|
|
Oktober 2001 |
|
|
Tetap Terang Meski Listrik Mahal
Listrik bisa boros atau hemat tergantung cara pemakaian. Banyak terjadi, konsumsi listrik melambung tinggi untuk hal yang semestinya bisa dikurangi. Umpamanya, rumah yang dibangun dengan perencanaan pembangunan yang kurang tepat. Lampu dibiarkan menyala siang hari, selain karena rumah kosong, kebanyakan juga karena kurang jendela. Sering juga lampu dipasang lebih besar daripada seharusnya. Penyebabnya bisa karena cat tembok yang kurang serasi. Cat di teras, misalnya, yang seharusnya memantulkan cahaya justru dipilih warna yang menyerap cahaya. Juga rumah dengan konstruksi salah bisa menyebabkan siang hari selalu gelap, sehingga memerlukan lampu menyala 24 jam. Banyak ragam peralatan rumah tangga juga menyebabkan penggunaan listrik menjadi banyak. Misalnya, pompa air, pemanas air, penyejuk ruangan (AC), seterika, oven microwave, dan perangkat hiburan elektronik. Semuanya memang tidak dapat dihindari. Namun pada sisi lain, banyak energi alternatif yang belum dimanfaatkan. Sinar matahari merupakan salah satu energi serbaguna dan tepat guna. Masalahnya, matahari masih digunakan secara konvensional seperti untuk mengeringkan pakaian atau untuk teknologi makanan seperti pengeringan ikan asin, kerupuk, atau emping. Memang sudah banyak pemanas yang menggabungkan dua sumber energi: sinar matahari untuk memanaskan air pada siang hari, sementara pada malam hari digunakan elemen panas. Sinar matahari juga dapat diubah menjadi listrik, biasa digunakan untuk pemancar gelombang (repeater) radio komunikasi, kapal pesiar pribadi, atau penutup pintu kereta api. Memang masih jarang digunakan pada rumah tinggal. Kendalanya, selain pemakai tidak mau repot soal perawatan baterai, instalasi dan teknologi solar cell juga masih mahal. Kalau teknologi kincir angin lebih terbatas lagi, karena hanya bisa diterapkan di lokasi yang diterpa angin kencang saja.
Siasat pencahayaan Setiap lampu perlu diketahui peruntukannya. Sebaliknya, untuk setiap bagian rumah perlu diketahui jenis lampu yang cocok. Untuk lampu teras atau taman, umpamanya, tentu lebih baik jika dipilih jenis lampu hemat energi. Banyak jenis lampu yang dijual dengan klaim hemat energi. Biasanya jenis neon. Lampu ini serupa dengan neon yang digunakan pada papan iklan. Di tempat romantis bisa digunakan lampu pijar atau bohlam. Sebagai perbandingan, lampu TL 20 W menghasilkan 750 lumen, setara dengan 60 W lampu bohlam. Untuk
menghitung kekuatan cahaya dipakai standar bandingan terhadap lilin. Setiap
batang lilin nilainya adalah 9/10 atau 0,9 candela, yang biasa
disebut dengan satuan watt (W). Penjabarannya, misalkan lampu dengan
kekuatan 50 lilin, artinya 50 x 9/10 = 45 candela alias 45 W. Contoh aplikasinya, misalkan di suatu ruangan dengan panjang 16 m dan lebar 8 m harus dipasang kekuatan lampu 180 lux dengan perkiraan penyerapan cahaya 30%. Hitungannya begini. Luas ruangan 16 x 8 = 128 m2. Arus cahaya yang diperlukan adalah (180 x 128 x 100) : 30 = 76.800 lumen. Untuk menciptakan penerangan yang cukup di ruangan itu diperlukan lampu TL 40 W sebanyak 38 buah. Sedangkan kalau lampu pijar (bohlam) 60 W yang digunakan, diperlukan 102 buah lampu untuk menciptakan terang yang sama.
Biasanya, (calon) pemilik rumah atau pembangun rumah tidak merencanakan soal cahaya secara akurat. Lebih banyak berdasarkan perasaan dan dugaan saja. Kalau Anda membeli rumah, apalagi rumah sederhana, yang disediakan fiting (rumah lampu) saja. Rasanya, belum pernah dengar ada data yang berisi saran, misalnya kamar tidur perlu berapa lux, ruang baca berapa, teras berapa, dan seterusnya. Rumah zaman dulu mungkin lebih seragam ukurannya, atau memang variasi arsitekturnya masih sedikit. Yang jelas, data rata-rata rumah zaman dulu standar, seperti kamar tidur 20 – 50 lux, kamar mandi dan dapur 50 – 100 lux, ruang keluarga 60 – 100 lux. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pola pancaran cahaya (refleksi). Untuk reflektor atau pemantul cahaya, Anda bisa menggunakan cat dinding ruangan atau menggunakan reflektor tambahan dari pelat. Kekuatan sinar cahaya akan sangat dirasakan pada penggunaan reflektor, sehingga dapat menghemat penggunaan lampu dan listrik. Lain halnya untuk ruangan yang memang membutuhkan efek tertentu. Efek romantis, misalnya, tentu hanya bisa didapat dari penggunaan lampu pijar. Banyak di antara kita yang sering keliru menafsirkan, menganggap lampu jenis hemat energi sama dengan lampu neon (TL). Kedua jenis itu berbeda. Lampu TL belum tentu jenis yang hemat energi. Maka bisa dirasakan, cahaya jenis TL lebih terang. Pada kemasan memang diberikan informasi tambahan yang jelas. Sayang, kebanyakan pemakai awam dalam soal ini atau bahkan tidak peduli. Yang terjadi belakangan baru ribut ketika tagihan listrik naik. Mulai sekarang coba menggunakan cahaya lebih efektif.
Menghitung penghematan Kemungkinan lain yang menyebabkan listrik boros karena pompa air adalah keran bocor. Maka menggunakan tandon air lebih efisien.
Pemilihan TL
Tabel 2. Pemantulan Warna Dalam %
Tabel 3. Pemilihan Bohlam
Berdasarkan data pada tiga tabel di atas, Anda dapat merencanakan pencahayaan. Sedangkan mengenai penghematan yang bisa dilakukan sekaligus perhitungannya diterangkan dalam simulasi berikut ini: Misalnya, pemakaian listrik untuk rumah tangga mulai dari 450 VA sampai di atas 6.600 VA.
Contoh, beberapa lampu yang kalau menggunakan jenis yang hemat energi cuma berjumlah 100 W, tetapi Anda, karena tidak tahu, harus menggunakan beberapa lampu pijar untuk memenuhi kebutuhan sinar yang sama padahal jumlah totalnya mencapai 1.000 W. Kalau misalnya seluruh lampu itu digunakan selama 13 jam/malam, pemakaian listriknya menjadi 1.000 W x 13 jam = 13.000 Wh atau 13 kWh. Kalau disebabkan oleh berbagai alasan lampu menyala 24 jam, terjadilah pemborosan 24 kWh – 13 kWh = 11 kWh. Misalkan
lampu menyala selama 30 hari, dikalikan 13 kWh menjadi 390 kWh. Sementara
pemborosan yang terjadi sebesar 30 x 11 kWh = 330 kWh, coba saja dikonversi
ke rupiah menurut tarif PLN sekarang.
Baca juga: Cara gampang agar cahaya lampu lebih efektif |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||