| Berita Utama
1

|
Panwas: Nonaktifkan KPUD Sikka
Isi surat Panwas Pilkada Sikka:
----------------------------------
* KPUD Sikka tidak dapat memberikan atau menunjukkan bukti hasil penelitian ulang terhadap pemenuhan syarat pengajuan calon, berupa SK atau rekomendasi dari DPP PKB, DPW PAN, DPP Partai Pelopor, DPP PPDI yang mengusung paket calon Yos Ansar Rera-Urbanus Lora (Yosua).
* Berdasarkan temuan itu, Panwas Pilkada Sikka menilai KPUD telah melakukan pelanggaran administrasi dan Kode Etik KPU.
* Karena itu Panwas Pilkada Sikka merekomendasikan:
1. Agar KPU Pusat melalui KPUD NTT menonaktifkan sementara dan atau mengenakan sanksi administrasi kepada anggota KPUD Sikka
2. Agar proses Pilkada Sikka tetap berlangsung sesuai tahapannya, maka Panwas Pilkada Sikka meminta KPU Pusat melalui KPUD NTT sesegera mungkin mengambil alih tugas-tugas KPUD Sikka.
MAUMERE, PK -- Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Panwas Pilkada) Sikka mengeluarkan rekomendasi kepada KPU pusat untuk menonaktifkan atau menjatuhkan sanksi administrasi kepada lima anggota KPUD Sikka. KPUD NTT agar mengambil alih tugas-tugas KPUD Sikka agar pelaksanaan Pilkada Sikka tetap berjalan sesuai tahapannya.
Demikian surat rekomendasi Panwas Pilkada Sikka Nomor: 53/PANWAS/SKA/III/2008, tanggal 25 Maret 2008. Surat tersebut ditandatangani Ketua Panwas Pilkada Sikka, Philipus Fransiskus, S.S dan wakilnya, Yohanes MP Vianey Sanda, S.Sos.
Menurut Panwas, kelima anggota KPUD Sikka telah melakukan pelanggaran dalam proses verifikasi ulang terhadap berkas paket calon-paket calon Bupati-Wabup Sikka periode 2008-2013. Hasil verifikasi ini antara lain menggugurkan Paket Yosua (Yos Ansar Rera-Urbanus Lora).
Surat rekomendasi ini merupakan keputusan Panwas berdasarkan temuan Panwas dan laporan tentang pelanggaran Pilkada Sikka tahun 2008.
Surat rekomendasi yang ditujukan kepada KPU pusat itu ditembuskan antara lain kepada KPUD NTT, Bupati Sikka, Ketua DPRD Sikka, Ketua KPUD Sikka, dan Ketua Koalisi Bagi Rakyat (Kobar) selaku pengusung Paket Yosua.
Keputusan Panwas tersebut berdasarkan hasil temuan Panwas pada tanggal 24 Maret 2004. Saat itu Panwas menyikapi laporan tentang adanya pelanggaran Pilkada yang diajukan pengusung Paket Yosua, Koalisi Bagi Rakyat (Kobar) dengan suratnya tanggal 24 Maret 2008. Panwas meminta dokumen hasil verifikasi Paket Kobar yang digugurkan KPUD dalam verifikasi ulang. Namun KPUD tidak dapat menunjukkan bukti-bukti berupa hasil pengkajiannya terhadap berkas Paket Yosua sehingga paket ini dinyatakan tidak lolos.
Kemarin, Selasa (25/3/2008) pagi, sekitar 200 massa pendukung Paket Yosua mendatangi sekretariat Panwas Pilkada Sikka di Jalan Ahmad Yani- Maumere. Ikut bersama massa, Ketua Kobar, Yoseph Mbele; Sekretaris Kobar, Suaib beserta para pengurus partai politik (Parpol) pendukung Paket Yosua. Mereka meminta Panwas segera mengeluarkan keputusan mengenai laporan pelanggaran Pilkada yang mereka ajukan.
Massa diterima dan berdialog dengan Ketua Panwas Sikka, Philipus Fransiskus, dan Wakil Ketua, Yohanes MP Vianey Sanda serta anggota Panwas, Ahmad Jubair, S.H.
Dalam dialog selama setengah jam itu, Yoseph Mbele menyampaikan sejumah dugaan penyimpangan yang dilakukan KPUD Sikka dalam proses verifikasi berkas Paket Yosua. Karena itu, Kobar mendesak Panwas bertindak sesuai kewenangannya.
Terhadap tuntutan tersebut, Panwas Sikka kemudian menggelar rapat intern selama 1,5 jam dan hasil rapat Panwas tersebut disampaikan kepada pengurus Kobar.
Ditemui usai dialog, Ketua Panwas Sikka, Philipus Fransiskus, mengatakan, Panwas Sikka telah mengeluarkan keputusan yang berisi beberapa rekomendasi. Dia menyatakan akan membawa sendiri surat keputusan Panwas itu ke KPUD NTT dan KPU pusat di Jakarta. Selain dirinya, sejumlah pengurus Kobar juga akan ikut ke Kupang dan Jakarta untuk bertemu dengan pengurus KPU NTT dan KPU pusat.
Menurut Fransiskus, dikeluarkannya surat rekomendasi Panwas Sikka itu bukan hanya karena desakan massa Kobar yang mendatangi kantor Panwas, namun Panwas Sikka sudah melihat ada indikasi pelanggaran penyelenggaraan Pilkada Sikka dan kode etik yang dilakukan KPUD Sikka.
"Buktinya, kemarin (Senin 24/3/2008, Red) pagi, saya dan Vianey (Wakil Ketua Panwas, Red) menemui Ketua KPUD Robby Keupung dan anggota Thomas Aquino. Saat itu kami minta mereka menunjukkan bukti-bukti tertulis hasil penelitian ulang oleh KPUD Sikka, KPUD NTT dan KPU pusat tentang berkas Paket Yosua, tapi KPUD Sikka tidak bisa menunjukkan bukti-bukti itu," kata Philipus.
Karena itu, tambah Fransiskus, Panwas Sikka mengeluarkan surat rekomendasi kepada KPU pusat untuk menonaktifkan KPUD Sikka dan KPUD NTT bisa mengambil alih proses pelaksanaan Pilkada Sikka agar proses Pilkada tetap berjalan sesuai tahapannya.
(vel)
Mesra, Ayo dan Hero paparkan program
TIGA paket Bupati-Wakil Bupati Sikka, Selasa (25/3/2008), memaparkan visi misi dan program kerjanya di Aula Alan Wedding Hall-Maumere. Tiga paket itu adalah Paket Mesra, Ayo dan Paket Hero. Dua paket lainnya, yakni Paket Soda dan Abdi tidak ikut dalam gelar wicara antara kandidat Pilkada dengan masyarakat yang diselenggarakan oleh KNPI Sikka itu.
Hasil pemaparan visi misi dan program kerja itu akan direkomendasikan oleh KPNI Sikka kepada bupati/wakil bupati terpilih.
Kegiatan gelar wicara itu mengusung tema, "Menuju Masa Depan Sikka yang Sejahtera, Tinjauan dari Berbagai Aspek". Hadir pula Ketua KNPI Sikka, Heriando Siku, serta para pejabat di lingkup Setda Sikka. Juga hadir ratusan masyarakat yang terdiri dari kaum muda, wanita, tokoh adat dan agama, pejabat/birokrat dan pengurus Parpol di Sikka.
Tiga kandidat yang hadir dalam gelar wicara itu yakni Paket Mesra (Drs. Landoaldus Mekeng-Drs. Fransiskus Sura) dari Koalisi Sikka Sejahtera; Paket Hero (Ir. Agustinus R Heny Doing-Remigius Cosmas) dari Koalisi Sikka Bersatu dan Paket Ayo (Drs. Alaxander Longginus-dr. Henyo Kerong) dari PDIP. Sementara itu, paket Abdi (Drs. Alex Hendro Bapa-Robertus R Diogo Idong) dari Partai Golkar dan Paket Soda (Drs. Sosimus Mitang-dr. Wera Damianus) tidak hadir.
Masing-masing paket diberikan waktu 15 menit untuk memaparkan visi misi dan program dan selanjutnya dilakukan tanya jawab dengan peserta temu wicara.
Sekretaris KNPI Sikka, Marthen Luther Aji, yang dikonfirmasi usai kegiatan, mengatakan, tujuan dilakukannya kegiatan itu untuk menyatukan persepsi yang sama terhadap program-program kerja yang diluncurkan kandidat untuk masa depan Sikka. "Harapan KNPI, dengan kegiatan ini maka kandidat yang terpilih sebagai bupati/wakil bupati nanti bisa memenuhi atau melaksanakan apa yang telah mereka bicarakan dengan masyarakat dalam gelar wicara ini. Artinya, janji-janji mereka yang sudah mereka sampaikan hari ini bisa dilaksanakan dan diimplementasikan bagi kepentingan rakyat Sikka ke depannya," kata Marthen.
Paket Mesra dalam acara itu menyatakan akan membuat kontrak kerja dengan segala lini dan seluruh birokrat; meningkatkan standar pelayanan kesehatan, pendidikan, saran prasarana, pemberdayaan gender di segala lini. Mesra juga menyinggung mengenai pemberantasan KKN yang akan diatasi dengan disiplin dan kerja keras.
Sementara paket Hero menekankan pentingnya perwujudan pemerintahan yang bersih, mandiri, religius, kreatif, dan inovatif. Untuk itu, pihaknya menyiapkan tujuh program 'Sapta Aman' yakni keamanan pangan, finansial, pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, lingkungan dan keamanan hidup bermasyarakat.
Sedangkan Paket Ayo mengemukakan tentang filosofi "Gembira" yang merupakan sebuah refleksi yang sangat berkaitan dengan program otonomi daerah. Menurut Ayo, uang harus jadi subjek dan modal pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan hidup. Ayo juga memaparkan tiga program utamanya yakni pro poor (mengilangkan kemiskinan); pro job : meningkatkan lapangan kerja dan pro growth: meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (vel)
|