KUPANG Plus                                    Senin: 27 Sep 2004 18:10


Panwaslu plenokan brosur Mega-Hasyim

Kupang, PK

Panwaslu Kota Kupang melakukan pleno hari ini, Senin (27/9), untuk membahas sikap IRP, pemilik sedan berwarna kuning yang membawa satu rim brosur Mega-Hasyim ke Bandara El Tari-Kupang, Senin (20/9). "Kami akan rapat hari Senin untuk membahas masalah itu. Apakah RIP yang membawa satu rim brosur Mega-Hasyim ke Bandara El Tari-Kupang melakukan pelanggaran atau tidak, sangat tergantung pada pleno Panwaslu," ujar Ketua Panwaslu Kota Kupang, Ny. Elty Silaban saat ditemui di kantornya, Sabtu (25/9) siang.

Dia mengatakan, dalam kasus penyebaran brosur itu, RIP memang diduga melakukan kegiatan yang pelanggaran pemilu. Dan, hal itu melanggar UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Namun, lanjut dia, dugaan itu harus didukung oleh data yang menguatkan dugaan. "Untuk itu kita akan bahas dalam pleno Panwaslu. Karena hari Senin (27/9) kami melakukan pleno, maka hari Selasa (28/9) baru kita sampaikan hasilnya, apakah kasus ini dilanjutkan ke penyidik Polresta Kupang atau tidak," ujar Silaban.

Sebelumnya diberitakan, Panwaslu Kota Kupang menemukan sebuah mobil sedan warna kuning sedang membawa sekitar satu rim brosur Mega-Hasyim, pada Senin (20/9) di Bandara El Tari-Kupang. Mobil tersebut kemudian diidentifikasi sebagai milik IRP.

Saat dini hari pada hari yang sama, aparat Polresta Kupang menemukan 1.314 selebaran bergambar pasangan calon presiden dan wakil presiden, Mega-Hasyim. Selebaran itu berisikan lima pilar keberhasilan Mega-Hasyim. Aparat Polresta juga menemukan foto Megawati menggendong bocah perempuan berseragam SD sebanyak 152 lembar di beberapa ruas jalan di Kota Kupang seperti di Jalan Pahlawan dan Jalan Timor Raya. (mar)


o Di Kabupaten Kupang

Pleno KPU berjalan aman

Kupang, PK

Pleno hasil Pilpres putaran II di KPU Kabupaten Kupang berjalan aman. Dari pleno yang berlangsung kurang lebih tiga jam itu, pasangan Mega-Hasyim unggul di 22 kecamatan.

Seperti disaksikan Pos Kupang, Minggu (26/9) di ruang rapat KPU setempat, pleno yang mestinya dimulai pukul 16.00 Wita molor hingga pukul 17.00 Wita, karena beberapa tim sukses dari dua pasangan ini terlambat datang.

Ketua KPU Kabupaten Kupang, Johny K Tiran yang ditemui Pos Kupang seusai pleno, mengatakan, hasil dari pleno ini akan diserahkan ke KPU NTT, Senin (27/9).

Tiran juga mengatakan, selama Pilpres putaran kedua, tidak terjadi hambatan yang serius. "Memang ada beberapa kendala, namun hal itu bisa diantisipasi sehingga tidak menimbulkan persoalan yang berkepanjangan," ujarnya tanpa menjelaskan kendala yang dimaksud.

Sesuai hal pleno tersebut, untuk Kecamatan Sabu Raijua, pasangan Mega-Hasyim memperoleh 4.024 suara, SBY-Kalla memperoleh 277. DI Kecamatan Sabu Barat Mega-Hasyim memperoleh 10.388 sedangkan SBY-Kalla 1.642 suara, Sabu Timur Mega-Hasyim 4.371 suara, SBY-Kalla 1.121 suara, Sabu Liae Mega-Hasyim 3.884 suara, SBY-Kalla 453 suara.

Di Kecamatan Sabu Haumehara, Mega-Hasyim mengoleksi 6.302 suara sementara SBY-Kalla memperoleh 766 suara. Di Semau Pulau Semau, Mega-Hasyim mengumpul 4.147 suara, sementara SBY-Kalla hanya kebagian 1.171 suara. Di Nekamese Mega-Hasyim unggul dengan 3.432 suara dari pasangan SBY-Kalla yang memperoleh 1.204 suara. Di Kupang Barat, Mega-Hasyim mendapat 5.215, SBY-Kalla memperoleh 1.610 suara. Di Kecamatan Kupang Tengah, Kupang Timur dan 12 kecamatan lainnya, pasangan Mega-Hasyim yang mengungguli SBY-Kalla. (ans)