globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Maret 2001

Segera terbit buku Oei Hong Kian, Dokter Gigi Soekarno; Peranakan yang Hidup dalam Tiga Budaya

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

BURUNG TAKUT DANGDUT

Ternyata musik dangdut tidak semata untuk hiburan, tetapi bisa dimanfaatkan untuk mengusir burung di ladang. Ini banyak dilakukan di Dendang, Kabupaten Tanjab Timur, Jambi, tempat saya bertugas.

Sebagian besar penduduk Dendang berpenghidupan sebagai petani dengan areal pertanian pasang surut. Maka, musim tanam pun hanya setahun sekali, yang dimulai pada bulan Agustus.

Di bulan itu, para petani mulai menebarkan benih. Masa tanam padi varietas tinggi itu biasanya sekitar enam bulan. Celakanya, bulan itu bersamaan dengan musim berkumpulnya burung pemakan gabah. Akibatnya, tidak jarang puluhan kilogram semaian padi sering habis dilalap burung. Tak aneh, bila kemudian semaian terus-menerus dijaga, dari pagi hingga petang.

Suatu ketika saya dikejutkan oleh bunyi lantang musik dangdut dari arah semak belukar, tidak jauh dari tempat tinggal saya. Ternyata bunyi itu berasal dari sebuah tape recorder lengkap dengan amplifier dan loudspeaker-nya. Tape dengan tenaga aki itu diletakkan di samping persemaian padi. Di sana tampak pula dua orang sibuk menebas belukar untuk lahan tanam baru.

Dari mereka baru saya tahu, musik sengaja dibunyikan keras-keras untuk mengusir burung pemakan gabah. Konon, upaya itu cukup manjur! Selama ini terbukti bahwa burung pemakan gabah hanya berani berkeliaran di sekitar lokasi persemaian.

Yang lebih lucu, di lokasi lain tampak ada petani memilih berita berbahasa Inggris dari BBC. Padahal, si petani sama sekali tidak mengerti bahasa Inggris. Ternyata, pendapatnya sama, cara itu pun untuk mengusir burung. Jadi, si burung tak berani mendekat karena mendengar bunyi radio yang serupa dengan suara sejumlah orang yang sedang asyik ngobrol di lokasi itu. (Sutoyo)

Active Channel

© 1996 - 2000 Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

Counter by Pandawa

Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej