globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

September 2001

 Advis Medis Prof. dr. Iwan Darmansjah, Sp. Fk.

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

SAKIT KENCING

Sakit sewaktu buang air kecil merupakan keluhan yang sesekali terjadi dalam hidup kita. Gejalanya dapat berupa sakit bila akan kencing, sewaktu kencing, atau sesudahnya. Bila terasa sewaktu kencing saja, dengan minum lebih banyak - sebaiknya sekitar 2,5 l sehari - sakit ini dapat diatasi. Bila rasa sakit muncul sesudah kencing, biasanya disebabkan oleh infeksi kuman di kandung kencing atau jalan kencing bagian bawah. Dalam hal ini tentu perlu diobati dengan antibiotik. Kalau tidak, ia dapat menimbulkan komplikasi.

Kenyataannya, sebagian besar tidak berbahaya karena hanya disebabkan oleh kebiasaan menahan kencing atau minum terlalu sedikit, sehingga urine jadi pekat dan merangsang. Atau bisa juga karena makan jengkol, obat mag yang mengandung silikat, atau keluarnya pasir dari kandung kencing.

Untuk hidup sehat, kita memerlukan cairan cukup sehingga orang dewasa sehat perlu minum air sebanyak minimal 1,5 l atau sebaiknya 2 l sehari. Cairan ini dapat bermacam bentuk, dari air putih hingga berbagai jenis minuman buatan. Dalam sayur dan buah juga terdapat banyak air.

Hanya saja, kebutuhan ini berubah bila ginjal tidak berfungsi baik atau jantung tidak mampu memompa darah sebagaimana semestinya. Dalam keadaan ini, kalau pemasukan air sampai melebihi pengeluaran, cairan akan merembes keluar dari pembuluh darah balik masuk ke dalam jaringan di kaki, tungkai, paru-paru, atau rongga perut.

Tanda-tandanya adalah pembengkakan (udema) di kaki atau tungkai bawah, berkumpulnya cairan di perut dan rongga dada (sehingga penderita akan batuk, terutama bila dalam posisi rebah). Akibatnya, minum pun harus dibatasi jumlahnya hingga sekitar 0,8 l sehari (tergantung seberapa parahnya gangguan ginjal atau jantung).

Dengan pemeriksaan sederhana di laboratorium dapat dibedakan apakah sakit sewaktu kencing hanya disebabkan oleh iritasi atau infeksi oleh kuman, yang disebut infeksi saluran kemih (ISK). Bila terjadi infeksi, sel darah putih (lekosit) dalam air seni bertambah banyak (normal hanya 1 - 3 per lapangan mikroskop) dan urinenya tampak keruh.

Janganlah membeli antibiotik sendiri karena selain bukan obat bebas, tidak semua antibiotik dapat dipakai untuk ini. Biarlah dokter Anda menentukannya. Bila berobat jalan, antibiotik untuk ISK terbatas pada trimetoprim, kotrimoksazol, nitrofurantoin, asam pipemidik, dan fluorokinolon. Antibiotik oral lainnya tidak dianjurkan. Pada orang yang semula sehat, setelah pengobatan selama beberapa hari dengan dosis tepat, keadaannya akan cepat membaik.

Bila ISK terjadi berulang-ulang (kronis), janganlah dianggap remeh. Berkonsultasilah ke dokter untuk penanganan yang lebih baik. Urine perlu diperiksa dengan cara khusus yaitu dengan membiakkan kumannya. Ini penting agar antibiotik dapat dipilih dengan cermat karena kuman di jalan kencing mudah menjadi resisten.

Pencetus lain dari sakit kencing ialah tindakan kateterisasi yang kurang steril atau dilakukan terlalu lama, komplikasi adanya batu di jalan kencing, pembesaran prostat yang menghambat keluarnya air seni, sakit kelamin, atau kelainan anatomis di jalan kencing. Juga, kurang minum selama beberapa hari di saat bepergian; terutama di daerah panas.

Pendek kata, setiap hambatan mengalirnya urine keluar tubuh akan menimbulkan gangguan dan bisa mencetuskan infeksi. Karena itu terhadap pembesaran prostat yang signifikan perlu dilakukan operasi untuk melancarkan kencingnya. Apalagi obat-obat untuk mengecilkan prostat sangat terbatas fungsinya. Namun saya meragukan pendapat umum bahwa ISK bisa terjadi karena buang air kecil di tempat umum yang tidak bersih.

Mungkin karena uretranya lebih pendek, wanita lebih sering mengalami sakit saat kencing. Suatu hal yang cukup sering saya dapatkan ialah bahwa tisu yang digunakan oleh wanita setelah kencing atau diselipkan di antara paha untuk menjaga supaya tidak basah dapat mencetuskan ISK atau eksem. Maka sebaiknya jangan menggunakan tisu, karena mungkin saja kualitasnya kurang baik, sehingga kebersihannya tidak terjamin atau dapat pula ia mengandung zat-zat kimia yang merangsang daerah sensitif itu. Singkatnya, janganlah meremehkan anyang-anyangen.

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

Advis Medis - Bahasa Kita - Cermin - Halaman Hijau - Kelirumologi - Usut Asal
Air & Udara - Flona - Infotekno - Langlang - Perkara - Terapi - Terapi Alternatif - Terawang/Cukilan Buku
Warna - Jeda - Dialog


Counter by Pandawa

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej