globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

J e d a

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Tengku di Riau, Teuku di Aceh

Tulisan “Tengku” di awal nama setiap orang Melayu Riau merupakan status yang menandakan kedudukannya dalam masyarakat adat. Tengku merupakan gelar ke

bangsawanan atau pertanda penyandangnya adalah kerabat kerajaan. Penggunaannya mirip dengan yang ada di Aceh dan di pesisir timur Sumut.

Namun, ada sedikit perbedaan, baik dari segi penulisan atau pemakaiannya. Orang Aceh menuliskan gelar “Teuku”, meski membacanya tetap “Tengku”. Sedangkan orang Melayu Riau, menulis dan membacanya sama, “Tengku”.

Begitu pula dengan pemakaiannya. Di Aceh, “Teuku” hanya digunakan untuk kaum pria, sementara “Tengku” bisa menempel di awal nama pria atau wanita Melayu Riau. Ini akibat gelar itu diberikan secara turun-temurun dari ayah yang bergelar adat sama. Jika ayah tidak memiliki gelar, meski sang ibu bergelar “Tengku”, anak tidak berhak menyandang gelar itu. Lain halnya dengan anak perempuan kaum pria bergelar “Tengku” yang beristrikan wanita tidak bergelar “Tengku”. Ia tetap mewarisi gelar itu dari ayahnya.

Tak heran di masyarakat Melayu Riau bisa ditemukan gelar “Tengku” menempel pada nama Suryani, Syarifah, atau Hamidah. @ (G. Suhairy, S.H., di Pekanbaru)


Jika mendengarkan pembicaraan dari orang yang disukai, bukan lagi keributan yang terdengar melainkan suara merdu. n Olive Schreirer

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/