|
|
Maret
2001
-
Flona:
Sialang si Pohon Lebah. Bukan
berbuah lebah, tapi tempat bergantungnya kerajaan lebah. Dengan
pagar adat masyarakat pinggiran hutan, madu yang dihasilkan bisa
dinikmati secara turun-temurun. Sayang, kini terancam oleh
masyarakat luar.
-
Langlang:
Menikmati Angin di Pantai Tersembunyi.
Diam-diam
Gunung Kidul punya sederet pantai dengan beragam pesona: pasir
putih, ikan hias, semilir angin, dan hidangan ikan laut segar.
-
Terapi:
Jantung Anak Bocor? Bisa Direparasi.
Penyakit
jantung bawaan pada anak balita masih cukup banyak penderitanya.
Untunglah penyakit ini bisa diatasi meski biayanya cukup besar.
Juga kita mesti berhati-hati bila anak menderita sakit
tenggorokan.
-
Perkara: Tewasnya
Rentenir Tua.
-
Info
Tekno:
-
Mengawetkan
Sperma Secara Murah Meriah. Mulyoto Pangestu berhasil meraih penghargaan tertinggi
Gold Award dalam lomba Young Inventors Award yang
diselenggarakan Majalah The Far Eastern Economic Review dan
Hewlett Packard. Dengan biaya murah, teknik pengawetan sperma
kreasi Mulyoto mengalahkan hampir 300 peserta lainnya.
-
Terobosan
Baru: Laser untuk Bedah Wasir. Ada
beragam upaya menyembuhkan wasir. Mulai dari minum obat-obatan,
suntik, hingga operasi. RS Pluit, Jakarta Utara, telah memperkenalkan teknik bedah
menggunakan light amplification by stimulated emission of
radiation (laser) untuk menghilangkan wasir. Selain tanpa rasa
nyeri, juga lebih cepat sembuh.
-
Agar
Selamat dari Musibah Kapal Laut. Penumpang
kapal motor sering kurang mengetahui tata cara penyelamatan bila
terjadi musibah. Berikut sekilas tata cara penyelamatan di kapal motor
penumpang (KMP) yang boleh menjadi bekal selama perjalanan
mudik.
-
Asterix
Pahlawan Galia. Di
negeri asalnya, Prancis, Uderzo dan Goscinny, disebut pahlawan komik.
Karya mereka yang terkenal, Petualangan Asterix, menjadi
kisah kepahlawanan yang kondang di seantero dunia.
-
Berkaca
pada Negeri Kangguru. Pelestarian
dan menjaga kebersihan lingkungan berawal dari kebiasaan. Semua
orang tahu itu. Namun untuk menjalaninya ternyata amat sulit,
walau bukan sebuah kemustahilan.
-
Di
Balik Nikmatnya Kopi. Kenikmatan
minum kopi memang tidak bisa dipungkiri oleh siapa saja. Sayang,
selain memberi dampak positif, minum kopi ternyata membawa
dampak ikutan yang bisa berbahaya. Jadi bagaimana bisa tetap
nyeruput kopi namun tetap aman?
-
Disleksia
Tak Berarti Bodoh. Anak
yang terganggu kemampuan baca atau tulisnya, biasa disebut
kelainan disleksia, ternyata tidak berarti terbelakang atau
bodoh. Penanganan dini dibarengi ketekunan serta motivasi yang
kuat akan mengatasi kelainan itu.
-
Haruskah
Ikut Menderita "Koles-Telur-Fobia". Telur
merupakan makanan hewani yang banyak keunggulannya. Harganya
relatif murah, praktis memasaknya, lezat rasanya, sempurna pula
gizinya. Namun, karena kadar kolesterol yang tersimpan dalam
bagian kuningnya lumayan tinggi, belakangan mulai muncul
ketakutan makan telur. Jadi, patutkah kita menjauhi telur?
-
Kabar
dari Burung Wiwik. Karya
jenaka tak selalu muncul dari orang berpenampilan lucu dan
"ramai". Slamet Soeseno (16 Juni 1927 - 22 Januari
2001) sering "mengecewakan" orang yang baru
mengenalnya karena pribadinya yang tenang, santun, tertib, dan
teratur. Jauh dari kesan kocak dan lincah seperti
tulisan-tulisannya.
-
Kereta
Bayi? Ogah, Ah!. Begitu
mungkin komentar para induk binatang. Memang benar, mereka tak
perlu repot menyediakan kereta bagi bayinya. Bagaimanapun,
membawa si orok ke sana kemari ada maksudnya: agar si buah hati
terhindar dari bahaya.
-
Pasien
Sakit, Ayam pun Dibedah. Lazimnya,
operasi atau pembedahan dilakukan langsung pada tubuh pasien
yang menderita sakit. Meski yang sakit manusia, yang dibedah
justru tubuh ayam miliknya. Lantas, daging dan sup ayam itu pula
yang jadi obatnya.
-
Ratu
Adil dan Liturgi Natanagara.
Dilihat
lewat kacamata kosmologi, ternyata kemunculan B.J. Habibie dan
Abdurrahman Wahid sebagai Presiden RI tidak pas. Keduanya
dianggap sebagai pemimpin peralihan yang mengantarkan tampilnya
pemimpin sesungguhnya, yang bukan hanya cocok dengan periode
kosmologis tetapi juga sesuai dengan liturgi natanagara.
Bagaimana dengan Soekarno dan Soeharto?
-
Resep
Ampuh Jadi Pribadi Tangguh. Baik
buruknya kehidupan kita ternyata sangat ditentukan oleh pikiran.
Kendalikan pikiran ke arah positif, maka kita tidak menjadi
sosok emosional melainkan faktual. Hidup kita akan bahagia,
percaya diri, optimis, dan penuh gairah.
-
Warisan
Dendam Joe Frazier vs Muhammad Ali. Siapa
sangka dunia tinju ternyata seperti rimba persilatan yang
mengenal dendam turun-temurun. Setidaknya, itulah yang dirasakan
Jaqui Frazier terhadap Laila Ali. Bila tak ada alangan, dua
macan betina itu akan bertarung Maret ini.
-
Wewangian,
Dicinta Namun Bahaya. Di
balik semerbak harum wewangian ternyata mengintip segudang
ancaman terhadap kesehatan dan lingkungan. Bagaimana bisa
terjadi?
-
Advis
Medis : Mengukur Kadar Gula Darah
Sendiri. Bagaimana mengontrol sendiri kadar gula dalam darah
sambil tetap memperoleh regimen pengobatan dokter? Harus
disadari bahwa tidak ada cara lain daripada mengendalikan diri
terhadap makanan manis.
-
Cermin:
The Power to Reject.
Istilah power to reject membawa makna penting yang
mewakili suatu kecenderungan manusia untuk melakukan penolakan
terhadap apa pun yang menghampiri dirinya.
-
Halaman
Hijau: Bijaksana Menggunakan Air.
Air merupakan keperluan semua orang. Lalu timbul kerisauan,
apakah jumlah air yang tersedia di Bumi mencukupi kebutuhan yang
terus bertambah di masa mendatang?
-
Kelirumologi
Jaya Suprana: Serendipiti: Kekeliruan Positif.
Kita sudah biasa menganggap kekeliruan selalu berdampak negatif,
merugikan, bahkan mencelakakan. Pada kenyataannya, kekeliruan
tidak selalu negatif, sebab ada juga kekeliruan yang berdampak
positif, konstruktif, menguntungkan bahkan bermanfaat bagi umat
manusia.
-
Usut
Asal: Piano Dulu Lemah Dentingnya.
Pada saat awal-awal diciptakan, suara piano memang tidak sekeras
piano abad 20-an. Pasalnya, tegangan senar piano kala itu tidak
sekuat sekarang.
|
|
Kebebasan |
|
Pada
suatu ketika, di sebuah lembaga pemasyarakatan
(lapas), terdapat tahanan bernama Amir. Meskipun
dijatuhi hukuman mati, ia tidak merasa sedih, atau
takut. Ia tetap merasa merdeka.
Suatu
siang, Amir tampak berada di tengah-tengah lapangan
penjara bermain gitar. Sejumlah besar sesama napi
berkumpul di sekelilingnya mendengarkan alunan
musiknya yang indah. Para napi merasa damai dan
tidak merasa takut. Ketika para sipir melihat itu,
mereka melarang Amir bermain gitar. Akan
tetapi pada hari berikutnya, Amir sudah kembali lagi
di tempat yang sama. Pemuda ini lagi-lagi
bernyanyi dan memainkan gitarnya seperti kemarin.
Kali ini jumlah orang-orang yang berkerumun
melihatnya semakin bertambah banyak. Penjaga marah.
Amir diseret masuk ke selnya dan jari-jari tangannya
dipotong. Kendati
jari-jarinya berdarah, hari berikutnya Amir kembali
bernyanyi dan bermain musik di tempat yang sama.
Merasa dipermainkan, para penjaga menyeretnya lagi
ke sel dan membanting gitarnya sehingga hancur. Apakah
tindakan ini bisa menghentikan kelakuan Amir?
Ternyata tidak! Pada hari berikutnya, ia bernyanyi
dengan segenap hatinya. Suaranya amat merdu dan
nyanyiannya sangat indah menyentuh hati. Lagi-lagi,
orang banyak menggabungkan diri dan ikut serta
bernyanyi. Untuk kesekian kalinya, para sipir
penjara marah besar. Tanpa ampun, mereka memotong
lidah si Amir. Hari
itu Amir tak menampakkan batang hidungnya. Semua
napi bertanya-tanya dalam kesedihan. Anehnya, pada
hari berikutnya Amir terlihat sudah berada di
lapangan. Rupanya ia sedang menari,
berlenggok-lenggok ditingkahi iringan musik yang
tidak dapat didengar oleh orang lain, kecuali
dirinya sendiri. Segera saja semua orang berdatangan
saling bergandengan tangan, menari di sekitar
tubuhnya yang sudah berdarah dan hancur sementara
para penjaga berdiri terpaku. (Doa Sang Katak/Djs) |
|