|
|
J e d a |
|
Tengku di Riau, Teuku di Aceh Tulisan
“Tengku” di awal nama setiap orang Melayu Riau merupakan status yang
menandakan kedudukannya dalam masyarakat adat. Tengku merupakan gelar ke bangsawanan atau pertanda penyandangnya adalah kerabat
kerajaan. Penggunaannya mirip dengan yang ada di Aceh dan di pesisir timur
Sumut. Namun,
ada sedikit perbedaan, baik dari segi penulisan atau pemakaiannya. Orang
Aceh menuliskan gelar “Teuku”, meski membacanya tetap “Tengku”.
Sedangkan orang Melayu Riau, menulis dan membacanya sama, “Tengku”. Begitu
pula dengan pemakaiannya. Di Aceh, “Teuku” hanya digunakan untuk kaum
pria, sementara “Tengku” bisa menempel di awal nama pria atau wanita
Melayu Riau. Ini akibat gelar itu diberikan secara turun-temurun dari ayah
yang bergelar adat sama. Jika ayah tidak memiliki gelar, meski sang ibu
bergelar “Tengku”, anak tidak berhak menyandang gelar itu. Lain halnya
dengan anak perempuan kaum pria bergelar “Tengku” yang beristrikan
wanita tidak bergelar “Tengku”. Ia tetap mewarisi gelar itu dari
ayahnya. Tak heran di masyarakat Melayu Riau bisa ditemukan gelar “Tengku” menempel pada nama Suryani, Syarifah, atau Hamidah. @ (G. Suhairy, S.H., di Pekanbaru) Jika
mendengarkan pembicaraan dari orang yang disukai, bukan lagi keributan yang
terdengar melainkan suara merdu. n
Olive Schreirer |
|||||