|
|
November 2001 Terapi |
|
MEMBUAT PUASA ANDA MAKIN MENYEHATKAN Kebiasaan berpuasa sudah menjadi tradisi. Entah untuk tujuan yang berhubungan dengan kepercayaan, keagamaan, kepentingan medis, atau lainnya. Di sisi lain kebiasaan ini rupanya dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental. Jika dipersiapkan dengan baik, puasa bahkan bisa ikut mempercepat penyembuhan bermacam penyakit.
Kita tahu tradisi puasa juga dikenal dalam sistem kepercayaan masyarakat Jawa. Malah di kalangan ini tindakan berpuasa menjadi salah satu sarana penting dalam laku (spiritual act) untuk mencapai tujuan tertentu. Umpamanya, agar anggota keluarga selamat dalam melakukan perjalanan, atau agar seseorang yang dicintai cepat sembuh dari sakit. Puasa ala Jawa bisa bermacam-macam bentuknya. Misalnya, ada yang disebut ngebleng, ngrowot, atau mutih. Mana yang dipilih tergantung tujuan yang ingin dicapai mengingat bobot puasa itu berbeda-beda. Baik waktu maupun bentuknya. Makin berat tujuan yang hendak dicapai, makin berat pula bobot puasanya. Puasa mutih, misalnya, bobotnya tergolong enteng sehingga dilakukan untuk tujuan yang ringan. Orang hanya akan menyantap nasi, singkong rebus, atau yang lain tanpa lauk-pauk apa pun, dan minumnya air putih. Keberhasilan mencapai tujuan lewat puasa memang menjadi relatif. Akan tetapi di balik tujuan puasa ternyata ada manfaat yang bisa diambil. Manfaat itu antara lain bisa dilihat melalui pendekatan "ilmu" food combining-nya Andang Gunawan. Ketika orang sedang berpuasa, terjadi detoksifikasi (proses pengeluaran zat-zat beracun dari dalam tubuh) yang bersifat total dan holistik (menyeluruh). Artinya, tujuan pembersihan bukan hanya sebatas menyangkut kepentingan fisik, tetapi juga mencakup pembersihan dan peningkatan energi dalam jiwa dan pikiran.
Bahkan Soekirno, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
menyebutkan, puasa bisa ikut membantu mengendalikan stres. Juga, menjadi
terapi beberapa penyakit tertentu seperti hipertensi, kanker kardiovaskuler,
ginjal, dan depresi, akan lebih cepat dan efektif bila diikuti dengan aksi
puasa.
Baik untuk kesehatan usus Detoksifikasi bisa diartikan membersihkan tubuh bagian dalam, terutama sistem pencernaan. Secara alamiah usus besar merupakan pusat kotoran sehingga wajar kalau organ yang satu ini tidak bisa bersih 100%. Namun, jangan sampai fungsi pembuangan ini menjadi tidak mampu mengantisipasi jumlah kotoran yang terbentuk setiap hari. Dalam buku Food Combining Andang menuliskan resep mengatur pola makan sehari-hari agar tetap sehat dan bugar. Makan dan minum wajib hukumnya untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari agar tubuh tetap "hidup". Namun, selain memasok zat gizi, makanan dan minuman juga membawa bahan toksik yang kemudian tertimbun bertahun-tahun. Unsur toksik ini yang menjadi beban sehingga tubuh dipaksa bekerja melampaui batas. Akibatnya, kemampuan untuk sehat kembali (recovery) terbatas. Karena itu, sekali waktu kita perlu berpuasa untuk membuang bahan-bahan beracun yang bisa mengganggu sel, jaringan, dan organ dalam tubuh. Begitu racun berhasil dilepaskan, tubuh akan mempunyai kesempatan untuk sehat kembali. Anda yang bobot badannya dinyatakan melampaui batas normal pun ada baiknya menjalani puasa untuk menurunkannya asalkan sesuai dengan "peraturan" puasa. Dalam Food Combining disebutkan, puasa selama 7 - 10 hari terbukti aman bagi siapa saja. Puasa selama itu sangat efektif untuk tujuan membersihkan bagian dalam tubuh, regenerasi sel, dan peremajaan tubuh. Sebaiknya, puasa ini dilakukan secara teratur dan berkala.
Puasa detoksifikasi, menurut Andang, dapat dilakukan selama 2 - 14 hari, tergantung kondisi dan tingkat keasaman dalam tubuh. Semakin tinggi derajat keasaman, semakin lama waktu puasa yang diperlukan. Disebutkan pula, sebaiknya dilakukan pada akhir pekan atau hari libur tatkala pikiran dan tubuh sedang dalam keadaan santai. Tentu saja perlu dipersiapkan, minimal 2 - 3 hari sebelumnya. Misalnya, mulai dengan mengurangi makanan berlemak dan makanan tinggi kalori. Tidak mengonsumsi nikotin, alkohol, kafein, gula, susu, dan telur. Juga membatasi garam dan saus bumbu yang mengandung monosodium glutamat (MSG) atau bumbu penyedap. Jauhi makanan penggoda atau cemilan yang umumnya berkarbohidrat tinggi. Manusia sehat sebenarnya bisa bertahan sampai 40 hari hanya dengan air putih, dan sampai 100 hari dengan mengonsumsi jus buah dan sayuran tanpa bahaya. Selama menjalani puasa detoksifikasi, kita hanya mengonsumsi jus buah dan sayuran atau buah dan sayuran segar tanpa gula, ditambah banyak minum air putih. Pasalnya, jus buah dan sayuran lebih mudah dicerna sehingga zat gizi yang terkandung di dalamnya lebih cepat diserap tubuh. Selain itu, minum air putih dicampur air jeruk berkhasiat memperkuat jaringan hati dan mengencerkan mukosa (lendir) saluran pencernaan. Bisa ditambah lagi dengan vitamin C dan E. Jus buah sebaiknya tidak dicampur dengan jus sayuran, terutama bagi yang sensitif pencernaannya. Jangan pula minum jus dalam sekali teguk. Menu dan pengaturannya menurut versi Andang kira-kira seperti ini. Bangun tidur langsung minum air putih dicampur air perasan jeruk nipis (1/2 jeruk nipis untuk segelas air putih). Untuk sarapan pagi segelas jus buah segar dan selingan siang seporsi potongan buah segar dan air putih. Untuk makan siang siapkan seporsi selada segar dicampur minyak zaitun serta air jeruk nipis dan segelas air putih. Sebagai selingan sore, segelas jus buah dan segelas air putih. Untuk makan malam seporsi aneka sayur kukus, kaldu sayuran, seporsi beras merah, dan seporsi jus sayur segar. Sebelum tidur, minumlah segelas air putih atau teh rempah hangat. Buah yang disarankan: pepaya, nanas, mangga, apel, melon, semangka, jeruk nipis (hindari tomat dan jeruk; kecuali jeruk nipis). Sedangkan sayurannya antara lain wortel, bit, ketimun, brokoli, dan seledri. Pada mulanya tubuh akan terasa lemas karena sebagian besar energi dipusatkan pada fungsi pembuangan. Karenanya, dianjurkan menghindari aktivitas yang banyak menguras energi, seperti berolahraga berat, berhubungan seksual, dan beremosi tinggi. Pilih olahraga yang ringan dan memperlancar peredaran darah seperti jalan kaki, senam peregangan, yoga, atau taichi. Selama menjalani detoksifikasi, suplemen vitamin yang boleh dikonsumsi hanya vitamin C (sampai 5 g) dan E. Hindari obat penahan sakit kepala, obat demam, dan obat untuk lambung. Namun kalau selagi berpuasa merasa tidak kuat atau malah sakit, hentikan segera!
|
|||||||