|
|
W a r n a |
|
MENJADI PEMAIN SEPAK BOLA BERPRESTASI Tahun
ini khalayak pencinta si kulit bundar akan disuguhi keriaan lagi, Piala
Dunia 2002. Perhelatan besar empat tahunan sekali ini selalu saja, dan ini
patut disyukuri, mampu membawa masyarakat dunia melupakan, barang beberapa
jenak, keruwetan hidup mereka sehari-hari. Intisari pun tak mau
ketinggalan. Tak tanggung-tanggung, kami akan menyediakan ruang untuk
ber-”Pesta Bola” selama lima bulan berturut-turut, diawali dengan
artikel ”Menjadi Pemain Sepak Bola Berprestasi” oleh dr.
Sadoso Sumosardjuno, Sp.KO. dalam edisi
ini.
Bekal
pemain sepak bola berprestasi ternyata tidak cuma keterampilan. Atlet
haruslah memiliki kemampuan-kemampuan lainnya. Singkat kata, apa persis
kunci sukses menjadi pemain
sepak bola? Beberapa
tahun belakangan, dunia sepak bola Tanah Air terasa suram. Tim nasional
beberapa kali mengalami kegagalan dalam berbagai pertandingan. Bahkan, di
tingkat regional ASEAN pun Tim Merah Putih belum mampu menunjukkan prestasi
menggembirakan. Muncul kemudian beragam analisis penyebab gagalnya tim
Indonesia. Ada yang menuduh pembinaannya tidak benar. Namun, ada pula yang
menuding memang kualitas pemain di negeri ini masih kurang memadai. Yang
pasti, di sudut pandang olahraga, sepak bola merupakan olahraga tim yang
dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai faktor pendukung yang mesti
dimiliki pemainnya. Selain faktor psikologis, pemain sepak bola yang baik
harus didukung faktor daya tahan (endurance), kecepatan, dan
kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan yang sering terjadi
pada ritme permainan baik selama pertandingan maupun latihan. Ia jelas juga
dituntut mampu menggunakan energi secara kontinyu.
Dalam
cabang olahraga ini, pemain banyak melakukan gerakan lari cepat diselingi
lari agak lambat, start secara cepat, melompat, serta sering kali
berbenturan berebut bola. Semuanya memerlukan gerakan otot sepenuhnya selama
90 menit atau lebih. Dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan
diketahui, gerakan lari ke depan selama suatu pertandingan bisa mencapai
kurang lebih sejauh 12 km atau sekitar 29 kali keliling lapangan.
|
|||||||