BERITA UTAMA                                    Senin: 12 Apr 2004 19:06


Semua ikan berpotensi jadi racun

Kupang, PK

Semua jenis ikan berpotensi menjadi racun, kalau penangkapannya dengan cara membom atau meracuni. Namun secara statistik, ikan yang lebih banyak berpotensi menjadi racun adalah ikan tongkol.

Demikian Kepala Instalasi Rawat Darurat (IRD) Rumah Sakit Umum (RSU) Prof. Dr. WZ Johannes-Kupang, dr. Frank Touw, saat ditemui Selasa (6/4) malam.

"Jadi semua ikan berpotensi menjadi racun, kalau ikan itu ditangkap dengan cara membom atau meracuni. Ikan yang dibom itu mudah terkena virus dan virus itu membahayakan kesehatan manusia, terutama bagi yang mengkonsumsinya," ujar Frank.

Sebelumnya diberitakan, Carlos Sala (13) siswa SLTP Negeri 5-Kupang, tewas di Rumah Sakit Umum (RSU) Prof. Dr. WZ Johannes-Kupang setelah mengkonsumsi ikan tongkol. Korban itu meninggal dunia karena terkena racun toxyd. Sedangkan pasien lainnya yang dirawat adalah Petronela Hala.

"Semua racun dalam dunia medis disebut toxyd. Dan, yang sudah dilemahkan disebut toxyn. Virus ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia," ujarnya.

Tentang imbauannya kepada masyarakat agar hati-hati mengkonsumsi ikan tongkol, dia mengatakan, perlu diluruskan lagi. Karena hal tersebut bisa menimbulkan dampak kurang baik terutama bagi warga yang berprofesi sebagai penjual ikan. Tapi ia tetap mengingatkan masyarakat agar hati-hati bila membeli ikan.

Sementara Emanuel Nalle, keluarga Carlos Sala, mengatakan, pada hari Rabu (31/3) lalu, mereka membeli ikan ‘manok’ dari seorang penjual ikan yang lewat di depan rumah, Jalan Bajawa, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang.

"Kami beli empat ekor dan langsung digoreng. Setelah itu kami makan sama-sama termasuk Ita (6) dan Minggus Dimas. Waktu itu saya juga sakit tetapi setelah muntah langsung baik. Sedangkan Ita dan Minggus tidak keracunan sama sekali," katanya.

Keesokan harinya, Kamis (1/4), lanjut dia, Carlos dan Petronela sakit perut dan muntah-muntah. Karena kondisinya semakin parah, maka keduanya dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Prof. Dr. WZ Johannes-Kupang untuk dirawat.

Berdasarkan informasi dari beberapa dokter di IRD, lanjut Nalle, mereka keracunan ikan. Tetapi yang jelas bukan ikan tongkol. Nalle juga mengakui bila Carlos Sala telah meninggal dunia Senin (5/4) pukul 04.00 dini hari. (ans)