globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

J e d a

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Belajar Bercerita

Setelah membaca artikel tentang Australia di Intisari edisi Maret dan Mei 2001, saya pun tergelitik untuk menulis pengalaman ketika mendapat kesempatan untuk mengambil program master di University Of Queensland. Saya membawa anak saya yang waktu itu berumur tujuh tahun. Karena sudah memasuki usia sekolah, saya memasukkannya ke sekolah dasar (primary school) kelas 1 atau Year 1.

Ia amat menikmati suasana sekolah, karena seperti suasana TK di Indonesia. Tidak ada PR atau ulangan. Pelajarannya pun cukup ringan bila dibandingkan dengan pelajaran SD di Tanah Air. Sepulang sekolah, tugasnya hanya membaca buku cerita yang kemudian dilaporkan kepada Bu Guru. Memang, setiap minggu ia dan teman-temannya harus mempersiapkan cerita yang akan dipresentasikan di depan kelas.

Cerita ini bisa berupa joke, teka-teki, atau membawa mainan kesayangannya, lalu diceritakan seperti siapa yang membelikan, kapan, dll. Bahkan ada anak yang dengan repot membawa binatang piaraannya. Selain itu, teman-temannya menanggapi dengan bertanya.

Anak saya, meski belum lancar berbahasa Inggris, tidak takut tampil di depan kelas, karena semua murid diajarkan untuk menghormati orang lain. Mereka tidak boleh menertawakan kelemahan orang lain. Jadi, sejak kecil mereka sudah dibiasakan tampil di depan umum, mengutarakan pendapat, juga menghormati pendapat orang lain.

Mereka juga dibiasakan menjaga kebersihan lingkungan sekolah, seperti membuang sampah pada tempatnya atau memungut sampah yang berserakan. Anak saya pernah dihadiahi stiker atau stempel di tangan dari gurunya, karena kedapatan memungut plastik yang berserakan dan membuangnya ke tempat sampah. Hadiah itu sangat murah dan sederhana, tapi sangat membanggakan bagi si anak. Ia pun dapat menceritakan pada teman-temannya saat mendapat giliran untuk tampil ke depan kelas.

Cara yang sederhana, namun mengesankan, mungkin memang tepat untuk melatih perilaku anak sejak dini. @ (Ida Safitri, di Bandung)


Seseorang tidak harus selalu memperca-yai semua yang didengarnya sendiri. n Cicero

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/