Pro Bisnis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Harga cabai merah naik

KUPANG, PK -- Sejak pekan lalu, stok cabai merah di pasar- pasar di Kota Kupang, menipis. Para pedagang sulit mendapat komoditi tersebut sehingga harganya naik mencapai Rp 25.000,00/kg dari sebelumnya Rp 15.000,00/kg.
Mahben, salah satu pedagang di Pasar Kasih, Naikoten, Kupang, saat ditemui Pos Kupang, Selasa (25/3/2008), mengungkapkan, cabai merah yang masuk ke Pasar Kasih, sangat sedikit. Banyak pedagang tidak bisa berjualan cabai merah karena tidak mendapatkan komoditi tersebut.
"Biasanya, para pedagang membawa cabai merah itu ke pasar dalam jumlah banyak. Tetapi akhir-akhir ini sangat kurang. Akibatnya, harga cabai merah naik cukup tinggi, dari 15.000,00 menjadi Rp 25.000,00 per kilo," katanya.
Menurut Mahben, permintaan cabai merah merah meningkat tajam sejak wisuda Undana baru-baru ini, diikuti hari raya keagamaan, yakni Maulid Nabi Muhammad SAW dan Paskah. Rentetan acara ini membuat permintaan cabai merah naik tajam, padahal stoknya menipis. 
Pantuan Pos Kupang di Pasar Kasih, siang kemarin, harga komoditi lain yang juga mengalami perubahan harga, yakni ketumbar putih dan ketumbar hitam. Jika sebelumnya ketumbar putih seharga Rp 20.000,00/kg, saat ini menjadi Rp 23.000,00- Rp 24.000,00/kg. Sedangkan ketumbar hitam dari Rp 15.000/kg menjadi Rp 22.000/kg. 
Sementara harga pinang iris, tidak mengalami kenaikan yang berarti. Pinang iris dari Alor mutu A, misalnya, berkisar antara Rp 30.000,00/kg - Rp 35.000,00/kg. Sementara, pinang iris mutu B, harganya Rp 22.500,00 - Rp 25.000,00. 
"Harga ketumbar putih dan ketumbar hitam ini sudah naik karena harga di Surabaya juga mengalami kenaikan," jelas Mahben dibenarkan ibu Agustina, pedagang lainnya. Harga jual lada sekarang ini mencapai Rp 52.500,00/kg - Rp 55.000,00/kg, kemiri Rp 10.000,00/kg.
Harga komoditi lainnya yakni bawang putih Surabaya Rp 7.000,00/kg - Rp 8.000,00/kg, bawang putih lokal Rp 15.000,00/kg, bawang merah Rp 14.000,00/kg - Rp 15.000,00/kg, wortel Rp 12.000,00/kg, kentang Rp 8.000,00/kg dan jagung pipil Rp 3.000,00/kg. (kro/ira)




KKMT belum berlaku di NTT

KARTU Kendala Minyak Tanah (KKMT) belum berlaku di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasalnya, sampai saat ini belum ada petunjuk mengenai pemberlakuan KKMT ini. Masyarakat jangan resah, karena distribusi dan pemasaran minyak tanah tetap berlaku normal.
Wira Penjualan Pertamina Unit Pemasaran Wilayah V Nusa Tenggara Timur, Ach Chambali mengungkapkan hal itu kepada Pos Kupang, Rabu (19/3/2008). Saat itu, Chambali dikonfirmasi mengenai rencana pemerintah melakukan penghematan minyak tanah dengan memberlakukan KKMT pada 2 April 2008 ini.
"Uji coba KKMT itu di Pulau Jawa dan itu pun tidak di semua daerah. Daerah yang telah terkonversi dengan elpiji tidak diberlakukan KKMT itu," ujarnya.
Di NTT, lanjut dia, sistem distribusi tetap seperti biasa dan pemasarannya pun demikian. Jadi, masyarakat yang membeli minyak tanah tidak perlu menggunakan KKMT, pembeliannya seperti yang terjadi selama ini.
Menurutnya, penggunaan KKMT berlaku di NTT jika sudah ada keputusan pemerintah pusat. Namun sampai saat ini belum ada keputusan dari pertamina tentang itu.
Chambali juga mengungkapkan, hingga saat ini distribusi minyak tanah masih normal seperti biasanya dan alokasinya juga masih normal yakni untuk Kota Kupang misalnya sebanyak 60 Kiloliter (KL) hingga 75 KL. Kecuali untuk hari libur, diberikan ekstra droping. (ira)



Warga antre minyak tanah

KUPANG, PK -- Beberapa hari terakhir, warga Kota Kupang antre di pangkalan-pangkalan minyak tanah untuk mendapatkan bahan bakar tersebut. Mereka juga menitipkan jerigen agar lebih mudah mendapatkan minyak tanah untuk hari berikutnya. Padahal jatah minyak tanah untuk pangkalan tidak berkurang. 
Hal itu dikemukakan sejumlah pemilik pangkalan yang ditemui Pos Kupang secara terpisah, Selasa (25/3/2008) siang. Pemilik pangkalan minyak tanah Nekmese di Kelurahan Oepura, Rika mengatakan, jatah minyak yang diterimanya dari agen tidak pernah berkurang. 
"Setiap hari, kecuali hari Minggu, kami selalu dapat jatah minyak tanah dua drum. Tetapi begitu minyak tanah diturunkan dari mobil tangki, langsung habis. Bahkan banyak warga yang belum mendapatkan minyak tanah terpaksa menitipkan jerigennya untuk diisi minyak tanah keesokan harinya. Penitipan jerigen ini bisa sampai dua hari," ujarnya.
Dia mengaku heran dengan keadaan seperti ini. Pasalnya, jatah minyak tanah yang didrop ke pangkalannya tidak berkurang, namun masih ada warga yang tidak mendapat minyak tanah. "Dulu tidak pernah ada antrean seperti ini, kecuali kalau minyak tanah itu terlambat didistribusi. Kami juga tidak tahu kenapa seperti ini," ujarnya.
Pemilik pangkalan Sumber Jaya-Oepura, Jhoni M mengatakan, setiap hari jatah minyak tanah untuk pangkalannya lima drum. Jatah itu tidak pernah kurang, tapi masih banyak warga yang tidak mendapatkan minyak tanah.
"Ada orang yang setiap hari beli minyak tanah di tempat ini. Saya tidak tahu untuk apa saja minyak tanah itu. Yang saya tahu, setiap hari pasti ada puluhan jerigen yang dititipkan di sini. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar dua minggu," ujarnya.
Lain lagi di pangkalan Asriani-Namosain. Pemilik pangkalan, Asriani mengaku, jatah minyak yang didrop ke pangkalannya sebanyak tiga drum/minggu. Jatah itu tidak mampu melayani permintaan/kebutuhan minyak warga selama seminggu. 
Untuk itu dia menyiasati dengan membatasi permintaan warga, yakni setiap pembeli hanya dapat dua liter. "Saya terpaksa membatasi pembelian minyak tanah oleh warga. Setiap pembeli hanya dpaat dua liter saja," katanya. Dia pernah meminta penambahan jatah minyak dari agen namun belum dilayani. (cha) 




Stok minyak tanah memadai

STOK minyak tanah di NTT, sampai saat ini masih memadai. Persediaan minyak tanah di depot-depot pertamina di daerah, masih cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen dua minggu ke depan.
Hal itu diungkapkan Wira Penjualan Pertamina Unit Pemasaran V Kupang, Ach Hambali ketika ditemui Pos Kupang di kantornya, Selasa (25/3/2008) siang.
Menurut Hambali, stok minyak tanah yang tersedia di depot Pertamina Tenau-Kupang saat ini cukup untuk kebutuhan beberapa pekan ke depan. Begitu juga dengan stok yang ada di depot pertamina di sejumlah kabupaten di NTT. Persediaan itu rata-rata untuk beberapa minggu ke depan.
Pada Selasa (25/3/2008), telah tiba di Kupang, kapal pengangkut BBM. "Hari ini (Selasa 25/3/2008-Red) sudah tiba kapal tangker yang mengangkut BBM. Kapal ini mengangkut premium 4.200 kiloliter (kl), minyak tanah 3.500 kl dan solar 4.800 kl. BBM ini cukup untuk kebutuhan NTT," katanya. 
Pihaknya juga tetap menyalurkan minyak tanah sesuai perjanjian yang telah dibuat antara pertamina dengan agen. Dia meminta para agen tetap mengantisipasi dan memantau stok minyak tanah di tingkat pangkalan. Jika ada yang kosong langsung didistribusikan sehingga stoknya tetap ada. 
Ditanya tentang harga BBM, dia mengatakan, pertamina belum mempunyai rencana untuk menaikkan harga. (cha)



Pemerintah jamin stok beras aman

"Sampai akhir tahun nanti, pemerintah tidak khawatir. Di satu sisi ada lahan yang puso, tapi di sisi lain banyak lahan digunakan untuk menanam padi." 

--- Anton Apriyantono ---

JAKARTA, PK -- Pemerintah melalui Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriyantono, menjamin persediaan beras dalam negeri aman hingga Desember 2008. Pernyataan Mentan itu menjawab kekhawatiran akan kekurangan beras dalam negeri menyusul bencana banjir yang melanda sejumlah daerah sentra selama musim hujan ini.
"Sampai akhir tahun 2008, pemerintah tidak terlalu khawatir (kekurangan stok) karena iklimnya tidak terlalu ekstrim. Disatu sisi banyaknya hujan, lalu banyak yang lahan pertanian puso, tetapi banyak lahan juga yang bisa digunakan untuk menanam padi. Jadi ada kompensasinya," ujar Mentan di Jakarta, Jumat (21/3/2008).
Mentan mengatakan, produksi padi tahun 2008, naik sekitar 2,13 persen atau sebanyak 1,22 juta ton dibanding 2007. "Tahun ini kita targetkan pengadaan beras 2,4 juta ton," ujarnya.
Optimisme tersebut, lanjut Apriyantono, didasarkan pada ramalam Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa terjadi perluasan lahan pertanian padi dan peningkatan produktifitas petani padi. 
Sejumlah daerah yang akan melakukan penambahan luas tanam padi diantaranya Jawa, Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Kalimantan Barat.
Pada kesempatan itu, Mentar Apriyantono juga mengimbau masyarakat agar mulai saat ini melakukan diversifikasi pangan (mengganti beras dengan makanan pokok lain, seperti ubi, kentang, atau jagung). 
"Maksud dari diversifikasi pangan ini, ialah mengatasi daya beli masyarakat yang rendah dan mengantisipasi kekurangan pangan. Ini mesti dilakukan, sehingga stok pangan masyarakat tersedia selalu," ujarnya. (persda network/aco)