|
|
Bulan Januari 2001
|
|
BERLATIH MENDENGARKAN INTUISI
Ibu Katrin, guru kelas enam, sedang
menimbang-nimbang, apakah akan menerima atau tidak, promosi menjadi kepala
sekolah? Pekerjaan itu jelas menantang, namun ia khawatir waktu bagi
keluarga akan semakin tersita. Lisna, manajer Pengembangan Sumber Daya
Manusia, sudah berminggu-minggu mengangankan pekerjaan baru yang lebih
"menggairahkan". Anton yang baru di-PHK berpikir, barangkali ini
saat terbaik untuk memulai berwirausaha. Bimantoro, sang insinyur, berniat
coba-coba bekerja di bidang lain namun tetap bisa memanfaatkan keahliannya
di bidang teknik.
"Ketika akan membuat keputusan sangat penting, entah dalam menentukan
pasangan hidup atau pilihan profesi, keputusan harus datang dari bawah
sadar", demikian nasihat tokoh legendaris Sigmund Freud.
Intuisi ternyata merupakan sarana ampuh untuk memecahkan masalah, baik karir
maupun kehidupan pribadi. Terbukti, para pengambil keputusan jitu, yang
berhasil mengambil keputusan secara efisien, efektif, dan bijaksana, selalu
mengkombinasi kekuatan intuisi dengan berpikir analitisnya. Masalahnya,
bagaimana membina kekuatan intuitif ini sehingga dapat didayagunakan?
Kembangkan kemampuan intuisi dasar
Rupanya, awal dari segalanya adalah keyakinan. Yakini bahwa Anda mempunyai
intuisi dan menghargai intuisi itu. Yakini Anda mampu mengetuk intuisi itu,
dan benar-benar berniat mengembangkannya. Yakini, informasi yang diperlukan
akan Anda peroleh dari intuisi Anda.
Berlatih relaksasi. Ketika tubuh dalam keadaan santai, pikiran pun
akan mengendur. Ini memungkinkan frekuensi gelombang otak diperlambat,
sehingga pikiran bawah sadar akan berfungsi lebih aktif.
Cari waktu dan tempat untuk menyendiri pada saat-saat tertentu supaya
"suara hati" bisa lebih terdengar. Lepaskan segala perasaan
dan pikiran negatif yang memblokade energi. Buat diri Anda berpikir positif.
Ganti pikiran negatif dengan pernyataan atau khayalan yang lebih positif.
Bersemedi. Ini membantu Anda memasuki kondisi kesadaran yang lebih
dalam, di mana jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Anda akan datang lebih
mudah. Anda bisa bersemedi lewat berbagai sarana, misal api lilin, mantra,
ungkapan tanpa arti, atau bahkan nama Anda sendiri.
Intuisi menghubungkan kita ke suatu database raksasa. Karenanya,
untuk memperoleh jawaban spesifik pertanyaan yang diajukan pun harus
spesifik. Sebagai contoh, Tiur sedang bertanya-tanya dalam hati, apakah
sebaiknya ia pindah ke Surabaya saja menyusul tunangannya? Maka janganlah ia
bertanya, "Haruskah saya pindah?", namun "Haruskah saya
pindah ke Surabaya?" Kalau jawabannya, "ya", baru informasi
berikutnya ditanyakan, "Haruskah saya pindah bulan ini atau akhir
tahun?"
Beberapa teknik pemecahan masalah
Memprogram mimpi. Katakan pada diri sendiri, "Saya ingin
bermimpi tentang informasi yang akan memecahkan masalah ini", dan
"Saya akan bermimpi tentang itu, akan mengingatnya dan
memahaminya." Mimpi biasanya datang dalam bahasa atau perlambang yang
dapat dimengerti. Amati rangkaian peristiwa dalam mimpi itu, dan perasaan
Anda di saat mimpi itu berakhir dan Anda terjaga. Catat pertanda-pertanda
yang terjadi dalam diri Anda maupun yang eksternal, yang terjadi keesokan
harinya.
Bikin gambar coretan. Tuliskan pertanyaan yang ingin Anda ketahui
jawabannya. Di bawah pertanyaan itu, gambarlah apa pun yang terlintas pada
pikiran Anda dan yang mengalir begitu saja lewat tangan Anda. Terus
menggambar hingga tak ada lagi yang ingin ditambahkan. Kini lihat makna di
balik gambar dan simbol itu. Catat urutan pembuatan gambar dan simbol itu.
Perhatikan pikiran dan perasaan Anda saat mengamati gambar.
Olahraga. Ajukan satu pertanyaan pada intuisi Anda sebelum
berolahraga. Kemudian fokuskan diri pada olahraga. Perhatikan berbagai
isyarat yang muncul selama dan setelah olahraga.
Bikin catatan mimpi. Luangkan waktu sekitar 20 menit untuk menuliskan
segala sesuatu yang ingin, telah atau sedang dikerjakan. Ciptakan orang,
perasaan, dan tempat yang ingin dikunjungi. Anggap semuanya serba mungkin.
Tak perlu mempertimbangkan soal keamanan atau finansial. Perhatikan apa
tema-tema besar yang muncul dalam mimpi Anda setelah itu.
Memprogram sukses sehari. Santai di tempat tidur sebelum bangun pagi.
Bayangkan di layar batin, sehari yang penuh dengan kesuksesan. Pasang jam
pada layar itu dan secara batin gerakkan jarumnya jam demi jam dari pagi
hingga hari berakhir. Mainkan "bioskop batin" itu, dengan Anda
sebagai sutradaranya. Dalam bioskop digambarkan bagaimana segala sesuatu
berjalan dengan lancar dan sukses. Gunakan teknik ini untuk berlatih secara
mental sebelum menjalani wawancara untuk suatu pekerjaan atau hal lain yang
diidamkan.
Buat catatan harian. Setiap hari catatlah gagasan, perasaan, dan
firasat Anda. Perhatikan apa yang ditulis dan perasaan Anda saat menulisnya.
Catat pikiran dan perasaan yang muncul saat Anda selesai. Anda akan
mengetahui beda antara firasat berdasarkan intuisi dan gagasan berdasarkan
perhitungan.
Latihan amat perlu. Makin banyak Anda berusaha mendengarkan dan
memperhatikan intuisi, semakin tinggi kemampuan Anda untuk mendengarnya.
Maka luangkan waktu barang lima menit setiap hari untuk mendengarkan
intuisi. Mintalah bantuan, dukungan, petunjuk, apa pun, kepada intuisi Anda.
Percayalah, Anda akan memperoleh jawaban. (SMC-17536/Rye) |
|
|
© 1996 - 2000 Intisari Online
|