|
|
November 2001 Infotekno |
|
KOMPUTER GENGGAM BAYANGI PONSEL Inovasi teknologi komputer terus bergulir. Kalau dulu berkembang model komputer besar (desktop), kemudian model sedang (laptop), belakangan muncul generasi mininya, personal digital assistant. Meski mungil, banyak fungsinya. Dari mencatat nama, alamat dan nomor telepon, hingga mengakses e-mail dan internet. Bahkan bisa untuk ponsel, dan bergaya.
Beberapa versi tertentu malah lebih lengkap fasilitasnya: bisa membaca program e-book (electronic book), mengakses e-mail dan internet. Ada juga versi yang bisa langsung memainkan musik dan merekam memo suara, sementara yang lain masih perlu perangkat tambahan untuk bisa begitu.
Kalaupun programnya terbatas, itu karena keterbatasan versi PDA itu sendiri.
Maka Anda harus beli sendiri perangkat lunak tambahan untuk bisa menjalankan
program.
Mini tapi sarat fungsi Komputer genggam memang enak digenggam. Model terbaru rata-rata lumayan enteng, cuma ratusan gram bobotnya. Tebalnya tak lebih dari tumpukan 10 kartu kredit. Bodi boleh mungil, tapi daya tampung memorinya besar. Yang beredar saat ini punya memori 2 - 32 Mega Byte (MB). Kapasitas memori 2 MB sudah cukup untuk menyimpan buku alamat, kalender, membuat catatan, dsb. Apalagi kalau wadah memorinya lebih besar, jelas bisa menyimpan file lebih banyak. Foto digital atau rekaman audio pun bisa masuk. Malah kalau mau, kemampuan menyimpan data masih dapat didongkrak lagi dengan medium penyimpan data sekunder macam memory card (kartu memori).
Komputer bisa makin mengecil sampai bisa digenggam itu berkat perkembangan komponen mikroprosesor yang juga kian imut. Bodi yang mungil memang tak lepas dari tuntutan supaya gampang dibawa ke mana-mana. Untuk era sekarang, komputer laptop dengan kemampuan setara personal computer (PC) masih dianggap kurang praktis ditenteng ke mana-mana. Terlalu berat dan besar. Sekarang memang sudah bukan zaman tahun 1950-an waktu komputer masih sak hohah, segede gajah. Sekitar 1990-an perkembangan PDA sendiri sempat tertatih-tatih. Pionirnya Apple, yang pada 1993 memperkenalkan Newton - komputer saku pertama di dunia dengan teknologi handwriting recognition. Informasi bisa ditulis langsung di atas layar monitor. Habis itu Newton diikuti serempak oleh "adik-adiknya". Bisa disebut antara lain Velo 1 buatan Philips, Cassiopeia bikinan Casio, dan MobilePro (MobilePro 200 atau MobilePro 400 dengan sistem Windows CE) garapan NEC. Dengan catu daya sepasang baterai ukuran AA, MobilePro 400 yang kira-kira seukuran notes (17,53 x 9,40 cm), terasa lebih ringan dari dua pesaingnya. Pembuatan komputer genggam berbasis Windows CE dicanangkan beberapa perusahaan, antara lain Compaq Computer, Casio Computer, Hewlett-Packard, LG Electronics, NEC, Philips Electronic. PDA dengan sistem Windows CE ini pun dikenal dengan istilah handheld PC. Akan tetapi PDA masih punya masalah dasar, yakni bagaimana data dan programnya bisa berinteraksi secara cepat dengan PC. Untuk mengatasi hal itu MobilePro, misalnya, melengkapi diri dengan slot PC Card Type II, port serial, dan port inframerah IrDA untuk komunikasi tanpa kabel. MobilePro 400 punya random access memory (RAM) sebesar 4 MB (tipe MobilePro 200 hanya 2 MB), dilengkapi read only memory (ROM) sebesar 8 MB. MobilePro 400 juga difasilitasi pengeras suara mini di sisi kiri panel display. Juga perangkat docking untuk pengiriman file secara mudah ke komputer desktop.
Sementara itu komputer genggam Pilot buatan US Robotic sangat baik untuk mengumpulkan data dari komputer desktop atau server jaringan. Perangkat Pilot ini mengumpulkan data lewat mekanisme sinkronisasi, yang selanjutnya menjadi standar untuk perangkat PDA generasi berikutnya.
|
|||||||