|
|
J e d a |
|
Belajar Bercerita Setelah
membaca artikel tentang Australia di Intisari edisi Maret dan Mei
2001, saya pun tergelitik untuk menulis pengalaman ketika mendapat
kesempatan untuk mengambil program master di University Of Queensland. Saya
membawa anak saya yang waktu itu berumur tujuh tahun. Karena sudah memasuki
usia sekolah, saya memasukkannya ke sekolah dasar (primary school)
kelas 1 atau Year 1. Ia amat menikmati suasana sekolah, karena seperti suasana TK
di Indonesia. Tidak ada PR atau ulangan. Pelajarannya pun cukup ringan bila
dibandingkan dengan pelajaran SD di Tanah Air. Sepulang sekolah, tugasnya
hanya membaca buku cerita yang kemudian dilaporkan kepada Bu Guru. Memang,
setiap minggu ia dan teman-temannya harus mempersiapkan cerita yang akan
dipresentasikan di depan kelas. Cerita ini bisa berupa joke, teka-teki, atau membawa
mainan kesayangannya, lalu diceritakan seperti siapa yang membelikan, kapan,
dll. Bahkan ada anak yang dengan repot membawa binatang piaraannya. Selain
itu, teman-temannya menanggapi dengan bertanya. Anak saya, meski belum lancar berbahasa Inggris, tidak takut
tampil di depan kelas, karena semua murid diajarkan untuk menghormati orang
lain. Mereka tidak boleh menertawakan kelemahan orang lain. Jadi, sejak
kecil mereka sudah dibiasakan tampil di depan umum, mengutarakan pendapat,
juga menghormati pendapat orang lain. Mereka juga dibiasakan menjaga kebersihan lingkungan sekolah,
seperti membuang sampah pada tempatnya atau memungut sampah yang berserakan.
Anak saya pernah dihadiahi stiker atau stempel di tangan dari gurunya,
karena kedapatan memungut plastik yang berserakan dan membuangnya ke tempat
sampah. Hadiah itu sangat murah dan sederhana, tapi sangat membanggakan bagi
si anak. Ia pun dapat menceritakan pada teman-temannya saat mendapat giliran
untuk tampil ke depan kelas. Cara yang sederhana, namun mengesankan, mungkin memang tepat untuk melatih perilaku anak sejak dini. @ (Ida Safitri, di Bandung) Seseorang
tidak harus selalu memperca-yai semua yang didengarnya sendiri. n Cicero |
|||||