globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Infotekno

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

SEGWAY, SEKUTER AJAIB

Ajaib. Meskipun tanpa mesin, sarana transportasi yang mirip otopet ini mampu meluncur dengan kecepatan 20 km/jam. Arah gerak dan laju kendaraan ini cukup dikontrol lewat pergeseran titik berat pengendaranya. Untuk berhenti pun tak perlu menginjak rem, karena memang tanpa rem.

 

repro: how stuff it worksSetelah hampir setahun sempat bikin penasaran banyak orang, akhirnya Segway Human Transporter diperkenalkan di depan umum. Penemunya, Dean Kamen (50), mendemonstrasikan skuter itu dalam acara Good Morning America di televisi ABC, awal Desember 2001.

Ada harapan, Segway yang pada mulanya diberi nama sandi ”IT” dan ”Ginger” ini akan menjadi sarana transportasi ramah lingkungan. Selain antipolusi, ia juga diramalkan bakal menjadi kendaraan masa depan.

Yang pasti, kendaraan roda dua bertenaga baterai ini sangat irit energi. Nyaman dan aman untuk ”jalan-jalan” keliling kota. ”Seperti main ski tanpa salju,” begitu pengakuan mereka yang pernah mencobanya.

Sayang sekali, kendaraan yang dipatenkan sebagai kendaraan angkut pribadi (PMV, personal mobility vehicle) ini dirancang cuma untuk satu orang pengendara.

 

Seperti sepatu ajaib

Bagaimana cara menjalankannya? ”Cukup doyongkan tubuh ke depan,” tutur Dean Kamen, saat mendemonstrasikan Segway menyusuri trotoar di Silicon Valley.

Ketika si pengendara berdiri tegak lurus di atas pijakan skuter ini dengan pandangan lurus ke arah depan, tentu sambil tak lupa memegangi kemudi yang mirip setang sepeda, maka meluncurlah ia ke arah depan.

Dengan tenaga baterai, Segway HT sanggup melaju dengan kecepatan maksimal 20 km/jam. Daya jelajahnya? Di atas jalan datar, ia bisa bertahan melaju sejauh 27 km. Pengisian baterai selama satu jam menghasilkan tenaga untuk dua jam pemakaian.

Kalau hendak bergerak mundur, pengendaranya cukup mendoyongkan tubuh sedikit ke arah belakang secara wajar. Sementara untuk berbelok kiri atau kanan, cukup menggeser posisi tumit atau pergelangan kaki ke kanan atau kiri, tentu sembari membelokkan setang. Dengan memutar-mutarkan pergelangan kaki di atas pijakan, Segway pun berputar-putar di tempat, tanpa perlu khawatir terjatuh.

Segway, sarana transportasi tanpa mesin. Di jalan raya oke, di trotoar juga oke.

Kalau ingin berhenti, ya berhenti saja seperti saat berhenti melangkah. Tidak perlu menginjak rem. Karena skuter ini memang tidak dilengkapi rem. Yang penting posisi badan tegak lurus.

Hebatnya, sarana transportasi ini ”tahu” ke mana arah gerak yang dimaui penunggangnya. Arah gerak dan lajunya cukup dikontrol lewat pergeseran titik berat pengendaranya. Ibarat ”sepatu roda ajaib”, ia akan bergerak menuruti kehendak kaki pemakainya. Mau maju atau mundur, ayo aja!. Pada saat merespons gerakan mendoyong, Segway bergerak nyaris tanpa kesukaran - tidak ubahnya seperti berjalan kaki.

Keajaiban sarana transportasi ini sesungguhnya terletak pada pijakan yang dirancang khusus sehingga sangat peka dan reaktif terhadap perubahan keseimbangan (titik berat), sehalus apa pun! 

 

«     1  2  3     »

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/