|
|
Bulan Januari 2001
|
|
Mendengarkan
dengan ...
1. Mendengarkan dengan mulut. Orang dengan tipe ini ketika berbicara
dengan orang lain akan segera memotong pembicaraan atau mencari sela dan
langsung menerobos masuk. Orang macam ini sejatinya tidak mendengarkan
melainkan ingin didengarkan. Biasanya, ia akan bercerita tentang
kehebatannya sendiri atau tidak mau kalah dari teman bicaranya.
2. Mendengarkan dengan kepala. Orang bertipe ini akan kelihatan diam
ketika rekan bicaranya berbicara. Namun, pikirannya terus berjalan mencoba
mencari jawaban-jawaban atau alasan-alasan kalau pembicaraan menyangkut
dirinya. Bisa pula mereka-reka jalan keluar atau nasihat yang mesti
diberikan bila teman bicaranya mengutarakan masalah. Atau, membuat analisis
atau kesimpulan bila orang sedang mengutarakan pendapat. Singkatnya, ia
sibuk dengan dirinya sendiri agar pada saatnya nanti, ia bisa memberi
jawaban memuaskan. Orang macam ini biasanya akan menggunakan kata-kata
"Kalau saya, ....", "Mestinya, ....", "Seharusnya,
....". Fokus perhatiannya hanya tertuju pada apa yang dikatakan secara
verbal oleh rekan pembicaranya.
3. Mendengarkan dengan hati. Mendengarkan dengan hati sering juga
disebut empati. Orang macam ini mencoba keluar dari dirinya sendiri dan
menempatkan diri seperti teman bicaranya. Fokus bukan pada apa yang
dikatakan, tetapi pada pribadi orang yang berbicara. Di sini, perasaannya
lebih dominan ketimbang pikirannya dengan menunjukkan bahasa nonverbal atau
bahasa tubuh tertentu. Umpamanya, menggenggam erat, menatap mata,
mengangguk, bahkan memeluk tanpa banyak kata. Ia juga berusaha agar si
pembicara bisa lebih leluasa mengungkapkan perasaannya. Untuk bisa bertipe
ini seseorang mesti penuh perhatian dan peka terhadap kebutuhan orang lain. |
|
|
© 1996 - 2000 Intisari Online
|