|
|
Bulan Januari 2001
|
|
CARA GAMPANG MERAWAT KULIT BAYI DAN BALITA Berbagai
gangguan kulit pada bayi dan balita seperti biang keringat, eksim popok, dan
eksim susu sebenarnya bisa diatasi bila orang tua rajin menjaga kesehatan
kulit. Caranya dengan rajin mengganti popok, memilih bahan pakaian yang
lembut, serta menjaga udara kamar agar tetap sejuk dan nyaman.
Perawatan yang lebih menekankan pada pemeliharaan kulit ketimbang dekorasi
ini diharapkan bisa meningkatkan fungsi utama kulit sebagai pelindung dari
pengaruh luar tubuh.
Perawatan kulit bayi dan balita bisa dimulai dari kegiatan sehari-hari.
Misalnya dengan memandikan secara teratur, membersihkan rambut, dan
mengganti popok atau baju pada saat tepat. Mandi misalnya, diwajibkan dua
kali sehari, pagi dan sore. Dalam memandikan, perhatikan hal-hal berikut:
suhu air disesuaikan dengan umur anak, gunakan sabun bayi yang lunak,
gunakan sampo bayi untuk membersihkan rambut, keringkan badan dengan handuk
sendiri sampai lipatan kulit, dan berikan bedak dengan sapuan tipis.
Soal pakaian bayi sebaiknya dari bahan lembut dan selalu bersih. Dengan
memperhatikan pakaian yang digunakan berarti kita telah berupaya menghindari
timbulnya gangguan. Pada sebagian anak penggunaan pakaian berbahan nilon
atau wol bisa menimbulkan gatal-gatal di seluruh tubuh. Bahan katun yang
gampang menyerap keringat haruslah menjadi pilihan pertama bagi anak
berkulit peka.
Pemeliharaan kulit itu bisa dilakukan dengan menggunakan bermacam kosmetika
bayi yang beredar saat ini. Sebagian berfungsi untuk membersihkan kulit
misalnya sabun dan sampo; melembapkan dan pelindung terhadap sinar matahari
seperti losion, krim, dan minyak khusus.
Penggunaan kosmetika berupa sabun, sampo, losion, minyak khusus untuk bayi
perlu dipilih yang tepat dan disesuaikan dengan kondisi kulit bayi. Misalnya
dengan mencermati zat warna dan bahan-bahan pengawet yang mungkin saja tidak
sesuai dengan kulit bayi. Juga apakah pH-nya sesuai dengan kulit bayi.
Memilih dan menggunakan kosmetika pada bayi dan balita secara benar dan
tidak berlebihan merupakan langkah utama menjaga kesehatan kulit. Oleh
karena itu, banyaknya informasi tentang produk kosmetika bayi dan balita
dewasa ini harus lebih dicermati oleh orang tua.
Eksim popok
Selain perawatan kulit rutin, para orang tua perlu memperhatikan perawatan
kulit yang berhubungan dengan beberapa penyakit kulit tertentu. Misalnya
saja eksim popok, yaitu kelainan kulit yang timbul akibat radang di daerah
tertutup popok. Penyakit kulit pada bayi dan balita ini banyak dikeluhkan
orang tua.
Penyakit ini umumnya timbul pada lipatan-lipatan kulit paha, di antara kedua
pantat, dan dapat menimpa di bagian kulit lain. Bagian tertutup popok mudah
mengalami peradangan karena kulitnya hangat dan lembap serta peka terhadap
bakteri serta senyawa yang dapat mengiritasinya.
Eksim popok dapat dicegah dengan cara mengganti popok sesering mungkin
setiap kali popok basah. Sebaiknya kain popok terbuat dari bahan lembut dan
cara pemakaiannya tidak terlalu ketat agar kulit tidak tergesek. Penggunaan
celana plastik sedapat mungkin dihindari.
Eksim popok juga bisa muncul karena adanya zat-zat tajam, yang biasa ada
dalam faeces bayi, yang menimbulkan peradangan di sekitar anus. Bercak
begini umumnya terjadi bila si bayi diare. Penanggulangannya bisa dilakukan
dengan mengganti popok setiap kali terasa basah. Usap semua bekas faeces
dari badannya, balur dengan krim pelindung. Periksakan ke dokter bila
bercaknya belum hilang dalam 10 hari.
Popok yang basah bisa pula menimbulkan bercak yang tidak berpusat di sekitar
anus. Ini terjadi karena reaksi antara zat di dalam ompol dengan zat di
faeces dan menghasilkan amonia yang merangsang kulit bayi. Penanggulangannya
bisa dengan mengganti popok sesering mungkin. Sebelum pemakaian popok
usapkan krim pelindung kulit. Bila dalam 10 hari belum ada kemajuan, atau
malah makin memburuk, ada kemungkinan kulitnya sudah terinfeksi candida -
jamur yang biasa muncul di usus. Dalam hal itu periksakan ke dokter, yang
mungkin memberi krim khusus dan juga obat khusus untuk melawan infeksinya.
Soal pilihan penggunaan popok kain atau popok sekali pakai tak jadi soal.
Dari segi kesehatan keduanya sama-sama sehat. Yang penting jangan sampai
terlambat mengganti. Untuk popok kain tentu harus segera diganti bila
terlihat basah. Tetapi untuk popok sekali pakai frekuensi penggantiannya
didasarkan atas daya tampungnya. Misalnya dengan melihat apakah popok sekali
pakai itu sudah tampak menggelembung atau menggantung. Jika sudah, maka
harus segera diganti. Setiap kali akan mengganti popok, bagian pantat bayi
dan sekitarnya harus dibasahi. Kemudian bagian tadi dikeringkan, baru diberi
bedak.
Sering dianjurkan pemakaian baby oil pada bagian ini, untuk menjaga
air seni tidak mudah meresap ke dalam kulit. Tentu saja baby oil ini
harus diteteskan lebih dulu pada segumpal kapas.
Pada bayi perempuan, membersihkannya harus dari bagian atas ke arah anus,
dengan menggunakan kapas basah. Sedangkan pada bayi laki-laki, dengan
menarik kulup perlahan-lahan sehingga lubang kencingnya tampak, baru
kemudian dibersihkan dengan kapas basah.
Keluhan gangguan kulit lain pada anak yang banyak ditemui adalah dermatitis
atopik (eksim susu). Penting dicatat pula, bahwa dari berbagai
penelitian terbukti bukan air susu ibu (ASI) penyebabnya. Bahkan, ASI
sendiri mengandung zat pelindung tubuh terhadap alergi dan infeksi. Namun,
nama eksim susu telah telanjur melekat sehingga tetap dipertahankan.
Sementara istilah kedokterannya adalah dermatitis atopik (eksim di
tempat yang tidak biasanya).
Penyakit eksim susu biasanya sangat gatal. Tampak dari seringnya bayi
menggaruk, gelisah, serta rewel. Kulit terlihat kemerahan dan terdapat
gelembung-gelembung kecil berisi cairan jernih. Bila pecah akan tampak basah
kemudian mengering dan menjadi koreng kekuningan atau kehitaman. Eksim ini
terdapat pada kulit daerah tertentu sesuai dengan usia anak. Misalnya pada
bayi banyak ditemukan di daerah pipi, sedangkan pada anak di daerah lekukan
lengan dan kedua lekukan lutut. Di luar daerah tersebut kulitnya kering dan
bersisik.
Penyebab penyakit ini sangat kompleks, dipengaruhi oleh beberapa faktor,
baik dari dalam tubuh, yaitu faktor keturunan, maupun lingkungan, misalnya
debu, udara panas, dan kelembapan. Karena itu perawatan kulit yang paling
penting adalah mencegah kulit agar jangan kering.
Biang keringat
Biang keringat juga merupakan keluhan umum yang sering ditemukan pada bayi
dan balita. Biang keringat atau sering disebut juga keringat buntet
timbul di daerah dahi, leher, dan bagian tubuh yang tertutup pakaian. Gejala
utama adalah gatal, dapat disertai kulit kemerahan dan gelembung berair
kecil-kecil. Penyakit ini biasa kambuh berulang, terutama bila udara panas
dan berkeringat, sehingga menimbulkan masalah pada bayi, balita, maupun
orang tua. Penyakit ini dapat dicegah dengan perawatan rutin, misalnya mandi
dengan teratur dan membasuh anak yang berkeringat dengan lap basah sebelum
dikeringkan dan diberi bedak.
Seringkali terjadi bintik-bintik merah (ruam) pada leher dan ketiak
bayi. Keadaan ini disebabkan oleh peradangan kulit pada bagian tersebut.
Bisa disebabkan karena bagian ini tidak kering betul ketika dilap dengan
handuk sehabis memandikannya. Apalagi jika si bayi gemuk, sehingga leher dan
ketiaknya berlipat-lipat.
Ruangan dengan ventilasi udara cukup sangat dianjurkan, terutama di
kota-kota besar yang panas dan pengap. Usahakan kamar balita diberi jendela
lebar sehingga pertukaran udara dari luar ke dalam ruangan lancar. Dari
kasus-kasus biang keringat pada bayi dan balita, hampir 70% nya bisa diatasi
bila pergerakan udara dalam ruangan lancar sehingga kamar terasa sejuk.
Lepas dari soal kesehatan, perawatan kulit pada bayi dan balita sebenarnya
mengekspresikan rasa cinta orang tua kepada buah hatinya. Sentuhan mereka
akan sangat mempengaruhi perkembangan fisik dan mental seorang anak. |
|
|
© 1996 - 2000 Intisari Online
|