globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

PicoSearch

:: IntiSari :: :: IntiBuku :: :: IntiNet ::

Bulan Ini | Bulan Lalu | Buku Tamu | Mailing List | Di balik kisah | Info iklan | Email

Februari 2002


Dari Kami

MO DIBAWA KE MANE?

Di bulan-bulan awal tahun 2002 warga Jakarta, utamanya, dibikin repot oleh banjir dan genangan air. Diprakirakan kondisinya akan bertambah parah sejalan dengan makin tingginya intensitas hujan. Selain berubahnya kondisi alam se-cara global, itu sebenarnya akibat ulah kita juga.

Ketidakpedulian, keserakahan, ketidakdisplinan - ciri-ciri egosentrisme – dan juga keterbe-lakangan kiranya masih menjadi sumber utama penyebab bencana sejak dulu hingga kini.

Bukan karena air naik kalau di bulan-bulan awal tahun ini harga segala macam kebutuhan pokok juga naik. Pemicu utamanya apalagi kalau bukan karena segala rupa tarif dinaikkan. Mulai dari BBM, listrik, telepon, dan entah apa lagi. Tarif dinaikkan, katanya, antara lain karena untuk bayar utang kita yang segunung.

Kenapa utang kita selangit sementara negeri ini tetap miskin? Biang keroknya apalagi kalau bukan penyakit kronis bernama KKN. Bagaimana kita bisa mengidap penyakit yang dahsyat daya rusaknya terhadap sebuah negeri yang gemah ripah loh jinawi dengan masyarakatnya yang konon dikenal berbudaya adiluhung, agamis, dan penuh sopan santun? Apakah itu warisan orde ”lama”, atau malah warisan zaman VOC yang terus mengendap di alam bawah sadar kita? (”Bom Waktu Warisan VOC”).

Rasanya, penyakit bobrok berinisial KKN itu tak bakal lenyap dari tubuh jika sikap men-tal kita masih seperti sekarang. Kata kunci un-tuk menumpasnya mungkin memompa tingkat religiusitas kita masing-masing (”Sikap Religius Berawal dari Teladan”).

Warna

Dari Chocolatl Hingga Coklat

Dog ... Dog! Tenun Gedog dari Tuban

Mengurus Mata Si Jendela Dunia

Menjadi Pemain Bola Andal

Menolong Tanpa Mencelakakan

Parafilia: Dari Mengintip Hingga Pamer

Sinar Matahari, Gratis Menyehatkan

Tajen, Tarung Ayam ala Bali

Taman Museum Oasis Jiwa

Teguh Karya, Guru Yang Tidak Mendikte

 

Briket

Advis Medis: Salep Kulit Cenderung Salah Pakai

Bahasa Kita: Waiter vs Pelayan

Berita Mancanegara

Cermin: Menepis Ketidakpedulian

Dialog

Halaman Hijau: Hutan, Tulang Punggung Kehidupan

Infonesia: Sedia Vaksin Sebelum Flu

Jendela

Kelirumologi Jaya Suprana: Dongeng

Kuis: Anda Berjiwa Sportif?

Lentera: Bahagia

Usut - Asal: Misteri Kartu Remi

 

Khas

Flona: Babirusa: Babi atau Rusa?

Info Tekno:

Fisikamania

Panil

Sampah Bisa Mendatangkan Berkah

Segway Skuter Ajaib

Keluarga Berkualitas: Sikap Religius Berawal dari Teladan

Langlang: Jalan-jalan di Yosemite

Perkara: Keputusan Rahasia

Terapi: Awas! ”OMA” Bisa Bikin Tuli

Terawang: Bom Waktu Warisan VOC

 

Jeda

Air Bening Penangkal Lalat

Antena TV Warna-warni

Belajar Bercerita

Kucing Jadi Akseptor KB

Mendidik Anak Berdemokrasi

Menghilangkan Cegukan

Minyak Tanah Obat Jerawat

”Salam” Jilat Lewat Surat

Tengku di Riau, Teuku di Aceh

Uniknya Kampung Isi

 


BUKU BARU!

 

JAKSA ITU DIBUNUH DI DEPAN PINTU

 

Karena tidak berhasil membunuh target utamanya, penegak hukum pun bisa jadi korban. Seorang jaksa dibunuh di depan pintu rumahnya.

Ingin tahu berbagai kasus kejahatan sekaligus terlibat sebagai detektifnya?

Ikuti kasus-kasus berikut:

  • Pembunuh Bel Pintu

  • Sasarannya Janda Kaya

  • Seorang Korbannya Maharaja dari India

  • Akibat Hubungan Asamara dengan Anak Muda

Singkap misteri dan ketegangannya dalam buku Cerita Kriminal IX

 

Beredar Februari 2002

Harga: Rp 13.500,-

 

Dapat diperoleh di agen dan toko buku terdekat, atau hubungi Sirkulasi Majalah-Gedung Perintis, Jl. Kebahagiaan 4-14, Jakarta 11140 Telp. 021-63861234, Fax. 021-63851111 atau Layanan Jual 24 jam: Jabotabek (021-6359007), Bandung (022-7218477), Semarang (024-3574745), Yogyakarta (0274-619854), dan Surabaya (031-5505007), Telemedia: 021-5483008 ext. 2221-23

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari