K u p a n g

 

 

 

 

 

 


3.000 Cemara hijaukan Napae

KUPANG, PK -- Sebanyak 3.000 anakan cemara ditanam di sepanjang Pantai Napae, Seba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Kupang, Selasa (18/3/2008). Anakan cemara ini merupakan sumbangan Kasubdin Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Marthen Dira Tome.
Disaksikan Pos Kupang, penanaman anakan cemara ini dilakukan secara simbolis pada sembilan lubang yang sudah disiapkan sebelumnya. Anggota Komisi X DPR RI, Ruth Nina Kedang, Kadis Dikbud NTT, Thobias Uly, Kasubdin PLS, Marthen Dira Tome, Camat Sabu Barat, Wempy Imanuel Riwu dan sejumlah tokoh masyarakat Sabu didaulat untuk melakukan penanaman secara simbolis ini.
Camat Wempy Riwu dalam sambutannya sebelum acara penanaman anakan ini menjelaskan, Pulau Sabu mempunyai potensi laut dan pantai yang belum diberdayakan secara optimal. Ia melihat kegiatan penanaman 3.000 anakan cemara ini sebagai salah satu strategi untuk memperindah Pantai Napae. Dengan demikian diharapkan menjadi tempat hiburan bagi warga Sabu.
Wempy Riwu juga mengimbau warga yang hadir untuk merawat anakan cemara ini. Menurutnya, bantuan yang diberikan Dira Tome ini akan sia-sia apabila warga membiarkan ternaknya berkeliaran. "Manfaatkan peristiwa hari ini sebagai kesempatan kita mengkandangkan ternak-ternak kita. Barangkali ini menjadi wujud partisipasi kita menjaga keindahan pantai ini," ujarnya.
Ajakan Wempy Riwu agar warga berpartisipasi ini digarisbawahi pula oleh Nina Kedang. Anggota DPR RI dari Partai Damai Sejahtera ini meminta warga untuk memperhatikan satu per satu anakan pohon ini. "Kalau ada yang ditemukan mati, tolong langsung ditanam penggantinya. Suatu waktu kita akan mendapatkan Pantai Napae menjadi pantai yang ramai dikunjungi warga Sabu, bahkan di luar Sabu," katanya sambil mengajak warga Sabu untuk terus menerus menanam.
Sementara Dira Tome yang dimintai komentarnya terkait sumbangannya ini mengatakan, bantuan ini merupakan cita-citanya sejak lama. Ia yakin, suatu waktu Pantai Napae ini akan menjadi daerah obyek wisata di Pulau Sabu. (dar)

Warga tolak hasil Pilkades Penfui Timur

KUPANG, PK -- Warga Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, tetap menolak hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) yang dimenangkan Agustinus Sabaat pada tanggal 28 Desember 2007. 
Lantaran protes dengan hasil pemilihan itu, belasan orang warga dipimpin, Rufus Patty Wutun, Selasa (25/3/2008), menemui Bupati Kupang, Drs. IA Medah. Namun mereka diterima Kepala Bagian Pemerintahan Desa, Okto Radja Pono, dan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kupang, Adhy Kale Lena karena bupati tak berada di tempat.
"Warga keberatan karena kesepakatan penundaan pemilihan tidak dihiraukan. Ternyata sehari kemudian dilangsungkan pemilihan yang tidak memenuhi kuorum. Saat itu, panitia akhirnya mengumumkan pemilihan berlangsung pada tanggal 28 Desember 2007 sehingga terpilihlah Agustinus Sabaat," kata Radja Pono.
Menurut Radja Pono, masalah pemilihan Kades Penfui Timur belum dapat diproses lebih lanjut pada tingkat kabupaten. Persoalannya, badan perwakilan desa (BPD) ternyata sampai sekarang belum membuat berita acara penetapan hasil pemilihan. 
"Kami di kabupaten tidak bisa proses lebih lanjut karena memang belum ada penetapan dari BPD setempat," ujarnya.
Dikatakan, informasi yang berkembang selama ini menyebutkan, pemilihan yang berlangsung beberapa waktu lalu terkesan terburu-buru. Panitia terpaksa melakukan pemilihan karena telah mengeluarkan undangan kepada warga. 
Intinya, kata dia, proses lebih lanjut soal pelantikan dan lain sebagainya masih dilakukan. Pihak pemerintah kabupaten tetap menjadi mediator untuk menyelesaikannya. Caranya, kedua belah pihak dipertemukan untuk mencari titik temu.
Hasil pertemuan antara kedua belah pihak yang berseteru akan menjadi bahan pertimbangan lebih lanjut, apakah harus diproses atau tidak. 
Camat Kupang Tengah, Chris Koroh yang ditemui secara terpisah siang kemarin, mengatakan tak tahu warganya mendatangi kantor pemkab. "Saya tidak tahu kalau ada warga saya yang datang," ujarnya. Soal keinginan warga agar membatalkan hasil pemilihan, kata Koroh, sangat tidak arif karena hanya segelintir orang yang menolaknya. (ely)


Pemkot bangun pasar percontohan 

KUPANG, PK -- Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang akan membangun pasar percontohan di Kota Kupang. Berdasarkan hasil survai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Pasar Oebobo memenuhi syarat dari aspek luas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Ir. Thomas Gah mengatakan hal ini ketika dihubungi Pos Kupang melalui telepon, Selasa (25/3/2008).
Menurut Thomas, untuk rencana ini alokasi biaya yang disiapkan senilai Rp 5 miliar yang akan disalurkan pemerintah pusat. "Kita sudah ajukan ke pemerintah pusat. Bahkan Pak Wali (Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, Red) sendiri ikut memperjuangkan rencana ini ke departemen perindustrian dan perdagangan di Jakarta. Mudah-mudahan dalam waktu dekat rencana ini sudah bisa berjalan," kata Thomas. 
Ide pembangunan pasar percontohan, menurut Thomas, bermula ketika pemkot mengajukan usulan pembangunan Pasar Penfui. Namun dengan pertimbangan luas areal pasar yang sempit, departemen mengusulkan agar di Kota Kupang perlu dibangun sebuah pasar percontohan. 
Thomas mengatakan, bertepatan dengan rencana pembangunan pasar ini, pemerintah pusat juga telah mengucurkan dana kepada beberapa daerah, seperti Garut (Jawa Barat), Sragen (Jawa Tengah) dan Piyungan (Bantul-Yogyakarta) untuk membangun jenis pasar yang sama. 
Konsep pasar percontohan, menurut Thomas, yakni pasar yang aman, nyaman dan bersih. Selain itu konsep model penataan pedagang dan komoditi dipisahkan secara tegas. "Artinya, ketika konsumen hendak membeli sayur atau daging ia sudah tahu harus berbelanja ke mana. Pembuangan limbah khusus komoditi basah seperti ikan dan daging akan kita tata lebih baik lagi. Juga akan ditempatkan satpam, cleaning service, penerangan dan fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK), " katanya. 
Menurut dia, rencana penataan Pasar Oebobo itu, yakni di bagian depan akan dipajang pasar barang-barang elektronik, garmen dan kerajinan. Sedangkan di bagian bangsal akan jual sembako. 
Selain itu, menurut dia, penataan areal perparkiran sangat penting karena berangkat dari pengalaman selama ini. Di Pasar Kasih atau Pasar Oeba, kata dia, belum ditata areal perparkiran secara representatif. Karena itu, kata Thomas, persoalan ini harus bisa terjawab ketika pembangunan pasar percontohan dimulai. (pol)


Bantuan beras sudah disalurkan

KUPANG, PK -- Bantuan beras miskin (raskin) untuk warga di empat kecamatan di Amfoang telah disalurkan Pemerintah Kabupaten Kupang, sejak hari Rabu (19/3/2008). 
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setkab Kupang, Drs. Johanes Lakapu, ketika ditemui Pos Kupang, Selasa (25/3/2008), membenarkan hal itu. Bantuan beras untuk warga Amfoang, kata dia, telah diangkut ke tempat tujuan melalui pelabuhan laut Soliu dan Naikliu menggunakan perahu nelayan. 
Semula pemerintah berniat mencarter kapal tetapi harganya relatif mahal sehingga tetap memanfaatkan perahu nelayan tradisional. "Beras sudah tiba di lokasi. Camat dan staf sudah membagi beras ke masing-masing desa," ujarnya.
Menyinggung tentang harga beras, kata dia, sesuai ketentuan yang berlaku saat ini, warga hanya membeli beras dengan harga Rp 1.600,00 per kilogram. Sementara harga beras pada tingkat pasaran telah mencapai Rp 6.000,00 per kilogram. "Ini beras subsidi dari pemerintah pusat," katanya.
Mengenai jumlah kepala keluarga penerima bantuan, kata dia, bergantung permintaan dari tiap kecamatan karena punya data yang lengkap. Sedangkan pihak kabupaten hanya menyalurkan sesuai dengan permintaan. 
Khusus untuk jatah per kepala keluarga, katanya, dalam bulan Januari warga hanya diperbolehkan mendapatkan jatah 10 kilogram. Tetapi mulai bulan Februari hingga Oktober 2008 jatah beras yang diterima per kepala keluarga sebanyak 15 kilogram.
Rinciannya, Kecamatan Amfoang Barat Daya terdiri dari empat desa dengan jumlah penerima raskin 750 orang. Total beras yang diterima untuk jatah Januari dan Februari 2008 sebanyak 18.750 kilogram, Kecamatan Amfoang Utara, terdiri dari enam desa, penerima raskin sebanyak 1.187 orang. Jatah beras Januari- Februari 2008 29.675 kilogram. Sedangkan Kecamatan Amfoang Timur, terdiri dari lima desa, jumlah penerima bantuan 1.205 kepala keluarga. Total beras yang diterima 30.125 kilogram.
Kecamatan Amfoang Barat Laut, terdiri dari enam desa, jumlah penerima raskin 1.338 kepala keluarga. Total beras yang diterima 33.450 kilogram. Beras yang disalurkan saat ini, kata dia, sekaligus untuk jatah beras raskin putaran kedua periode Maret-April. Rinciannya, Kecamatan Amfoang Barat Daya 22.500 kilogram, Kecamatan Amfoang Utara 35.610 kilogram, Kecamatan Amfoang Timur 37.050 kilogram, dan Kecamatan Amfoang Barat Laut sebanyak 40.140 kilogram. (ely)


Prakiraan cuaca beberapa kota di NTT, Rabu (26/3/2008)



Kupang : Berawan-Hujan
: Suhu 23-32'C / Angin 10-20 km/jam 

Maumere : Berawan-Hujan 
: Suhu 24-31'C / Angin 10-15 km/jam

Larantuka : Berawan-Hujan 
: Suhu 23-32'C / Angin 10-15 km/jam

Waingapu : Berawan-Hujan
: Suhu 24-32'C / Angin 10-30 km/jam

Rote/Ba'a : Berawan-Hujan
: Suhu 22-32' C / Angin 10-15 km/jam

Kalabahi : Berawan-Hujan 
: Suhu 23-31' C/ Angin 10-30 km/jam

Ruteng : Berawan-Hujan
: Suhu 16-23'C/ Angin 10-20 km/jam

Labuan Bajo : Berawan-Hujan 
: Suhu 24-30'C/ Angin 10-25 km/jam

Sabu : Berawan-Hujan
: Suhu 24-32'C / Angin 10-15 km/jam 

Prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan laut NTT
Laut Flores, Selat Ombai, Selat Sumba, Selat Sape, Laut Banda, Laut Arafuru: 0,5-1,0 meter
Laut Sawu, Selat Rote, Laut Timor: 0,5-1,5 meter




Sumber : BMG El Tari Kupang