globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

W a r n a

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

MENJADI PEMAIN SEPAK BOLA BERPRESTASI

Tahun ini khalayak pencinta si kulit bundar akan disuguhi keriaan lagi, Piala Dunia 2002. Perhelatan besar empat tahunan sekali ini selalu saja, dan ini patut disyukuri, mampu membawa masyarakat dunia melupakan, barang beberapa jenak, keruwetan hidup mereka sehari-hari. Intisari pun tak mau ketinggalan. Tak tanggung-tanggung, kami akan menyediakan ruang untuk ber-”Pesta Bola” selama lima bulan berturut-turut, diawali dengan artikel ”Menjadi Pemain Sepak Bola Berprestasi” oleh dr. Sadoso Sumosardjuno, Sp.KO. dalam edisi ini.

Pemain sepak bola yang baik memiliki kekuatan, keterampilan, ketahanan, dan kecepatan yang tinggi.

Bekal pemain sepak bola berprestasi ternyata tidak cuma keterampilan. Atlet haruslah memiliki kemampuan-kemampuan lainnya. Singkat kata, apa persis kunci sukses menjadi  pemain sepak bola?

Beberapa tahun belakangan, dunia sepak bola Tanah Air terasa suram. Tim nasional beberapa kali mengalami kegagalan dalam berbagai pertandingan. Bahkan, di tingkat regional ASEAN pun Tim Merah Putih belum mampu menunjukkan prestasi menggembirakan. Muncul kemudian beragam analisis penyebab gagalnya tim Indonesia. Ada yang menuduh pembinaannya tidak benar. Namun, ada pula yang menuding memang kualitas pemain di negeri ini masih kurang memadai.

Yang pasti, di sudut pandang olahraga, sepak bola merupakan olahraga tim yang dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai faktor pendukung yang mesti dimiliki pemainnya. Selain faktor psikologis, pemain sepak bola yang baik harus didukung faktor daya tahan (endurance), kecepatan, dan kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan yang sering terjadi pada ritme permainan baik selama pertandingan maupun latihan. Ia jelas juga dituntut mampu menggunakan energi secara kontinyu. 

Dalam cabang olahraga ini, pemain banyak melakukan gerakan lari cepat diselingi lari agak lambat, start secara cepat, melompat, serta sering kali berbenturan berebut bola. Semuanya memerlukan gerakan otot sepenuhnya selama 90 menit atau lebih. Dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan diketahui, gerakan lari ke depan selama suatu pertandingan bisa mencapai kurang lebih sejauh 12 km atau sekitar 29 kali keliling lapangan.

 

«     1  2  3  4     »

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/