globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Usut Asal

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

anda berjiwa sportif

ilustrasi: antonMenumbuhkan jiwa sportif bukanlah hal yang gampang dilakukan; diperlukan kerelaan untuk mengorbankan kepentingan diri sendiri. Mengapa harus begitu? Karena sportivitas akan terwujud apabila masing-masing individu berani untuk mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingannya sendiri. Di samping itu, jiwa sportif akan menunjukkan tingkat kedewasaan mental seseorang. Artinya, semakin dewasa seseorang, semakin mudah ia menumbuhkan jiwa sportif dalam dirinya. Kuis yang disusun oleh E. Widijo Hari Murdoko, S.Psi., alumnus Fakultas Psikologi UGM, ini bisa mengukur seberapa besar kadar sportivitas yang ada dalam diri Anda.

 

1. Anda meminjam barang tetangga dan menghilangkannya. Bagaimana sikap Anda?

a. Diam saja sampai ia menanyakan kepada Anda.

b. Ngomong terus terang kalau hilang.

c. Pura-pura lupa kalau Anda meminjamnya.

 

2. Salah seorang teman yang tidak Anda sukai memperoleh promosi jabatan. Bagaimana reaksi Anda?

a. Memberikan ucapan selamat.

b. Pura-pura tidak tahu kalau dia dipromosikan.

c. Tidak memberi ucapan selamat.

 

3. Ketika Anda berdebat dengan seseorang, ternyata pendapat orang itulah yang benar. Apa tanggapan Anda?

a. Anda mencoba mengakhiri perdebatan dengan alasan buang-buang waktu.

b. Berdebat terus karena Anda merasa yang paling benar.

c. Secara jujur Anda mengatakan bahwa dialah yang benar.

 

4. Anda melanggar lampu lalu lintas. Sayang, ada petugas memergoki dan mencoba menghentikan Anda. Apa yang Anda lakukan?

a. Terus saja melaju.

b. Berhenti dan mencoba “berdamai” dengan petugas tersebut.

c. Mengakui kesalahan dan siap ditindak.

 

5. Lampu merah menyala dan keadaan jalan sedang sepi. Apakah Anda:

a. Tetap berhenti.

b. Melaju dengan cuek-nya.

c. Tergantung ada petugas atau tidak.

 

6. Pengembalian uang dari kasir ternyata kelebihan dari yang seharusnya. Tindakan apa yang Anda lakukan?

a. Tergantung, kalau kasirnya meminta, baru Anda kembalikan.

b. Tetap Anda kembalikan meski tidak diminta kasir.

c. Tidak dikembalikan karena itu hak Anda yang telah menerima kembalian.

 

7. Bagaimana sikap Anda jika melakukan kesalahan terhadap bawahan?

a. Diam saja, toh ia bawahan Anda.

b. Minta maaf, siapa pun dia.

c. Tergantung situasi dan untung ruginya kalau Anda minta maaf.

 

8. Anda menemukan dompet yang kebetulan berisi uang cukup banyak. Apa tindakan Anda?

a. Menyerahkan dompet beserta isinya ke pos polisi terdekat.

b. Membiarkan dompet itu tetap di tempatnya.

c. Mengambil uangnya dan meletakkan dompet itu di tempat semula.

 

9. Suami atau istri Anda sudah mengakui kesalahannya dan minta maaf. Apa reaksi Anda?

a. Tergantung berat ringannya kesalahan yang diperbuat.

b. Tetap mengungkit-ungkit kesalahannya walaupun telah meminta maaf.

c. Memaafkan karena ia sudah mengakui kesalahannya.

 

10. Tuduhan Anda kepada pembantu rumah tangga ternyata tidak terbukti. Bagaimana Anda bersikap?

a. Tak perlu minta maaf, toh ia pembantu Anda.

b. Baru beberapa hari kemudian meminta maaf.

c. Segera minta maaf kepadanya.

 

11. Salah satu ucapan atau tindakan Anda berakibat teman Anda marah. Apa yang Anda perbuat?

a. Langsung meminta maaf.

b. Diam saja karena Anda merasa tidak menyakitinya.

c. Menunggu waktu yang baik untuk minta maaf.

 

12. Bagaimana reaksi Anda apabila ada suatu keputusan rapat yang tidak sesuai dengan keinginan Anda?

a. Menjalankan keputusan itu meskipun tidak sesuai dengan keinginan Anda.

b. Menghibur diri dengan mengatakan bahwa keputusan rapat harus dijunjung tinggi.

c. Mencoba mencari kambing hitam dengan menuduh keputusan itu tidak fair.

 

Cara Penilaian - Hasil Interpretasi

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/