hiburannya. Bila undangan sudah diterima, maka nama penerima pada buku tulis pun dicoret.

Pada hari H, para tamu wanita dan anak-anak datang berbondong-bondong sambil membawa bingkisan. Ada yang berupa 5 (atau kelipatannya) kg beras, pisang, opak (kerupuk singkong), kue buatan sendiri atau membeli dari toko. Sedangkan tamu pria biasanya menyumbang uang, baik dengan atau tanpa amplop.

Ini yang aneh. Para penerima tamu sudah siap mencatat data tamu, mulai nama, alamat, bahkan hadiah apa yang dibawa. Jangan kaget, amplop uang pun tanpa sungkan mereka buka, lalu dengan sigap langsung dicatat jumlahnya.

Usai kerja besar itu, si empunya hajat akan meneliti daftar nama undangan lengkap dengan hadiahnya di buku catatan. Buku ini berguna kalau kelak ganti ia yang diundang oleh salah satu tamunya. Ini karena ia harus memberikan bingkisan yang sama persis seperti bingkisan yang sebelumnya diberikan padanya. Pada tamu yang menghadiahi 10 kg beras misalnya, ia harus ganti memberi kado 10 kg beras juga. (Ono Taryono Priyatna, S.Pd.)

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/


Counter by Pandawa

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej