|
|
Infotekno |
|
SEGWAY, SEKUTER AJAIB Ajaib. Meskipun tanpa mesin, sarana transportasi yang mirip otopet ini mampu meluncur dengan kecepatan 20 km/jam. Arah gerak dan laju kendaraan ini cukup dikontrol lewat pergeseran titik berat pengendaranya. Untuk berhenti pun tak perlu menginjak rem, karena memang tanpa rem.
Ada
harapan, Segway yang pada mulanya diberi nama sandi ”IT” dan
”Ginger” ini akan menjadi sarana transportasi ramah lingkungan. Selain
antipolusi, ia juga diramalkan bakal menjadi kendaraan masa depan. Yang
pasti, kendaraan roda dua bertenaga baterai ini sangat irit energi. Nyaman
dan aman untuk ”jalan-jalan” keliling kota. ”Seperti main ski tanpa
salju,” begitu pengakuan mereka yang pernah mencobanya. Sayang
sekali, kendaraan yang dipatenkan sebagai kendaraan angkut pribadi (PMV, personal
mobility vehicle) ini dirancang cuma untuk satu orang pengendara. Seperti sepatu ajaib Bagaimana
cara menjalankannya? ”Cukup doyongkan tubuh ke depan,” tutur Dean Kamen,
saat mendemonstrasikan Segway menyusuri trotoar di Silicon Valley. Ketika
si pengendara berdiri tegak lurus di atas pijakan skuter ini dengan
pandangan lurus ke arah depan, tentu sambil tak lupa memegangi kemudi yang
mirip setang sepeda, maka meluncurlah ia ke arah depan. Dengan
tenaga baterai, Segway HT sanggup melaju dengan kecepatan maksimal 20
km/jam. Daya jelajahnya? Di atas jalan datar, ia bisa bertahan melaju sejauh
27 km. Pengisian baterai selama satu jam menghasilkan tenaga untuk dua jam
pemakaian. Kalau
hendak bergerak mundur, pengendaranya cukup mendoyongkan tubuh sedikit ke
arah belakang secara wajar. Sementara untuk berbelok kiri atau kanan, cukup
menggeser posisi tumit atau pergelangan kaki ke kanan atau kiri, tentu
sembari membelokkan setang. Dengan memutar-mutarkan pergelangan kaki di atas
pijakan, Segway pun berputar-putar di tempat, tanpa perlu khawatir terjatuh.
Kalau
ingin berhenti, ya berhenti saja seperti saat berhenti melangkah. Tidak
perlu menginjak rem. Karena skuter ini memang tidak dilengkapi rem. Yang
penting posisi badan tegak lurus. Hebatnya,
sarana transportasi ini ”tahu” ke mana arah gerak yang dimaui
penunggangnya. Arah gerak dan lajunya cukup dikontrol lewat pergeseran titik
berat pengendaranya. Ibarat ”sepatu roda ajaib”, ia akan bergerak
menuruti kehendak kaki pemakainya. Mau maju atau mundur, ayo aja!.
Pada saat merespons gerakan mendoyong, Segway bergerak nyaris tanpa
kesukaran - tidak ubahnya seperti berjalan kaki. Keajaiban
sarana transportasi ini sesungguhnya terletak pada pijakan yang dirancang
khusus sehingga sangat peka dan reaktif terhadap perubahan keseimbangan
(titik berat), sehalus apa pun!
|
|||||||