|
|
Bulan Januari 2001
|
|
JALAN KAKI , SEHAT TANPA CEDERA Jalan kaki merupakan olahraga murah tapi menyehatkan. Bahkan, bisa bikin langsing. Risiko cedera pun amat kecil.
Banyak alasan seseorang melakukan latihan jalan
kaki. Tahu atau tidak alasan sebenarnya, umumnya mereka menyatakan alasan
kesehatan. Benar! Jalan kaki memang memberi manfaat kesehatan pada jantung,
otot dan persendian, tulang, metabolisme, bobot badan, dan pikiran.
Segudang manfaat
Berolahraga jalan kaki secara teratur bisa menguatkan jantung dengan
meningkatkan efisiensinya. Latihan jalan kaki, yang dilakukan seumur hidup,
juga menurunkan risiko serangan jantung dan penyakit pembuluh-pembuluh
koroner.
Jalan kaki kebugaran juga menguatkan otot-otot, ligamen, tendon, dan tulang
rawan, serta mengencangkan otot-otot kaki. Jalan kaki pun menguatkan tulang.
Khusus pada wanita muda, jalan kaki dapat memperlambat terjadinya
osteoporosis (keropos tulang).
Dengan jalan kaki teratur sistem dalam tubuh menjadi lebih baik dalam
pengaturan gula darah. Karenanya, banyak penderita diabetes mellitus
dapat mengurangi kebutuhan insulin bila mereka melakukan latihan jalan kaki.
Jalan kaki pula yang merupakan olahraga ideal untuk menjaga bobot badan,
karena dapat meningkatkan penggunaan kalori, mengendalikan nafsu makan, dan
membakar lemak. Kalau jumlah kalori yang kita gunakan untuk jalan kaki sama
dengan yang kita konsumsi, kita dapat memelihara bobot badan. Jika kalori
yang terbakar lebih banyak dari yang kita konsumsi, kita bisa menurunkan
bobot badan. Yang tak kalah pentingnya, jalan kaki dapat meningkatkan
gambaran diri serta mengurangi depresi (susah berkepanjangan) dan kecemasan.
Olah raga ini mempunyai manfaat kurang lebih sama dengan joging, tetapi
pembebanan pada badan lebih kecil. Ketika melakukan joging, kedua kaki kita
terangkat dari tanah pada setiap langkah, yang dapat memaksa badan kita
menyerap benturan dengan kekuatan 3 – 4,5 kali bobot badan kita.
Sebaliknya, saat jalan kaki salah satu kaki selalu di tanah, dan ketika kaki
mendarat benturannya kurang lebih 1,25 kali bobot badan kita. Jadi, risiko
cedera pada jalan kaki lebih kecil. Perbedaan lainnya, jalan kaki memberikan
hasil lebih lambat dibandingkan dengan joging. Untuk mendapatkan manfaat
yang sama perlu waktu lebih lama.
Hasil penelitian menyatakan, nilai aerobik jalan kaki termasuk baik.
Penelitian di Universitas Wake Forest Carolina Utara pada 1971 menunjukkan,
terjadinya peningkatan 18% dalam konsumsi oksigen serta penurunan bobot
badan dan lemak pria tengah baya yang melakukan program jalan kaki selama 20
minggu.
Sementara, penelitian di Universitas Massachusetts pada 1987 melaporkan, 67%
pria dan 91% wanita yang diteliti dapat mencapai denyut nadi dalam zona
latihannya pada waktu mereka jalan 1,6 km secepat-cepatnya dapat mereka
lakukan. Penelitian menunjukkan pula bahwa pria dan wanita yang telah
mencapai puncak kebugaran dapat memperoleh manfaat aerobik dari jalan kaki.
Latihan yang baik
Bila kita telah menetapkan jalan kaki sebagai olahraga kita, sebaiknya kita
mengetahui frekuensi latihannya, kecepatan jalan kakinya, dan lamanya
melakukan latihan. Kita harus mengetahui takaran latihan ini agar tidak
mudah mengalami cedera dan dapat meningkatkan daya tahan (endurance)
jantung dan peredaran darah kita.
Frekuensi yang baik untuk jalan kaki paling sedikit tiga kali seminggu
(tidak pada hari-hari yang berurutan). Lebih baik lagi bila kita berlatih 4
– 5 kali per minggu.
Intensitas latihan juga harus cukup. Yang dimaksud intensitas di sini adalah
kecepatan kita harus berlatih jalan kaki agar mencapai zona latihan, yakni
ketika denyut nadi kita mencapai 60 – 80% denyut nadi maksimum (220
dikurangi umur dalam tahun). Rata-rata, kecepatan yang diperlukan sedikit
lebih cepat dari 6 km per jam. Kebanyakan, kita cuma jalan kaki dengan
kecepatan kurang dari 4 km per jam. Oleh karenanya, kita harus sedikit
mempercepat agar lebih bermanfaat untuk mendapatkan cukup nilai aerobik.
Latihan sebaiknya dilakukan sedikitnya selama 20 menit dalam zona latihan.
Makin lama kita lakukan hasilnya akan lebih baik.
Untuk dapat melakukan latihan dengan aman, sebaiknya kita memulai latihan
dengan pemanasan, dilanjutkan dengan latihan inti, dan diakhiri dengan
pendinginan (cooling down).
Dalam pemanasan kita mulai dengan jalan pelan-pelan selama 3 – 5 menit.
Tujuannya, untuk membantu badan melonggarkan kekakuan dengan meningkatkan
aliran darah ke otot, meningkatkan denyut jantung secara bertahap hingga
mencapai zona latihan, dan mengurangi hambatan-hambatan pada jantung.
Menit-menit awal jalan kaki ini juga untuk memberi waktu melakukan persiapan
mental.
Selanjutnya, kita lakukan peregangan-peregangan ringan selama beberapa
menit. Peregangan lebih efektif bila otot-otot telah panas. Peregangan ini
dilakukan dengan perlahan-lahan tanpa memantul-mantul. Selama peregangan
kita bernapas secara teratur. Peregangan dilakukan sampai otot terasa
tertarik tapi tidak sampai sakit. Bila terasa kurang enak, peregangan segera
kita hentikan.
Usai peregangan, barulah kita melakukan latihan inti, yakni jalan kaki
dengan kecepatan zona latihan. Setelah lama latihan dalam zona latihan kita
anggap cukup, kita akhiri latihan dengan pendinginan. Caranya, jalan
perlahan-lahan dan melakukan peregangan-peregangan seperti sebelum latihan
inti sekitar 10 menit. Pendinginan ini membantu agar darah tidak mengumpul
di kaki dan dapat menghindari pusing-pusing dan ritme jantung yang abnormal.
Juga untuk menjaga agar otot-otot tidak menjadi kaku yang dapat menyebabkan
rasa sakit.
Lebih baik di pantai
Sebetulnya, lingkungan yang baik untuk olahraga jalan kaki adalah pantai.
Kelebihannya, pantai merupakan lingkungan yang dinamis, ada air, pasir, dan
gelombang laut. Kita juga akan mendapat latihan lebih berat, dan kita akan
lebih cepat mendapat hasil. Sekadar contoh, dengan jalan di atas pasir,
seseorang dengan bobot sekitar 75 kg akan membakar kurang lebih 275 kalori
per jam. Makin empuk pasirnya, makin besar beban latihannya.
Jalan di atas pasir, membuat otot-otot kita kerja lebih keras. Pada waktu
jalan, pasir menyerap getaran lebih banyak daripada jalan aspal. Mendaki
bukit-bukit pasir memberikan latihan lebih besar pada otot-otot pantat.
Untuk mengencangkan paha, kita dapat berjalan dalam air sedalam betis sampai
pinggang.
Kita dapat dengan aman menikmati latihan bila kita memperhatikan hal-hal di
bawah ini:
- Kita mulai dengan jalan perlahan-lahan dan dengan jarak pendek dahulu.
Kalau kita biasanya jalan 5 km, kita mulai dengan jarak 1,5 - 3 km, dan kita
tingkatkan secara bertahap.
- Rutenya pergi-pulang. Jalan hanya ke satu arah di pantai yang miring dapat
menyebabkan tendinitis (radang tendon) pada pergelangan kaki atau cedera.
- Pasir panas sebaiknya kita hindari.
- Sebaiknya berhati-hati kalau kita mendapat masalah pada punggung atau
pergelangan kaki lemah.
Untuk permulaan, sebaiknya kita jalan di pantai dengan sepatu pada pasir
keras/padat dekat dengan pinggiran air. (Dr. Sadoso Sumosardjuno, DSOR)
Boks 1: Peregangan Otot untuk Jalan Kaki Boks 2: Sepatu untuk Jalan |
|
|
© 1996 - 2000 Intisari Online
|