|
|
Bulan Januari 2001
|
|
PROFESI MAHAL ZAMAN GLOBAL Internet laksana lokomotif raksasa. Apa pun bisa dihelanya. Di antaranya pendesain situs web, salah satu kunci dari Internet. Tanpa situs web, Internet ibarat buku tanpa isi. Ada tapi tak bermakna.
World Wide Web (ada yang
mengindonesiakannya menjadi Jejaring Jagad Jembar, JJJ) memang media
informasi yang bebas dari batasan geografis dan waktu. Sifatnya yang dinamis
dan kadang interaktif membuatnya lebih menarik dibandingkan dengan media
informasi lain. Pesatnya pertumbuhan media informasi maya ini tentu
membutuhkan sumber daya manusia yang khusus menangani bagaimana informasi
itu dikemas. Tentu dengan catatan tambahan, bisa menarik orang untuk
(setidaknya) melihatnya. Syukur, jika kemudian tertarik membacanya.
Web master bukanlah profesi
Berbeda dengan media konvensional yang tidak memerlukan alat bantu dalam
membacanya (kecuali kacamata bagi yang membutuhkan), media Internet
membutuhkan alat bantu. Setidaknya, seperangkat komputer yang punya akses ke
Internet. Ini tentu membuat kegiatan membaca tidak praktis. Ketidakpraktisan
itulah yang membuat media konvensional tidak bisa dilibas. Mereka hanya bisa
bersinergi.
Membaca di layar monitor terbatas oleh waktu akibat beberapa hal. Salah
satunya pancaran radiasi dari layar. Selain itu, koneksi Internet tidak
gratis. Diirit bisa, semisal dengan mengaktifkan menu offline.
Batasan-batasan itu membuat content web harus enak dipandang dan
perlu dibaca.
Ada banyak profesi terlibat dalam membentuk konsep enak dipandang dan perlu
dibaca itu. Jika Anda perhatikan lowongan kerja di media cetak akhir-akhir
ini, banyak dibutuhkan profesi yang berembelkan web. Ada web
designer, web programmer, web administrator, web master,
maupun web developer. Jika tidak paham dengan dunia Internet, profesi
tadi tentu menimbulkan tanda tanya. Juga kebingungan. "Saya sendiri
sering bingung dengan istilah-istilah di iklan-iklan," tandas Yayan
Sopyan dari Agrakom, perusahaan jasa Internet dan pengelola detik.com.
Dari beberapa kategori tadi, Yayan hanya memilah menjadi tiga, web
designer, web aplication developer, dan web administrator.
"Saya tidak mengkategorikan istilah web master sebagai profesi.
Menurut pemahaman saya, web master adalah predikat atau julukan buat
orang yang sangat ngelotok mengenai semua yang berhubungan dengan web."
Web designer bertugas mendesain halaman web (web page).
"Dia terlibat langsung untuk menggarap, mengeksplorasi, dan
mengimplementasikan tata letak dan artistik halaman web serta aspek
komunikasi dari keduanya," tegas Yayan. Selain itu, ia berperan dalam
memperhitungkan beberapa sisi teknis. Contohnya adalah kompatibilitas browser
(peranti lunak untuk menjelajahi Internet) atas desain itu dan kecepatan downloading
halaman tersebut. Si perancang berkontribusi untuk turut memberi pilihan background,
jenis huruf, gambar dan ukuran file, misalnya.
Sementara profesi web application developer bertugas mengembangkan
aplikasi-aplikasi komputer berbasis web. Misalnya, si web
developer-lah yang membuat aplikasi chat (ruang mengobrol di
Internet), forum, content management, kalkulator, dsb.
Sedangkan profesi terakhir dalam kategori Yayan, web administrator,
bertugas mengadministrasikan situs web. Dia bertanggung jawab men-set-up
situs web, mengatur atau menata berbagai hal yang berkaitan dengan web
server. Dia juga bertanggung jawab mengelola semua informasi mengenai
sebuah situs web dengan menganalisis log file-nya sehingga
akan didapat data seberapa banyak orang mengakses sebuah situs web,
dan sebagainya. Dia yang mengatur directory mana saja yang boleh
diakses oleh umum dan directory mana saja yang untuk user
tertentu.
Bisa bikin bekal sendiri
Meski Internet sudah lahir cukup lama, di Indonesia profesi tadi baru muncul
belakangan. Pendidikan formal pun belum menjangkaunya. Kalaupun ada, ya
masih ditebengkan pada jurusan yang berbau-bau teknologi informasi. Gerak
pendidikan formal memang agak lambat. Berbeda dengan pendidikan nonformal
yang jeli menangkap peluang.
Namun, bekal untuk terjun ke rimba profesi web bisa dibikin sendiri.
Tentu untuk itu perlu disiplin tinggi dan melalui trial and error
yang panjang. Yayan memberi sedikit pengetahuan tentang bekal yang harus
disiapkan untuk profesi-profesi itu.
Seorang web designer, sesuai namanya, sangat dituntut untuk mempunyai
cita rasa artistik yang bagus. "Lebih dari sekadar pengetahuan dan
keterampilan dalam mengolah grafik," kata Yayan. Seperti perancang di
bidang lain, web designer juga harus paham aspek komunikasi dari
sebuah desain. Diharapkan, hasil desainnya bisa user friendly dan
tepat sasaran.
Lagi-lagi, itu pun tidak cukup. Seorang web designer juga harus
mengerti beberapa bahasa scripting sederhana yang lazim
diimplementasikan di web seperti Hypertext Mark-up Language (HTML)
dan scripting client-side (javascript, vbscript). Tak kalah penting,
mengerti dasar-dasar proses komunikasi antara sebuah komputer dengan sebuah server.
Dengan begitu, desain rancangannya sangat mempertimbangkan seberapa mudah web
page-nya untuk di-download.
Seorang web application developer jelas harus punya bekal di bidang
pemrograman dengan bahasa apa pun yang memungkinkan aplikasi web
dapat dibuat dan dijalankan. Tentu, pengetahuan dan keterampilan HTML dan scripting
client-side saja sangat tidak cukup.
Seorang web administrator harus punya bekal pengetahuan dan kemampuan
mengadministrasikan sistem, jenis-jenis server, infrastruktur, dan
hal ihwal yang berkaitan dengan computer networking. Paling tidak
yang berkaitan dengan web.
"Di lapangan, saya melihat, mereka yang berlatar belakang pendidikan
formal desain - misalnya - hanya tinggal ditambah pengetahuan mengenai
spesifikasi dan karakteristik web sebagai media, sudah cukup menjadi
bekal untuk berkembang. Begitu juga yang berlatar belakang pendidikan formal
TI (Teknologi Informasi - Red.). Saya melihat, justru kesempatan
untuk belajar sendiri yang cukup membantu mereka untuk meningkatkan
profesionalitasnya.
"Belajar, dalam arti tidak terbatas pada mengakses
pengetahuan-pengetahuan baru, melainkan juga melakukan eksperimen-eksperimen
inovatif sendiri. Itu sebabnya, misalnya, di Agrakom kesempatan untuk
belajar sendiri, mengeksplorasi pengetahuan dan kemampuan baru, maupun
melakukan eksperimen-eksperimen dibuka lebar bagi semua staf," tutur
Yayan.
Butuh expertise
Sebagai profesi baru yang rimbanya belum jelas, tantangannya tentu banyak.
Namun, bagi yang ingin berkiprah di dalamnya jangan berkecil hati. Menurut
Yayan, tantangan bagi mereka yang terlibat dalam pengembagan situs web
adalah membangun situs yang komunikatif dan user friendly,
serta tepat guna. Artinya, mereka harus mampu memilah, memilih, dan
mengimplementasikan (untuk web administrator berarti me-maintain)
keterampilan, seni, teknologi (baik hardware maupun software).
Tampaknya gampang, ya? "Namun pada praktiknya, sejauh yang saya alami,
hal itu membutuhkan expertise," ungkap Yayan. Perkembangan
teknologi yang begitu pesat, serta kemudahan mendapatkan pengetahuan lewat
Internet di satu sisi sangat membantu mereka yang ada di profesi-profesi ini
dalam menambah 'amunisi' untuk bekerja dan berinovasi. Tapi, di sisi lain
semua itu juga bisa menjadi sebuah godaan besar yang membuat mereka terjebak
menghasilkan karya atau produk yang kacau balau.
Dengan makin maraknya Internet sebagai media komunikasi, prospek profesi web
tidak terbatas kepada perusahaan "dotcom". "Jika yang
dimaksud dengan perusahaan 'dotcom' adalah perusahaan-perusahaan yang bisnis
utamanya portal, maka saya bisa pastikan, prospek mereka bukan hanya di
situ," tandas Yayan. Menurut dia, prospek profesi ini justru terletak
pada kepercayaan masyarakat zaman ini terhadap Internet sebagai cara
berhubungan antara orang dengan orang, antara orang - bisnis, ataupun bisnis
- bisnis.
Terasa benar, Internet tak bisa direm. Dia terus melaju ke posisi sebagai
alat dan wahana yang sangat dipakai banyak orang untuk berbagai keperluan.
Artinya, tempat bekerja mereka bukan melulu di portal-portal. Perusahaan
pengembang web yang masih akan terus tumbuh maupun
perusahaan-perusahaan umum lainnya juga makin hari makin menyadari, tak bisa
mengelak dari kebutuhan untuk bisa terhubung ke Internet sebagai ladang
subur mereka.
Karena tempat mencangkul mereka sudah subur, hasil tuaian bisa dipastikan
berlimpah. Dalam bahasa santun, gaji mereka juga lumayan (baca Ini Lo
Standar Gajinya). Menurut Yayan, itu tergantung pada expertise,
jam terbang, dan kelangkaan. "Saya kira Anda juga dengar, di awal tahun
ini terjadi boom perusahaan 'dotcom' di sini. Satu-dua di antaranya
cukup jor-joran dalam menawarkan gaji. Namun saya yakin, akhir tahun ini
harga pasar gaji profesi ini akan lebih stabil dan terkendali. Ini mulai
tampak saat gelembung trend perusahaan 'dotcom' meletus beberapa
bulan lalu," analisis Yayan.
Apalagi pasar untuk profesi web di Indonesia masih besar. "Tapi,
ada sedikit catatan, di pasar yang dicari adalah profesional non-kutu
loncat. Anda tahulah, langkanya profesi ini membuat satu perusahaan
mengiming-imingi gaji yang lebih besar ketimbang perusahaan lain. Ini godaan
bagi orang untuk menjadi kutu loncat," Yayan mengingatkan.
Anda tertarik? (Yds. Agus Surono)
Boks: Ini Lo Standar Gajinya |
|
|
© 1996 - 2000 Intisari Online
|