|
|
Bulan Januari 2001
|
|
KEKELIRUAN
COLUMBUS
Meski mengemban tugas langsung dari ratu Spanyol menjelajah ke arah Barat,
Columbus sebenarnya bukan warga Spanyol. Ia warga Italia. Christopher
Columbus juga bukan penjelajah pertama yang "menemukan" benua
Amerika. Jauh sebelum Columbus, sudah banyak orang Cina, Irlandia, dan
Viking sempat berkeliaran di sana.
Suku Indian Amerika juga berasal dari daratan Asia Timur-Laut yang merambah
masuk ke daratan Amerika melalui jalur utara, yang diduga dahulu masih
menjadi satu dengan Asia. Hanya saja para pendahulu Columbus itu kalah
promosi, akibat kurang public relations dan pemberitahuan formal
maupun informal, hingga di lembaran sejarah, riwayat penjelajahan mereka
tertutup gemerlap popularitas Columbus. Di Amerika Serikat Columbus
dielu-elukan sebagai pahlawan, padahal pelaut obsesif ini sendiri belum
pernah menginjak bumi daratan wilayah Amerika Serikat masa kini.
Pada 12 Oktober 1492 Columbus mendarat sekadar di Pulau Guanahani
yang disebutnya sebagai San Salvador lalu Kuba dan Haii. Dalam tiga
perjalanan menyusul, Columbus juga cuma menelusuri kepulauan Bahama, Puerto
Rico, Jamaica, Trinidad, bagian timur laut kawasan Amerika Selatan sampai
paling-paling sisi Karibia tanah-genting Panama tanpa sempat merambah
daratan yang kini termasuk teritorial Amerika Serikat.
Keliru, kisah tentang rencana Columbus berlayar ke arah Barat ditertawakan
khalayak ramai, akibat semua masih yakin bahwa bentuk dunia ini datar. Pada
akhir abad XV itu sebenarnya sudah tidak ada lagi anggapan keliru seperti
itu. Semua sudah tahu bahwa dunia bundar, justru Columbus sendiri yang
keliru mengenai luas bundaran dunia ini. Columbus mengira ukuran bola
dunia ini sekadar kecil-kecil saja, hingga apabila berlayar ke arah Barat
dia akan berhasil mencapai Cathay (Cina) atau India. Tanpa sadar
bahwa di bagian Barat Eropa masih ada benua bukan Asia. Maka ketika mendarat
di Pulau Guanahani, Columbus langsung memproklamasikan dirinya sudah tiba di
Asia.
Ketika menelusuri gugusan pulau di wilayah Kuba, ia berkhayal berada di
kawasan India. Dapat dimengerti jika penduduk asli setempat itu juga
disebutnya sebagai Indian (kekeliruan sebutan yang sampai kini masih
dipertahankan).
Sampai saat akhir hayatnya tahun 1506, Columbus masih tetap bersikeras
menganggap dirinya sudah berhasil menemukan kawasan Asia lewat jalur Barat!
Kini kita semua tahu bahwa Columbus keliru! Namun, andaikata Columbus tidak
keliru, profil peradaban planet Bumi tentu beda ketimbang apa yang terjadi
di masa kini. Entah lebih baik atau lebih buruk, namun pasti: lain!
Maka kekeliruan Christopher Columbus masih dikenang sebagai salah satu
mahakarya eksplorasi yang ikut membentuk peradaban dan kebudayaan umat
manusia dengan rasa terima kasih dan hormat! Kecuali oleh masyarakat
"Indian" - yang nyaris punah akibat angkara murka para pendatang
dari Eropa - yang memang malah berhak mencaci-maki Columbus sebagai biang
keladi malapetaka suku bangsa mereka!
Kekeliruan, baik yang dibuat oleh Columbus sendiri maupun persepsi atas
karsa dan karya Columbus, itu merupakan salah satu bukti lagi betapa sejarah
dapat mendistorsi kebenaran dan secara psikososial manjur membius persepsi
kultural. |
|
|
© 1996 - 2000 Intisari Online
|