globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Januari 2001

Selamat Tahun Baru, Selamat Memasuki Abad XXI dan Millenium III

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Makan Berak?

Setelah dua tahun bertugas di Padang, kesampaian juga niat saya untuk berkunjung ke Kep. Mentawai. Wilayah kepulauan di Samudera India ini berjarak tempuh 11 jam dengan kapal motor dari pelabuhan Muarapadang. Kepulauan yang kini menjadi kebupaten sendiri terpisah dari Kabupaten Pariaman ini terbagi menjadi empat kecamatan. Masing-masing kecamatan memiliki dialek bahasa yang berbeda.

Bersama seorang teman asli Mentawai, saya mengunjungi kampungnya. Sebelum berangkat, ia menjelaskan, tamu pantang tidak menghabiskan makanan yang dihidangkan. Selain membuat tersinggung, ada pula kelompok masyarakat yang menerapkan tulou atau denda. Akibatnya, selama di Mentawai, saya terpaksa menghabiskan semua hidangan agar tak kena denda, meski sebenarnya perut sudah tak sanggup. Bayangkan, setiap rumah yang kami singgahi selalu menyuguhi makanan.

Kekagetan saya alamai saat salah satu keluarga temanku menawari kami makan, "Kawan, mukom berak." Untung teman saya segera menjelaskan bahwa maksud tuan rumah adalah mengajak makan nasi.

Barulah saya tahu bahasa Mentawai beras (nasi) adalah berak. Dahulu masyarakat Mentawai tidak mengenal padi. Makanan pokok mereka umumnya sagu. Ada juga yang makan keladi dan pisang. Beras dibawa oleh pedagang dari tanah tepi (daratan Sumatra). Maka kata beras mengalami perubahan menjadi berak. Kini, sebagian besar penduduk di sekitar ibu kota kecamatan sehari-hari mengkonsumsi beras.

Ternyata istilah untuk sesuatu yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal masyarakat Mentawai diserap begitu saja dengan sebutan sama seperti aslinya atau mengalami sedikit perubahan. Selain beras, ada sekolah yang menjadi sikola. Lucunya, ubek yang dalam bahasa Minangkabau berarti obat, oleh orang Mentawai dipakai untuk menamai rokok, yang justru beracun. Tapi kata tahu dan tempe tidak akan ditemukan dalam bahasa Mentawai. (Windy Subanto)

Active Channel

© 1996 - 2000 Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

Counter by Pandawa

Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej