|
|
November 2001 Warna |
|
Mengagumi si Sayap Indah Bali tak sekadar pantai dan pura. Sebagai DTW (Daerah Tujuan Wisata) top di Indonesia, Bali melengkapi infrastruktur pariwisata dengan lengkap. Taman, misalnya, dari yang ingin menggenjot adrenalin sampai yang ingin menambah wawasan pun ada. Untuk tujuan terakhir bisa dicoba Taman Burung Bali Bird Park.
Mengapa ia begitu terobsesi dengan burung? Tak hanya keindahan bulunya, kicauannya yang merdu dan kecerdasan burung telah menarik minatnya. Selain itu bukankah burung telah merajai angkasa sejak 150 juta tahun lalu? Lebih dari itu, burung diyakini sebagai keturunan langsung dinosaurus yang pernah menggetarkan bumi 200 juta tahun silam. Dengan rentang waktu sedemikian panjang, burung pun dapat menjadi bahan kajian bagaimana sebuah makhluk ciptaan Tuhan beradaptasi dengan lingkungan.
Untunglah, ada segelintir orang yang peduli akan nasib mereka. Dengan panji konservasi mereka mencoba menyelamatkan kehidupan beberapa jenis burung yang menuju kepunahan. Dalam tataran idealis seperti itulah Bali Bird Park dibuka untuk pertama kali pada bulan Oktober 1995. Toh yang sekadar ingin melihat burung, berpotret bersama burung kakaktua, atau menikmati taman yang asri boleh-boleh saja masuk ke taman ini. Sebab, menurut si empunya taman, Bali Bird Park tidak hanya didedikasikan kepada burung, tapi juga menjadi oase tanaman dan surga taman. Ada pun tarif masuknya, untuk dewasa AS $ 8, sedangkan anak-anak (usia 2 - 10 tahun) separuhnya. Malah untuk rombongan berlaku tarif dengan diskon khusus.
|
|||||