globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

W a r n a

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

MENOLONG TANPA MENCELAKAKAN

Kecelakaan ringan atau berat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) tidak saja vital pada saat terjadi kecelakaan, tetapi bisa berarti keberuntungan atau kemalangan seumur hidup bagi yang ditolong.

foto ibas

Posisi yang benar dalam melakukan pijatan (kompresi) jantung. Dengan posisi demikian, penolong tidak lekas lelah.

Pak Abdul, sebut saja demikian, telah bertahun-tahun harus duduk di kursi roda. Saat remaja dulu ia mengalami kecelakaan lalu lintas yang berbuntut pada kelumpuhan pada kedua kakinya. Sampai sekarang, kadang-kadang masih terlontar penyesalannya,  “Seandainya saat itu saya tidak dipindahkan secara sembarangan, barangkali saya tidak harus menderita kelumpuhan seperti ini.” Sesal tidak dapat dihindari karena ia masih ingat, kakinya masih belum lumpuh saat ia dipindahkan dengan cara digotong secara sembrono. Ia bisa dikatakan telah mengalami kemalangan rangkap. Kecelakaan yang sejati disusul kecelakaan saat “ditolong”. 

Memang ironis, orang-orang yang berniat menyelamatkannya secara tidak sengaja justru mengakibatkan penderitaan seumur hidup. P3K seharusnya merupakan pertolongan darurat bagi korban kecelakaan, yang diberikan sebelum datang bantuan medis dari dokter atau paramedis yang lebih lengkap dan mantap. Tindakan dalam P3K bertujuan menyelamatkan korban, meringankan penderitaannya, dan mencegah agar cedera tidak bertambah parah.

Untuk bisa melakukannya dengan baik, jelas diperlukan latihan. Tanpa latihan cukup, tindakan yang dilakukan begitu saja salah-salah malah membuat korban makin menderita. Kuncinya, ketika dihadapkan pada korban kecelakaan, jangan panik. Lakukan tindakan pertolongan dengan cekatan. Jangan pula memindahkan korban secara tergesa-gesa.

Secara umum, amankan korban dari keadaan yang mungkin berbahaya dan kerumunan massa. Lalu perhatikan kesadarannya. Apakah ia masih bernapas? Periksa denyut nadi atau jantungnya. Periksa pula apakah ia terluka? Adakah bentuk anggota tubuhnya yang bengkok tidak semestinya? Bila ada perdarahan, hentikan dengan menekan bagian yang berdarah.

Karena ada pelbagai jenis kecelakaan, bentuk tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan juga beragam.

 

«     1  2  3  4  5  6     »

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/