K u p a n g

 

 

 

 

 

 

SMPN 2 Liae siap dibangun

SEBA, PK -- SMPN 2 Liae di Kecamatan Sabu Liae, Kabupaten Kupang akan dibangun dalam tahun ini. Anggaran untuk pembangunan sekolah ini sudah dialokasikan senilai Rp 1,3 miliar. Pola pembangunannya menggunakan pola pemberdayaan masyarakat sehingga tidak melalui proses tender.
Kepastian pembangunan sekolah negeri ini disampaikan salah seorang staf Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Susetyo saat memantau secara langsung lokasi pembangunan sekolah ini di Liae, Kecamatan Sabu Liae, Rabu (19/3/2008). 
Hadir pada kesempatan ini, anggota Komisi X DPR RI, Ruth Nina Kedang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT, Thobias Uly, Kepala Sub Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah, Yusuf Miha Ballo, Kasubdin PLS, Marthin Dira Tome dan anggota DPRD Kabupaten Kupang daerah pemilihan Sabu, Apilus Harry Migu.
Di hadapan ratusan warga Kecamatan Sabu Liae, Susetyo mengatakan, kedatangannya ke Sabu bertujuan, antara lain untuk mengetahui sejauh mana warga membutuhkan sekolah baru. 
"Saya diajak Ibu Nina Kedang ke Sabu untuk mendengarkan secara langsung apakah warga di sini memang membutuhkan sebuah SMP negeri. Kalau butuh, apakah ada kendala atau tidak misalnya masalah tanah serta beberapa syarat teknis lainnya," ujarnya sambil menginformasikan bahwa dana pembangunan SMPN 2 Liae ini sudah dialokasikan senilai Rp 1,3 miliar dan akan langsung ditransfer ke rekening komite pembangunan (KP).
Ketika ditanya Pos Kupang usai acara ini, Susetyo menjelaskan, dari pertemuan dengan warga ini, ia yakin SMPN 2 Liae dapat dibangun sekitar pertengahan tahun ini. Ia menjelaskan, pembangunan sekolah ini tidak menggunakan sistem tender sebagaimana lazimnya proyek-proyek pemerintah tetapi menggunakan pola pemberdayaan masyarakat.
Karena menggunakan pola pemberdayaan masyarakat, katanya, dalam waktu dekat sekolah harus membentuk KP yang diketuai oleh salah seorang guru senior seperti kepala sekolah dan melibatkan warga setempat. Pola ini juga mengharuskan KP untuk membeli material bangunan dari warga dan menggunakan tenaga-tenaga lokal.
Tentang pola pemberdayaan ini, Thobias Uly mengajak masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif. Ia mencontohkan, pihak misi atau zenden selalu membangun sekolah melebihi dana yang dibantu pemerintah. "Contoh seperti ini dapat kita terapkan di sini. Kalau masyarakat mau bangun gedung dua lantai dengan fasilitas yang bagus akan jauh lebih baik. Itu contoh partisipasi kita dalam sistem pembangunan yang menggunakan pola pemberdayaan masyarakat," jelasnya.
Sementara Camat Sabu Liae, Herman Kaho dalam laporannya antara lain mengatakan, warga kecamatannya sangat membutuhkan sekolah baru ini. Karena itu ia berharap pembangunan sekolah ini dapat berlangsung dalam waktu dekat. Ia menginformasikan, saat ini enam SD pendukung bagi SMPN 2 Liae dengan total siswa mencapai 860 siswa. (dar)


SD di Sabu
-------------------
Nama SD Jumlah siswa
SDN Deme 158
SDI Daiae 76
SD GMIT Raekore 136
SDN Lui Pau 158
SD GMIT Menanga Do 136
SD GMIT Bebae 196
======================
Total 860

Warga Sabu tunggu Pansus PLS

KUPANG, PK -- Sejumlah tokoh masyarakat (Tomas) Pulau Sabu mendesak Panitia Khusus (Pansus) kasus Pendidikan Luar Sekolah (PLS) DPRD Kabupaten Kupang untuk berdialog secara langsung dengan mereka tentang persoalan PLS. Mereka menilai, kasus ini telah dipolitisir dan disusupi agenda lain karena program-program PLS berguna bagi masyarakat dan dikelola secara transparan.
Desakan Tomas Sabu ini disampaikan saat dialog dengan anggota Komisi X DPR RI, Ruth Nina Kedang, staf Menteri P dan K Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Susetyo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT, Thobias Uly, Kepala Sub Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah, Yusuf Miha Ballo dan Kasubdin PLS, Marthin Dira Tome. 
Dialog ini berlangsung di Istana Teni Hawu, Rabu (19/3/2008), dan dihadiri ratusan warga dari kelompok para guru, tokoh agama, pemuda dan masyarakat serta para pendamping PLS.
Sebagaimana disaksikan Pos Kupang, hampir semua Tomas yang menyampaikan pendapatnya, semuanya mempersoalkan pembentukan Pansus PLS. 
Pendeta Yerry Hawu, pimpinan salah satu gereja di Kota Seba, misalnya mengatakan, pembentukan Pansus ini tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Karena itu ia meminta Pansus PLS agar dalam waktu dekat melakukan kunjungan kerja ke Sabu guna mendengarkan secara langsung aspirasi warga Sabu.
"Kami tunggu kehadiran Pansus di Sabu. Kalau mereka punya keberanian untuk berdialog langsung dengan kami masyarakat, kami tunggu," ujarnya sambil menambahkan bahwa ia sendiri mengelola lebih dari seratus kelompok PLS dan semuanya berjalan baik.
Tomas lainnya, HD Radja mengatakan, persoalan PLS ini mengemuka karena banyak pihak termasuk anggota Pansus tidak mengerti mekanisme kerja, sasaran dan target program ini. Ia menilai Pansus ini terbentuk karena faktor politis dan bukan karena fakta di lapangan. Manfaat program ini, katanya, dirasakan oleh ribuan warga Sabu. Karena itu kepada para pengelola, ia mengajak tetap bekerja dan tidak perlu mengindahkan pekerjaan Pansus.
Menanggapi pernyataan Tomas ini, anggota DPRD Kabupaten Kupang asal daerah pemilihan Sabu, Apilus Harry Migu mengatakan, Pansus PLS yang dibentuk DPRD Kabupaten Kupang mengada-ada dan tidak prosedural. Pasalnya, Pansus ini terbentuk sebelum anggota DPRD, termasuk dirinya menyampaikan laporan kunjungan kerja dalam paripurna. 
Ia bahkan mengatakan, Pansus ini sarat dengan muatan politik yakni hanya untuk mengakomodir kepentingan Partai Golkar.
"Saya mau sampaikan bahwa Pansus itu dibentuk karena kepentingan politik golongan tertentu, khususnya Golkar yang paling ngotot untuk membentuk Pansus ini karena kebakaran jenggot setelah tahu bahwa Pak Luther (Marthen Dira Tome/ Kasubdin PLS, Red) dilamar PDIP sebagai kandidat bupati dalam Pilkada Kabupaten Kupang," ujar Harry Migu.
Ia menjelaskan, karena menyadari bahwa pembentukan Pansus ini terlalu dipaksakan, anggota Dewan dari Partai PDIP dan Demokrat terpaksa melakukan walk out ketika hendak dilakukan voting tentang pembentukan Pansus. Menurutnya, argumentasi penolakan pembentukan Pansus yang disampaikan PDIP dan Demokrat sama sekali tidak dipertimbangkan pimpinan DPRD.
Sementara itu, baik Nina Kedang maupun Thobias Uly meminta warga untuk tidak terjebak pada isu-isu murahan tentang PLS.
Nina Kedang, misalnya mengimbau warga, khususnya peserta PLS untuk terus mengimplementasikan program-program PLS untuk membuktikan bahwa program ini berdampak bagi mutu kehidupan masyarakat. (dar)


Sambut HUT emas, pemkot gelar ja'i

KUPANG, PK -- Untuk menyambut HUT emas Kota Kupang hari Rabu (25/4/2008), Pemkot Kupang menggelar aneka kegiatan, antara lain aksi kebersihan, malam kesenian berupa ja'i massal serta olahraga persahabatan berupa pertandingan bolakaki antara Kupang-Darwin.
Asisten Pembangunan Setkot Kupang, Dra.Thruice Balina Uly, M.Si mengatakan itu usai memimpin rapat membahas masalah pembangunan perumahan bagi rakyat miskin, di ruang kerjanya, Rabu (19/3/2008). 
Menurut Balina, untuk tahun 2008 pemkot secara interen lebih fokus dalam menggelar berbagai kegiatan menyambut HUT emas Kota Kupang. Selain menyuguhkan aneka tarian tradisional dalam malam kesenian, kata Balina, HUT kali ini juga akan dihadiri oleh Gubernur Papua Barat.
Aksi kebersihan yang direncanakan itu, katanya, dilakukan di arena promosi Fatululi, taman-taman kota serta berbagai tempat umum di Kota Kupang. Kebersihan itu juga dilakukan di masing- masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Balina menambahkan, sebenarnya ada empat tahap dalam menyambut HUT emas yakni upacara di puncak HUT emas, malam kesenian yang dilakukan sehari menjelang HUT serta olahraga persahabatan dan kebersihan lingkungan.
Sementara Kadis Kimpraswil Kota Kupang, Ir. Lay Ndajaranjoera menyarankan agar aktivitas olahraga di pagi hari tidak hanya di kantor walikota tetapi juga dilakukan di setiap dinas. Cara itu, kata Lay, dapat menjalin keakraban antara sesama rekan kerja di masing-masing dinas. (osa)


Prakiraan cuaca beberapa kota di NTT, Selasa (25/3/2008)


Kupang : Berawan-Hujan
: Suhu 22-32'C / Angin 10-20 km/jam 

Maumere : Berawan-Hujan 
: Suhu 24-30'C / Angin 10-15 km/jam

Larantuka : Berawan-Hujan 
: Suhu 23-31'C / Angin 10-15 km/jam

Waingapu : Berawan-Hujan
: Suhu 24-32'C / Angin 10-30 km/jam


Rote/Ba'a : Berawan-Hujan
: Suhu 19-32' C / Angin 10-15 km/jam

Kalabahi : Berawan-Hujan 
: Suhu 23-31' C/ Angin 10-30 km/jam

Ruteng : Berawan-Hujan
: Suhu 17-24'C/ Angin 10-20 km/jam

Labuan Bajo : Berawan-Hujan 
: Suhu 23-30'C/ Angin 10-25 km/jam

Sabu : Berawan-Hujan
: Suhu 24-32'C / Angin 10-15 km/jam 

Prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan laut NTT
Laut Flores, Selat Ombai, Selat Sumba, Selat Sape, Laut Banda, Laut Arafuru 0,5-1,0 meter
Laut Sawu, Selat Rote, Laut Timor, 0,5-1,5 meter



Sumber : BMG El Tari Kupang