globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Januari 2001

Selamat Tahun Baru, Selamat Memasuki Abad XXI dan Millenium III

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Heroisme Belibis 

Beberapa waktu silam, untuk kepentingan perluasan areal tanaman sereh wangi di Kec. Mangkutana, Kab. Luwu, Sulawesi Selatan, padang ilalang dibakar. Rupanya padang itu menjadi tempat bertelur burung-burung belibis, alias undan menurut bahasa setempat. Terjadilah pemandangan dramatis itu.

Lidah-lidah api dengan lahap melumat ilalang tebal dan kering itu. Dari celah lidah-lidah api seekor belibis berjuang melindungi telur-telur yang tengah dieraminya. Dengan kepala tegak ia menyongsong kobaran api. Mematuk-matukkan kepalanya ke sana-kemari, sesekali dengan kepakan sayapnya tanpa sedikit pun beranjak meninggalkan telurnya.

Saya tak berpikir akan memadamkan api yang sudah telanjur besar. Selain sangat panas, saya yakin burung itu tentu akan terbang. Ternyata tidak.

Ketika api telah menjalar lebih jauh, saya mendekat memastikan keadaan burung itu. Tampak kepalanya masih tegak menantang, dengan bulu-bulu gundul, hangus. Ia masih duduk di atas telur-telurnya. Ia mati. Saya terhenyak, terpukul, sebuah perjuangan heroik baru saja berlangsung. (Silmi Djafar)

Active Channel

© 1996 - 2000 Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

Counter by Pandawa

Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej