|
Bulan Ini
Bulan Lalu
Buku Tamu
Mailing List
Di balik kisah
Info iklan
Email
|
hutan,
tulang punggung kehidupan
Mendengar kata "hutan", dalam benak kita
akan muncul beragam bayangan. Pepohonan besar penghasil kayu. Alam nan
indah sekaligus mengerikan, karena bertebing dan berjurang dengan
sungai-sungai besar. Banyak binatang buas berkeliaran,
semisal ular, harimau dan sebagainya.
Namun sosok hutan bukan sekadar
"bayang-bayang" itu, melainkan suatu ciptaan dan karunia Tuhan
yang nilainya tiada tara bagi kehidupan.
Hutan adalah tulang punggung alam semesta, ekosistem
yang rumit, tempat unsur-unsur yang tak terbilang banyaknya sama-sama
hidup, dan saling mempengaruhi. Ia memainkan peranan penting dalam
keseimbangan biologis alam. Unsur-unsur itu meliputi pohon, perdu,
semak-semak, dan tumbuhan lainnya, binatang, jasad renik, tanah dengan
semua bahan organik dan anorganik, air dan iklim mikronya.
Beberapa alasan, mengapa hutan sangat berharga bagi
kehidupan:
-
Menghasilkan oksigen, sekitar 5 ton O2/ha/tahun.
Untuk kepentingan hutan itu sendiri dikonsumsi 2,5 ton. Sisanya 2,5 ton
bebas dikonsumsi manusia, kurang lebih untuk kebutuhan 10 orang.
-
Menyerap zat-zat yang berbahaya, seperti karbon dioksida, belerang dioksida
dan zat-zat beracun lain. Seratus meter persegi hutan dapat menyerap 400 kg
CO2/tahun
dan mengubahnya menjadi oksigen.
-
Dengan
segala macam tumbuhan di dalamnya, hutan membantu mengurangi tingkat
kebisingan, dan melindungi kualitas kehidupan manusia.
-
Mengubah suhu. Pada musim panas, hutan mengurangi temperatur yang tinggi.
Sementara pada musim dingin, ia membantu meningkatkan suhu rendah. Hutan
dapat menyimpan sinar matahari, dan mengurangi sinar yang menerobos ke
tanah.
-
Mengurangi bencana akibat angin kencang.
-
Meningkatkan curah hujan, mengubah kelembaban udara dan halimun (kabut)
menjadi hujan.
-
Melindungi tanah dari erosi, sehingga mengurangi bahaya banjir di daerah dataran.
-
Memperkaya
kandungan air tanah dan sumber mata air.
-
Meningkatkan
kualitas air. Air dari hutan
bersih, tanpa kandungan garam amonium, nitrat dan bakteri, dengan
unsur-unsur kandungan mineral lebih bermanfaat dan tingkat pH yang baik.
-
Mengurangi penguapan
tanah, meningkatkan kelembapan, yang menyebabkan banyak tumbuh dan hidup
beragam tanaman dan binatang.
-
Meningkatkan kualitas tanah
tanpa menghilangkan unsur-unsur di dalamnya. Unsur-unsur organik (daun,
cabang, dsb.) yang berguguran ke tanah akan meningkatkan mutu tanah.
-
Memberi perlindungan bagi segenap flora dan fauna. Hutan menciptakan kondisi
yang baik bagi kelangsungan hidup beragam jenis binatang dan tanaman,
sehingga memelihara keaneka ragaman hayati.
-
Menciptakan lingkungan yang
menyenangkan. Tajuk daun yang rimbun mengurangi sinar matahari langsung,
menyerap sinar inframerah. Dengan demikian sinar matahari di hutan kaya
dengan sinar hijau yang menyejukkan.
-
Memproduksi biomas yang besar, seperti kayu, rumput dan dedaunan.
-
Hutan merupakan tempat kita bersantai menikmati alam dalam suasana yang
sepi, bebas polusi dan kaya akan udara segar serta keindahan.
-
Hutan memberikan kesempatan kerja yang luas, sehingga mengurangi
pengangguran.
Tidak dipungkiri hutan membantu meningkatkan kualitas
hidup manusia. Hilangnya areal hutan merupakan masalah yang harus menjadi
perhatian. Ancaman terhadap hutan terutama disebabkan kebakaran. Periode
musim panas dengan curah hujan rendah merupakan saat rawan kebakaran,
sekaligus ancaman bagi hutan dan segala bentuk kehidupan di dalamnya.
Kerusakan akibat kebakaran hutan, ditambah penjarahan hutan
besar-besaran, jelas akan mendatangkan malapetaka; ekonomi dan lingkungan,
serta kualitas hidup umat manusia, khususnya di Indonesia. Untuk
menanggulanginya, mari kita jaga hutan kita. @ (Koestito
Sastroamidjojo, di Jakarta)
|