globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

F l o n a

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

BABIRUSA, BABI ATAU RUSA

Sebagai satwa yang aktif di malam hari, kehidupan babirusa bisa dibilang unik. Suka menyendiri, senang ”mandi lulur” di kubangan lumpur, dan gampang marah bila sedang birahi. Bahkan para pejantannya suka berkelahi rebutan ”calon istri”.

repro: a national history guide

Kalangan babirusa jantan suka sekali ”mandi lulur” di kubangan lumpur.

Apa artinya sebuah nama! Tapi, nama yang kurang lazim selalu memunculkan tanda tanya. Contohnya babirusa. Babi atau rusakah? Kegundahan itulah yang menimpa sejumlah pakar biologi ketika harus memberi nama ilmiah untuk binatang yang wujudnya tak lazim. Bentuknya yang lebih menyerupai babi, membuatnya masuk keluarga Suidae alias babi-babian. Tapi, lantaran berbeda dengan babi yang sudah ada, binatang ini dimasukkan dalam genus Babyrousa. Sedangkan untuk nama jenisnya, dipakai lagi kata babirusa dengan sedikit modifikasi. Jadilah Babyrousa babyrussa.

Satwa ini tercatat sebagai salah satu binatang asli Pulau Sulawesi dan sekitarnya. Pulau ini menjadi bagian dari wilayah Wallacea yang memiliki campuran flora-fauna berciri Asia dan Australia.

Moyang babirusa diperkirakan merupakan babi liar asal Pulau Kalimantan. Terisolasinya pulau ini dalam kurun waktu cukup lama menyebabkan babi liar ini berevolusi menjadi babirusa macam sekarang.

 

Taring ke arah mata

Dengan berat badan dapat mencapai 100 kg lebih, bentuk fisik babirusa sepintas mirip babi biasa. Hanya saja ukurannya memang sedikit lebih besar. Badannya gendut di belakang, lantas menciut di bagian depan sampai ke ujung hidung. Sementara bagian leher tidak jelas keberadaannya.

Kulit babirusa berwarna abu-abu kecoklatan, dengan lapisan tebal berlipat-lipat. Di atasnya tumbuh rambut-rambut kecil, halus, dan jarang. Kalau berjalan, badannya yang gendut ikut bergoyang-goyang ke kiri dan ke kanan.

Taringnya adalah satu hal yang membuat binatang ini istimewa. Pada babi hutan biasa alias celeng, taring muncul keluar dari mulutnya. Bahkan ada jenis babi yang dua pasang taringnya keluar memanjang dari rangkaian gigi-giginya. Tetapi semua itu tetap lewat ”prosedur” resmi, keluar melalui bibir samping. Sedangkan pada babirusa tidak selazim itu. Sepasang taring bawah tumbuh biasa, keluar dari samping bibir. Tapi sepasang lagi berada di rahang atas, keluar berbelok arah menembus rahang atas sekaligus kulit di atasnya dan nyelonong terus ke arah belakang.

repro: a national history briefSemakin tua usia binatang ini, taringnya makin panjang. Arah perpanjangan taring ini tepat ke mata. Anehnya, pada saat nyaris menghujam ke mata, ia lantas berbelok arah. Melengkung dan melingkar ke arah bawah, dan terus memanjang. Gara-gara taring panjang menyerupai tanduk ini barangkali orang lantas menyangkanya sebagai rusa. Alhasil, masyarakat lokal menamainya dengan sebutan babirusa.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Alfred Russell Wallace, peneliti berkebangsaan Inggris yang banyak mendata flora-fauna di Sulawesi, diketahui babirusa mengasah taring-taringnya dengan cara menggesek-gesekkannya pada pohon-pohon kecil. Pada taring bagian atas yang lebih panjang pun, ternyata ditemukan banyak goresan dan retakan-retakan. Hal ini menjadi alasan kuat bahwa taring babirusa, khusus yang jantan, berguna sebagai senjata dalam perkelahian antarsesama babirusa. Biang keladi bentrokan umumnya untuk mempertahankan wilayah ataupun memperebutkan betina untuk dijadikan pacar.

 

 

 «     1  2  3     »

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/