|
|
November 2001 Air & Udara |
|
WASPADAI "POLUSI LISTRIK" DI SEKITAR ANDA Bersyukurlah kita karena berkat listrik, hidup jadi lebih mudah dan nyaman. Akan tetapi, di balik kemudahan dan kenyamanan itu tersimpan kekhawatiran adanya "polusi listrik"
Meski pada akhirnya penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti mengukuhkan penolakan terhadap kesimpulan Wertheimer dan Leeper, tak urung badan kesehatan dunia (WHO) turun tangan. Melalui proyeknya, WHO melakukan penelitian dampak medan elektromagnetik akibat arus listrik. Hal ini dilakukan mengingat penetrasi listrik sudah sampai ke rumah tangga, tidak sekadar saluran udara tegangan (ekstra) tinggi (SUTET).
Ketika listrik dialirkan melalui jaringan transmisi, distribusi, atau
digunakan dalam berbagai peralatan elektronik, saat itu juga muncul medan
elektromagnetik di sekitar saluran atau peralatan. Medan ini menyebar ke
lingkungan dan menimbulkan polusi. Dengan meningkatnya penggunaan listrik,
maka polusi yang tak kasat mata ini berpotensi merugikan kesehatan. Seberapa
jauh merugikannya itulah yang kini tengah diteliti WHO, khususnya pada
frekuensi sangat rendah (ELF, extremely low frequency), yang sering
kita jumpai.
Polusi medan elektromagnetik Medan elektromagnetik ini berupa gelombang listrik dan magnet yang berjalan beriringan. Kecepatan berjalan mereka bukan dalam satuan km per jam, tapi dalam satuan cahaya. Wuushhh ... dalam sekejap sudah menghilang di depan mata. Yang tertinggal hanya dua karakter mereka: frekuensi dan panjang gelombang. Frekuensi merupakan jumlah osilasi dalam gelombang per satuan waktu, biasanya dalam satuan hertz (Hz). Sedangkan panjang gelombang adalah jarak gelombang dalam satu osilasi. Nah, yang tercakup dalam ELF adalah gelombang yang memiliki frekuensi sampai 300 Hz. Medan listrik timbul akibat muatan listrik. Muatan ini mempengaruhi muatan lain di sekitarnya. Kekuatan pengaruh ini diukur dalam satuan volt per meter (V/m) atau jenderalnya kV/m. Ketika muatan terkumpul pada sebuah objek, akan cenderung menjadi muatan yang sama atau berlawanan. Jika sama, akan ditolak. Jika berlawanan, akan ditarik. Besar kecilnya kecenderungan ini disimbolkan oleh voltase, dan diukur dalam satuan volt (V). Setiap peralatan yang dihubungkan dengan stop kontak, meskipun peralatan itu dalam keadaan mati, akan bersekutu dengan medan listrik yang sebanding dengan voltase sumber tempat peralatan dihubungkan. Medan listrik terkuat berada di dekat peralatan dan berkurang sesuai dengan jarak. Bahan-bahan seperti kayu atau besi akan menjadi perisai bagi medan listrik itu. Sementara itu medan magnet timbul akibat pola muatan listrik tadi, yang disebut arus. Arus ini mempengaruhi gerakan muatan yang bergerak. Besar kecilnya pengaruh diukur dalam satuan amper per meter (A/m). Akan tetapi lebih familiar diukur dalam satuan tesla (T), dengan turunannya: militesla (mT) atau mikrotesla (uT). Beberapa negara ingin tampil beda dengan menggunakan satuan gaus (G). Korelasinya, 10.000 G = 1 T. Setiap peralatan yang dihubungkan ke sumber listrik, saat peralatan itu hidup dan arus listrik mengalir, akan menimbulkan medan magnet yang sebanding dengan arus balik dari sumber ke peralatan itu. Medan magnet terkuat terletak di sekitar peralatan dan berkurang sesuai dengan jarak. Tak ada perisai yang bisa menghadang laju medan ini. Adanya medan listrik dan medan magnet akan mempengaruhi elektron bebas di udara. Pengaruh itu menyebabkan pergerakan elektron makin liar dan menimbulkan ionisasi. Lahirlah ion-ion dan elektron baru. Pada jaringan kabel tegangan tinggi, karena arusnya mengalir terus-menerus, ion dan elektron akan berlipat ganda. Pelipatan itu akan tumbuh subur pada udara yang lembab. Acap kali pelipatan itu ditandai dengan terbentuknya korona, yakni percikan busur cahaya, dan juga timbul suara mendesis serta mengeluarkan bau khas yang tajam (disebut dengan bau ozon). Pelipatan ion dan elektron serta terbentuknya korona akibat medan listrik dan medan magnet pada jaringan tegangan tinggi inilah yang sering disamakan dengan radiasi gelombang elektromagnetik. Pajanan manusia terhadap medan ELF umumnya berhubungan dengan pembangkit, kabel transmisi, dan penggunaan energi listrik. Dengan begitu, sumber medan ELF ini berada di sekitar kita. Misalnya pada cakupan lingkungan ada kabel transmisi tegangan tinggi. Di rumah pun tak bisa terhindar dari polusi medan elektromagnetik, karena pemakaian peralatan elektronik rumah tangga. Begitu juga dengan lingkungan kerja juga sulit untuk tidak menghirup atau terpapar polusi medan elektromagnetik. Besarnya medan listrik maupun medan magnet pada beberapa peralatan elektronik yang sering kita pakai bisa dilihat pada Tabel 1 dan 2.
|
|||||