|
|
Bulan Maret 2001
|
|
DI BALIK NIKMATNYA KOPI
Sekalipun demikian mungkin jarang kita mengamati apa manfaat atau
dampak negatif kopi bagi kesehatan. Paling-paling yang kita tahu
setelah minum kopi badan terasa segar dan rasa kantuk hilang.
Baik bagi pecandu narkoba
Menurut analisis kedokteran, dalam kopi terdapat sejenis senyawa kimia
xantin. Derivat senyawa ini meliputi kafein, teofilin, dan teobromin.
Namun, kopi hanya mengandung kafein. Sedangkan teofilin terdapat dalam
teh, sementara teobromin dalam coklat.
Kafein ternyata dapat menimbulkan perangsangan terhadap susunan saraf
pusat (otak), sistem pernapasan, serta sistem pembuluh darah dan
jantung. Sebab itu tidak heran setiap minum kopi dalam jumlah wajar (1
- 3 cangkir), tubuh kita terasa segar, bergairah, daya pikir lebih
cepat, tidak mudah lelah atau pun mengantuk. Dampak positif ini
menyebabkan orang sulit terlepas dari kebiasaan minum kopi.
Namun, sebenarnya manfaat di atas tidak berlaku bagi seseorang yang
pekerjaannya memerlukan ketelitian, kerapian, serta ketepatan
menghitung, seperti matematika, menggambar atau melukis. Sebaliknya,
minum kopi lebih tepat bagi orang yang belajar ilmu-ilmu sosial atau
menghapal. Minumlah sekitar setengah sampai satu jam sebelum aktivitas
belajar atau menghapal dimulai.
Kafein acap kali juga dijadikan salah satu bahan pelengkap pada obat
sakit kepala. Pasalnya, kafein memiliki kemampuan mempersempit
pembuluh darah ke otak (vasokonstriksi) sehingga pelebaran pembuluh
darah di daerah otak yang merupakan penyebab sakit kepala bisa
ditanggulangi. Bahkan, senyawa xantin dalam dosis rendah mampu
merangsang susunan saraf yang sedang depresi, misalnya akibat
penyalahgunaan narkoba atau kecanduan alkohol. Sehingga muncul
pendapat bahwa kafein dapat memperbaiki fungsi mental penderita yang
keracunan alkohol.
Lebih jauh, kafein ternyata dapat menetralisasi asam lemak dalam
darah.
Mengganggu kesuburan
Sayangnya, kebiasaan minum kopi acap kali memunculkan efek
"kecanduan" baik secara psikologis maupun fisiologis. Ciri
umum ketergantungan kopi antara lain rasa letih atau lelah, tak
bersemangat dan mengantuk kalau sehari saja tidak minum kopi. Yang
wajar adalah mengonsumsi kopi sebanyak 85 - 200 mg atau 1 - 3 cangkir
kopi. Namun, minum kopi di atas 250 mg sekaligus dapat menyebabkan
gangguan kesehatan, seperti jantung berdebar, gelisah, insomnia (sulit
tidur), gugup, tremor (tangan bergetar), bahkan mual sampai
muntah-muntah.
Minum kopi juga berbahaya bagi penderita hipertensi (tekanan darah
tinggi) karena senyawa kafein bisa menyebabkan tekanan darah meningkat
tajam. Selain itu, kopi juga bisa meningkatkan aliran darah ke ginjal
dengan akibat produksi urin bertambah. Jadi, jangan heran kalau tak
lama sehabis mengkonsumsi kopi kandung kencing cepat penuh.
Minum kopi terlalu banyak bisa pula mengurangi kesuburan wanita,
apalagi kalau dikombinasikan dengan alkohol. Bagi wanita usia
menopause, minum kopi dalam jumlah banyak bisa menambah risiko
kekeroposan tulang (osteoporosis).
Pada dosis sedang, kafein menaikkan produksi asam lambung yang
berlangsung lama, sehingga dapat memperbesar risiko penyakit lambung,
tukak lambung, atau tukak usus halus. Jadi para penderita kelemahan
lambung hendaknya menghindari konsumsi kopi.
Cara pengolahan dan penyeduan kopi pun memberi andil terhadap dampak
yang ditimbulkannya. Bentuk pengolahan dan penyeduhan kopi tubruk
misalnya. Kopi tubruk pada umumnya lebih keras karena bubuk kopi dalam
cangkir atau gelas langsung diseduh air mendidih. Lagipula kopi tubruk
pada umumnya menggunakan kopi lebih kasar, dipadu dengan gula batu.
Dengan sendirinya akan lebih banyak ampas bubuk kopi yang masuk ke
tubuh kita dibandingkan dengan kopi yang diseduh dalam teko. Maka
dapat dipahami bila efek sampingan kopi tubruk lebih tinggi
dibandingkan dengan secangkir kopi yang sudah "tersaring"
ampas kopinya.
Penyakit jantung dan arteriosklerosis
Masalah dampak kopi kasar atau tidak disaring (unfiltered) ini
dipelajari oleh sejumlah peneliti di Belanda. Mereka mengamati
tingginya kadar homosistein dalam darah pecandu kopi. Homosistein
merupakan substansi yang terbentuk dari metionin, yakni suatu asam
amino esensial yang terbentuk pada saat tubuh mengeluarkan protein.
Padahal peningkatan homosistein berhubungan erat dengan risiko
penyakit jantung.
Meski belum jelas bagaimana persisnya asam amino esensial mengganggu
jantung, sudah terbukti bahwa zat tersebut acap kali menyebabkan
timbulnya luka di berbagai lapisan dalam pembuluh darah arteri dan
selanjutnya menjadi tempat menumpuknya asam lemak dan kalsium.
Timbunan ini bisa mengakibatkan pengerasan dinding pembuluh darah
arteri (arteriosklerosis).
Di sisi lain, menurut Dr. Elvina Karyadi, ahli gizi, homosistein
dibutuhkan tubuh untuk berbagai reaksi biokimia, terutama dalam proses
perubahan metionin menjadi sistationin dan berperan dalam membentuk
propionil-koA (substansi yang beperan dalam metabolisme lemak dan
karbohidrat), asalkan kadarnya tidak tinggi. Kadar normalnya, 7 - 22
ug mol/L.
Seorang peneliti Belanda menambahkan, dua minggu setelah setiap hari
minum enam cangkir kopi, konsentrasi homosistein seseorang naik 10%
dari angka normal. Begitu juga kadar kolesterol dan trigliserida.
Namun, kenaikan ini tidak permanen. Bila kopi dihentikan dan keadaan
tubuh sehat, kelebihan homosistein dapat secara alami normal kembali.
Selain dengan mengurangi kafein, kenaikan kadar homosistein dapat pula
dicegah dengan mengurangi konsumsi protein hewani yang banyak
mengandung metionin.
Bila dalam sehari minum 1,360 g kopi kasar (sekitar 6 - 7 cangkir),
diperkirakan risiko untuk terkena serangan jantung atau stroke naik
10%. Selain itu kadar vitamin B6 bisa berkurang sampai 21%.
Atas dasar itu alangkah baiknya tidak minum kopi, khususnya bagi
mereka yang berisiko tinggi penyakit jantung. Kalau pun harus minum
kopi, untuk kita sebaiknya hanya 1 - 3 cangkir sehari (standar untuk
orang Eropa 3 - 5 cangkir). Itu pun tidak pada saat menjelang tidur.
Kopi bisa digantikan segelas air jeruk, sayuran hijau, disertai
konsumsi vitamin B6 dan B12. Jenis-jenis makanan
dan minuman ini tidak mengandung seng dan kafein tapi tinggi mineral,
vitamin serta asam folat. Padahal vitamin B6, B12,
dan asam folat sangat berperan dalam menurunkan kadar homosistein
dalam tubuh, sehingga penyakit jantung koroner pun bisa dihindari |
|||||
|
© 1996 - 2000 Intisari Online
|
|||||