|
|
September 2001 Jeda |
|
Tukang Becak Gajah Selama hampir 7 tahun saya mengajar bahasa Indonesia bagi orang asing di Salatiga. Rata-rata saya mengajar peserta dewasa yang berasal dari Amerika, Korea, Jepang, Kanada, Australia, dan sebagainya. Banyak hal lucu ketika para peserta mulai praktik berbicara dalam bahasa Indonesia, terutama menyangkut pengucapan.Suatu hari ada peserta wanita yang dengan berseri-seri bercerita kepada saya. "Bu Elly, tadi saya naik becak. Tukang becak itu gajah sekali!" Wah, saya sempat bingung, gajah menjadi tukang becak? Baru kemudian saya mengerti, dia bermaksud mengatakan, "Tukang becak itu gagah sekali." Yang lebih heboh terjadi di dalam kelas ketika saya sedang mengajar. Tiba-tiba seorang peserta pria berdiri dan meminta izin pada saya. "Bu, bolehkah saya membuka celana itu?" Apa lagi ini? Ternyata, ia bertanya "apakah boleh membuka jendela?", karena dia merasa kepanasan. Celana - jendela, memang dekat sekali pengucapannya. Saya pernah meminta mereka bercerita tentang perjalanan ke Indonesia dari negara asal mereka. Ada peserta yang dengan mantap berkata, "Dari Brisbane ke Denpasar saya naik perawat terbang!" Namun, yang paling sering terjadi adalah salah ucap antara kata "pisang" dan "pusing". "Aduh, setiap hari ada banyak PR, kepala saya pisang!" Memang banyak hal lucu seperti itu saya temui. Namun, saat itu saya tidak tertawa. Kalau saya tertawa, mereka akan malu dan tidak mau mencoba berbicara dalam Bahasa Indonesia lagi. Biasanya setelah saya jelaskan tentang kesalahan itu, barulah kami tertawa terbahak-bahak bersama-sama. Karena kesalahan-kesalahan demikian pula mereka biasanya menjadi lebih cepat hapal kata-kata tersebut. Inilah metode pembelajaran "Learning by (funny) mistake!" (Elly Palisungan) Artikel Jeda lainnya: |
|||||
|
Advis
Medis - Bahasa Kita - Cermin
- Halaman Hijau - Kelirumologi
- Usut Asal |