|
|
Bulan Januari 2001
|
|
BUNGKER,
dulu rahasia, kini terbuka
Bangunan bungker terletak di arena Taman WilhelmstraBe, tempat sebagian
besar bangunan pemerintah berada. Juga ditemukan sejumlah lorong penghubung
di bawah tanah, dan bungker-bungker kecil di lain tempat di Berlin, salah
satunya bungker Leibstandarte.
Fuhrer Bungker (Bungker Hitler) di An der Kolonade, Berlin, Jerman, dibangun
tahun 1936 di taman kedutaan yang lama (Alte Reichskanzlei). Tahun 1943
perusahaan Hochtief membangun bungker baru yang dihubungkan dengan tangga ke
bungker buatan 1936 (disebut Vorbunker).
Belakangan bungker 1943 dikenal sebagai bungker Hitler (Fuhrer Bunker),
karena di dalamnya ditemukan jasad Eva dan Adolf Hitler, pada 30 April 1945.
Menurut cerita Gertraud Weisker, kemenakan Eva Braun kekasih Hitler, dalam
buku bertajuk Eva's Cousin karya Sibylle Knauss, Hitler dan Eva
menikah dalam bungker bawah tanah semasa kekuasaan "Der Fuhrer"
menjelang senja. Tragisnya, beberapa jam kemudian, mereka bunuh diri!
Tahun 1988 penguasa Jerman Timur (situs bungker masuk teritori Jerman Timur,
dekat Tembok Berlin) mulai menghancurkan sisa atap bungker
"Vorbunker" 1936, setebal 2,5 m. Akhirnya, di area seluas 1.800 m2
itu didirikan gedung pemerintah yang baru, juga Holocaust Memorial, yang
menjadi tempat rekreasi. Di sana pun dibangun arena bermain anak. Kini,
situs bungker dan bekas makam Hitler, sebagai sisa sejarah setengah abad
silam tinggal kenangan.
Jadi museum perang
Lain lagi ceritanya dengan bungker di Skotlandia. Scotlandia's Secret Bunker
(www.secretbunker.co.uk), bungker nuklir seluas 2.000 m2, 30 m di
bawah permukaan tanah itu dijadikan museum perang dan terbuka untuk umum,
sejak 1993.
Tidak jauh dari St. Andrews di Troywood, Fife, Underground Nuclear Command
Centre ini dibangun 30 m di bawah tanah pertanian untuk menahan serangan
udara. Dalam dinding beton setebal 4,5 m, 300 orang dapat hidup, bekerja,
dan tidur dengan aman.
Dari luar cuma nampak sebuah rumah petani Skotlandia, padahal itu
sesungguhnya gardu/rumah jaga. Ada beberapa bungker dengan variasi ukuran,
dan Bungker Skotlandia salah satu yang terbesar. Begitu memasuki labirin
(lorong dengan banyak persimpangan), lalu menyusuri terowongan sepanjang 150
m, dari bangunan rumah petani tadi menuju bungker. Di tengah lorong itu
terdapat pintu baja tahan ledakan bom.
Bungker memiliki fasilitas penyedia air bersih dan pembangkit listrik
darurat yang mampu memasok listrik ke desa pantai di Fife! "Plant
Room" menjadi filter terhadap partikel radioaktif, kuman, gas, dan
senjata biologi. "Plant room" menggerakkan 1.500 m3
udara setiap menit. Ada smoke system yang dapat membersihkan asap
rata-rata 2.200 m3 per menit, serta sistem deteksi kebakaran yang
beroperasi 24 jam. Sistem pengatur udara ruangan pun siap. Bisa pilih sejuk,
hangat, lembap atau kering, dsb. Bungker bisa mempertahankan suhu natural 18
oC dengan variasi kecil.
Di ruang komunikasi tersedia 2.800 saluran ke luar dan 500 saluran internal.
Studio BBC disiapkan untuk menyiarkan kabar darurat ke seluruh masyarakat
Skotlandia. Ada bioskop, kafetaria, toko cinderamata, area permainan
elektronik untuk anak-anak. Ada kantor layanan gawat darurat, penasihat
teknik, ruang pertemuan.
Begitu pula bungker Greenbrier siap menunggu kedatangan Anda. Dulunya,
bungker era Eisenhower ini dirancang bagi anggota Kongres dan staf, untuk
mengantisipasi serangan nuklir. Luasnya 10.000 m2, berada 210 -
240 m di bawah resor Greenbrier, landmark sejarah nasional. Resor
berada di White Sulphur Springs, West Virginia, sekitar 250 mil barat daya
Wangshington, D.C.
Ketika pemerintahan menonaktifkan bungker, fasilitas seperti perabotan dan
perlengkapan dilenyapkan. Namun, Greenbrier telah membuat replika persis
aslinya, dan siap ditawarkan sebagai objek wisata. Ada kafetaria, asrama,
ruang "karantina", klinik termasuk kamar bedah, ruang majelis dan
senat, ruang pembangkit listrik. Fasilitas penampungan air bersih dan sistem
penyaring udara. Ada juga unit pemusnah limbah beracun, serta
"krematorium". Belum lagi studio TV, radio dan ruang komunikasi,
serta kamar makan, dsb.
Sementara di Carp, sekitar 5 km barat Ottawa, ibukota Kanada, tersembunyi
bungker Diefenbunker. Sejak Juni 1998 bungker ini menjadi Museum Perang
Dingin Kanada yang terbuka untuk umum. Di bawah lahan pertanian di Ottawa
Valley, bungker Kanada ini dioperasikan tahun 1961. Selama 33 tahun, bungker
menjadi Central Emergency Government Headquarter for Canada. Pemerintah
menonaktifkannya tahun 1994.
Berdiri di atas area 9.000 m2, museum "bungker" perang
punya sejumlah ruang khusus. Antara lain, CBS Radio Studio, Bank of Canada
berpintu besi setebal 0,5 m, kamar tidur perdana menteri dan gubernur
jenderal, ruang dapur, dan kafetaria 24 jam.
Sebuah terowongan besar terbuka pada kedua ujungnya. Memang cukup besar
sehingga bisa dilewati mobil dan truk kecil. Tepat di tengahnya terdapat
pintu baja raksasa antiledakan. Dan, satu lagi jalan masuk ke bungker berupa
"pintu khusus" yang hanya bisa dibuka pada keadaan krisis. Ada
fasilitas air bersih, komunikasi, pengontrol kebakaran. Empat generator
diesel cadangan berkekuatan 327 kw mampu mensuplai listrik saat terjadi
bencana nuklir.
Bungker terdiri atas empat lantai (ke bawah), dan mampu menampung 400 orang.
Di lantai teratas (Lt. IV) ada kamar gubernur jenderal, pintu masuk, ruang
"karantina", terowongan, rumah sakit, pintu darurat, dan penjara.
Di Lantai III ada CBS studio, kamar PM, pusat penerangan pemerintah. Lantai
dua terdapat ruang mesin, dan lantai paling bawah (Lt. I) terdapat dapur,
ruang makan, kamar mati, Bank of Canada, tempat bahan bakar diesel, dan
tanki pemadam kebakaran.
Sementara di Inggris, pintu bungker disamarkan dalam bentuk bungalo
sederhana. Bungalo di Kota Essex, Inggris, itu berhasil menyembunyikan
bungker rahasia selama 40 tahun. Selama era Perang Dingin, terancam nuklir
Rusia, pemerintah Inggris membangun bungker untuk berlindung. Bungalo itu
sesungguhnya merupakan gardu/rumah jaga. Kini, bungker berubah fungsi dan
tidak rahasia lagi, juga dibuka untuk umum.
Begitu masuk gardu jaga, terdapat terowongan 30 m di bawah permukaan tanah.
Bungker terbalut 40.000 ton beton tebal dan kuat, dirancang untuk berlindung
masyarakat sipil di saat perang. Dengan fasilitas air bersih, penyaring
udara, pendingin/ penghangat, dan generator, bungker ini mampu
"menghidupi" 600 personel terpisah dari dunia luar selama sekitar
3 bulan. Di sini juga tersedia saluran telepon dua arah dan komunikasi
radio.
Bungker untuk "rumah" server
The Bunker (nama komersial baru) merupakan bungker nuklir betulan, dulunya.
Bekas markas RAF (Royal Air Force), sekaligus bekas stasiun radar RAF, itu
dibangun 1951, dan selesai dalam dua tahun. Bangunan ini aktif digunakan
hingga 1965. Sempat dibeli Civil Aviation Authority, dan stasiun radar terus
difungsikan hingga 1981.
Kemudian tahun 1982 RAF mengambil alih kembali The Bunker (www.thebunker.net).
Dua bungker baru dibangun untuk fasilitas listrik, air, dan menyimpan bahan
bakar. Pembangunannya sempat terhenti tahun 1989.
Tahun 1998, bekas markas militer, termasuk bungker anti-nuklir bawah tanah
ini diakuisisi oleh A. L. Digital (Telecommunication) Ltd. Ruang puluhan
meter di bawah tanah yang terlindung dinding beton setebal 3 m itu
dimanfaatkan oleh perusahaan Internet untuk menyimpan server
Internet. Ini dilakukan demi mengamankan data-data penting. Aman dari
ledakan, serangan teroris, gelombang elektromagnetik, HERF (High Enegry
Radio Frequency), dan panas matahari. Barangkali ini hanya ada di Sandwich,
Inggris, di mana lebih dari 100 situs Web di Inggris terlindung dalam server
yang berada 90 m di bawah permukaan tanah.
Dengan uang 15.000 ponsterling per server, penyewa mendapat
lingkungan yang terlindung pagar listrik, pintu antibom, dinding beton
setebal 5 m. Ada petugas keamanan dan perlengkapan CCTV. Bahkan, tersedia
ruang "karantina". Sementara generator diesel menjamin seluruh
fasilitas berjalan semestinya tanpa tergantung dunia luar.
Bungker "Saddam" antinuklir
Soal bungker juga sempat populer semasa bergolak Perang Teluk (1990 - 1991).
Presiden Irak Saddam Hussein pernah diberitakan sembunyi di bungker bawah
tanah. USA Today sempat mereka-reka bentuk bungker yang muat 1.200
tentara, dan bungker tempat kediaman Saddam.
Bahkan Sunday Times pernah melaporkan, setiap gedung pemerintah di
Baghdad dilengkapi bungker. Sebuah kompleks di bawah Istana Abu Ghuray
dikabarkan mempunyai 60 - 70 kamar, termasuk kamar tidur, ruang makan, dan
ruang komunikasi sedalam 4,5 m di bawah tanah. Dilengkapi dekorasi, termasuk
permadani Persia, dan lukisan di langit-langit.
Meski Istana Baghdad diporakporandakan bom AS, saat Perak Teluk berkecamuk,
dinding, atap, dan dasar bungker setebal dua meter terbuat dari beton kokoh,
tak rusak. Pintu terbuat dari baja setebal 30 cm. Ada sarana tangga berjalan
untuk jalan keluar, dan luasnya 1.800 m2.
Majalah Spanyol Interviu melaporkan, Presiden Saddam tidur di ranjang
bundar. Di dalam bungker kediaman Saddam, tulis Bild on Sonntag,
tersedia makanan dan obat-obatan penuh sampai atap dan sekitar 25 orang bisa
hidup dalam bungker lebih dari satu tahun. Bungker dibangun dengan dana
lebih dari AS $ 100 juta sekitar tahun 1970-an dan 1980-an.
Kantor berita AFP mengutip orang Irak di pengasingan (Eropa)
mengungkapkan, bungker Saddam Hussein itu sangat luas. Bahkan bagaikan
"kota mini" yang tahan bom. Bungker itu, kabarnya, dirancang
insinyur Jerman Timur dan dibangun tahun 1980-an, saat Irak terlibat perang
melawan Iran. Meski perancangnya orang Jerman Timur, tapi pelaksana bangunan
tetap orang Irak. Untuk menjamin kerahasiaannya.
Dalam bungker itu tersedia ruang olahraga dilengkapi sauna. Bahkan, ada patio
lengkap dengan tanaman buatan, sehingga menyerupai taman. Untuk mencapai ke
tempat itu digunakan mobil listrik.
Sementara itu The Washington Times pernah melaporkan, Rusia masih
melanjutkan program Perang Dingin, dengan membangun sejumlah bungker, jalan
KA, dan pos-pos komando jauh di bawah tanah untuk membantu para pemimpin
Moskwa melarikan diri dari ibu kota dan bertahan dari serangan nuklir. Jalan
KA bawah tanah kabarnya terhubung ke kediaman Boris Yeltsin di luar Moskwa.
India yang berselisih dengan Pakistan atas Kashmir, tulis The Tribune,
membangun 2.000 bungker di perbatasan Kargil, Kashmir, untuk melindungi
warga sipil dari serangan Pakistan. Pembangunannya selesai akhir 1999.
Di kawasan konflik Yugoslavia, misalnya, warga selalu siap di mulut bungker
di berbagai tempat. Sehingga, sewaktu-waktu, terutama bila sirene tanda
bahaya udara meraung-raung, mereka pun berebut masuk tempat perlindungan di
bawah tanah itu untuk menghindari serangan NATO.
Sementara The Jerusalem Post pernah menulis, sejumlah besar baja dan
semen diangkut ke Gaza dari Israel. Gosipnya, Pemimpin PLO Yasser Arafat
sedang membangun bungker di Gaza. Namun, ternyata Arafat tak membangun
perlindungan di bawah tanah untuk dirinya, melainkan membangun tempat
menyimpan amunisi dan senjata di bawah tanah.
Lalu, bagaimana tentang rumor bungker keluarga Cendana? Setelah 18 rumah di
sekitar kawasan Cendana diperiksa, tidak juga ditemukan bungker yang
disebut-sebut ada di rumah mantan Presiden RI, Soeharto. |
|
|
© 1996 - 2000 Intisari Online
|