globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

W a r n a

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

MENGURUS MATA SI JENDELA DUNIA

Tak bisa dipungkiri, peranan mata sangat besar. Menurut para ahli, 83% informasi sehari-hari yang kita terima terserap lewat indera yang satu ini. Bila kita mengakui bahwa knowledege is power, memelihara kesehatan mata menjadi tak sekadar perlu, tapi wajib hukumnya.

ibasfotoMata yang baik tak sekadar memenuhi persyaratan “bisa melihat”. Dalam kalimat yang ringkas, Dr. dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, kepala bagian Ilmu Penyakit Mata FKUI, Jakarta, menguraikannya begini, “Mata mencapai penglihatan 100% bila bisa melihat bersama-sama dan dalam tingkat stereoskopis.”

Masing-masing mata punya lapang pandang sendiri. Untuk bisa melihat dengan benar, citra yang dilihat oleh masing-masing mata harus dapat disatukan. Bayangkan yang Anda rasakan kalau penglihatan dobel. Bingung dan pusing ‘kan? Jadi, otot masing-masing bola mata harus mampu saling menyesuaikan diri. Kalau yang satu bergerak ke arah tertentu, otot bola mata yang lain bergerak berlawanan arah dalam gerak simetris, simultan, dan terkoordinasi. Seandainya kemampuan ini tak tercapai, si pemilik mata dikatakan menderita strabismus alias juling.

Untuk bisa melihat, pertama-tama bagian optik mata harus oke. Sinar yang masuk diterima oleh media refraksi, artinya ia harus melewati kornea, lapisan air, lensa, dan badan kaca, sampai ke satu titik. Titik ini merupakan kumpulan atau pusat reseptor penglihatan, berupa sel-sel penangkap cahaya (photo receptor). Kalau sinarnya tidak terfokus di situ, tapi di depannya, pemilik mata menderita rabun jauh (myopi). Sebaliknya, kalau jatuhnya di belakang, disebut rabun dekat (hipermetropia).

Jelaslah kemampuan memfokuskan sinar itu sangat tergantung antara lain pada kelengkungan kornea dan panjang bola mata. Begitu citra mencapai titik fokus yang diharapkan, entah dengan alat bantu ataupun tidak, oleh saraf citra itu akan diteruskan ke otak untuk diinterpretasikan. Sehingga bisa dikatakan, proses melihat mesti melewati dua bagian, yakni bagian optik refraktif yang dasarnya fisika dan bagian saraf yang dasarnya biologi. Penglihatan akan baik bila kedua bagian tadi bekerja dengan baik.

 

«     1  2  3  4     »

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/