globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Januari 2001

Selamat Tahun Baru, Selamat Memasuki Abad XXI dan Millenium III

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Mendengarkan dengan ... 

Dalam berkomunikasi, kemampuan mendengarkan merupakan salah satu kunci sukses. Namun, mendengarkan bukanlah pekerjaan gampang. Setiap orang memiliki tipe mendengarkan berbeda-beda. Kalau dikelompokkan, setidaknya ada tiga tipe mendengarkan, yakni:

1. Mendengarkan dengan mulut. Orang dengan tipe ini ketika berbicara dengan orang lain akan segera memotong pembicaraan atau mencari sela dan langsung menerobos masuk. Orang macam ini sejatinya tidak mendengarkan melainkan ingin didengarkan. Biasanya, ia akan bercerita tentang kehebatannya sendiri atau tidak mau kalah dari teman bicaranya.

2. Mendengarkan dengan kepala. Orang bertipe ini akan kelihatan diam ketika rekan bicaranya berbicara. Namun, pikirannya terus berjalan mencoba mencari jawaban-jawaban atau alasan-alasan kalau pembicaraan menyangkut dirinya. Bisa pula mereka-reka jalan keluar atau nasihat yang mesti diberikan bila teman bicaranya mengutarakan masalah. Atau, membuat analisis atau kesimpulan bila orang sedang mengutarakan pendapat. Singkatnya, ia sibuk dengan dirinya sendiri agar pada saatnya nanti, ia bisa memberi jawaban memuaskan. Orang macam ini biasanya akan menggunakan kata-kata "Kalau saya, ....", "Mestinya, ....", "Seharusnya, ....". Fokus perhatiannya hanya tertuju pada apa yang dikatakan secara verbal oleh rekan pembicaranya.

3. Mendengarkan dengan hati. Mendengarkan dengan hati sering juga disebut empati. Orang macam ini mencoba keluar dari dirinya sendiri dan menempatkan diri seperti teman bicaranya. Fokus bukan pada apa yang dikatakan, tetapi pada pribadi orang yang berbicara. Di sini, perasaannya lebih dominan ketimbang pikirannya dengan menunjukkan bahasa nonverbal atau bahasa tubuh tertentu. Umpamanya, menggenggam erat, menatap mata, mengangguk, bahkan memeluk tanpa banyak kata. Ia juga berusaha agar si pembicara bisa lebih leluasa mengungkapkan perasaannya. Untuk bisa bertipe ini seseorang mesti penuh perhatian dan peka terhadap kebutuhan orang lain. (Paulus Subiyanto)

Active Channel

© 1996 - 2000 Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

Counter by Pandawa

Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej