| Kupang
Watch




|
Mutasi jabatan jangan sekadar retorika
KUPANG, PK -- Rencana mutasi yang dilakukan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe jangan sekadar retorika belaka, karena sejak dilantik menjadi Walikota Kupang, niat mutasi untuk eselon II dan pengisian jabatan yang lowong selalu di-pending tanpa alasan yang jelas.
Anggota Komisi A DPRD Kota Kupang, Ali Machmud Badarudin menegaskan hal itu ketika dihubungi Pos Kupang di DPRD Kota Kupang, Selasa (25/3/2008), terkait niat mutasi yang dilakukan Walikota Kupang.
Menurut Ali, Walikota Kupang sebaiknya tidak mengeluarkan pernyataan tentang mutasi bila secara konkrit Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Kupang belum siap menyusun kabinet yang baru.
Ali menambahkan, sangat disayangkan bila seorang Walikota Kupang mengeluarkan pernyataan mutasi tetapi secara teknis belum siap dilakukan. Publik secara pasti mengikuti semua pernyataan walikota yang dilansir oleh media massa. Pernyataan itu, kata Ali, merupakan sebuah janji yang harus ditepati oleh seorang pemimpin di kota ini.
Mutasi untuk jabatan eselon II maupun pengisian jabatan yang lowong, kata Ali, merupakan wewenang Walikota Kupang untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Rencana itu, harus segera dilaksanakan karena sudah diketahui oleh publik.
Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe bertekad akan mengisi 240 jabatan eselon II, III dan IV yang masih lowong di Pemkot Kupang. Adoe menegaskan hal itu saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (24/3/2008), terkait rencana mutasi jabatan di Pemkot Kupang. Niat mutasi ini di-pending karena kesibukan pemkot menjalankan tugas lainnya.
Menurut Adoe, mutasi yang dilakukan minggu pertama April 2008 itu hanya roling untuk jabatan eselon II. Sedangkan untuk jabatan eselon III dan IV yang lowong akan diisi.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kupang, Chris Beda mengatakan, khusus eselon II A yang lowong di Setkot Kupang sebanyak satu orang. Eselon II B tiga orang, yakni di Sekretariat DPRD dan Disperindag Kota Kupang.
Sementara eselon III A, kata Chris, terdapat empat eselon yang lowong, yakni di dinas kimpraswil, kesehatan, distamben dan Banwas Kota Kupang. Sedangkan eselon III B, kata Chris, semuanya terisi.
Eselon IV A berjumlah 100 lebih yang lowong. Dari eselon IV A ini, paling banyak berada di Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Kupang sebanyak sembilan eselon. Disusul dispenda kota tujuh eselon, distamben enam eselon serta Dinas Litbang PDE sebanyak enam eselon yang lowong. (osa)
Jangan bermental bos
SEBANYAK 293 CPNS golongan I dan CPNS golongan II berdiri rapi dalam ruangan. Mereka mengenakan seragam baju putih dan celana/rok hitam dipadu warna sepatu sepadan. Di bagian leher, ada dasi menjulur hingga bagian perut untuk peserta pria. Sedangkan CPNS yang wanita mengenakan dasi kupu-kupu.
Mereka tampak tenang saat mendengar awal sambutan dari Walikota Kupang, Drs.Daniel Adoe. Dalam sambutannya, Adoe dengan gayanya mengingatkan kepada semua peserta untuk tidak bermental bos setelah 100 persen resmi menjadi PNS.
Ajakan itu, dilatar belakangi hidup pribadi Daniel Adoe yang meniti karier mulai dari nol yakni dari golongan II B. Saat berstatus menjadi tenaga honor, para peserta sungguh- sungguh melayani dalam tugas. "Saya minta, niat itu harus tetap dipertahankan sampai menjadi PNS," pinta Adoe yang disusul gelak tawa peserta.
Mantan Wakil Walikota Kupang itu pun kembali menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberi ampun kepada PNS yang terlibat dalam KKN. Selain tanpa memberi ampun kepada PNS yang terlibat KKN, dia juga akan memberikan sanksi yang setimpal kepada PNS yang amoral.
Tenaga honorer, ajak Adoe, diminta untuk tidak melakukan perbuatan amoral karena dilarang oleh ajaran agama dan budaya di NTT. Untuk itu, perbuatan amoral akan diganjari dengan hukuman yang setimpal.
Dirinya bertekad untuk menelusuri semua kasus amoral yang melibatkan PNS di lingkungan Setkot Kupang. Dia berharap, tenaga honorer yang masuk dalam tahap prajabatan itu tidak diterpa kasus amoral itu. "Saya minta, perilaku itu jangan dilakukan oleh peserta pra jabatan," tegas Adoe di hadapan Asisten Tata Praja, Drs. Gabriel Kahan, M.Si, dan Asisten Administrasi, Winnestra Thimotius Manuhutu, S.Ip, serta sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kota Kupang.
(osa)
TPU Damai tetap difungsikan
KUPANG, PK -- Tempat Pemakaman Umum (TPU) Damai Fatukoa, Kota Kupang, sampai saat ini masih difungsikan, meski sebelumnya sempat tersendat akibat polemik tentang penutupan TPU itu. Hingga pertengahan bulan Maret 2008, jumlah jenazah yang dimakamkan mencapai 353 orang.
Pengelola TPU Damai Fatukoa, Ebenhaizer Kanadjara, A.Md, menyampaikan hal ini kepada Pos Kupang di kediamannya di Nunhila, Minggu (23/3/2008). Menurut Eben, sejak terjadi polemik tentang penutupan TPU Damai pada bulan September 2007, hampir tidak ada upacara pemakaman hingga bulan Desember 2007.
Namun, kata Eben, sejak Januari 2008 masyarakat kembali melakukan pemakaman sebagaimana biasa karena Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, kembali membuat pernyataan di media massa bahwa TPU Damai masih tetap difungsikan.
Eben mengatakan, untuk pemanfaatan TPU Damai, Pemkot Kupang diharapkan lebih tegas memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) No. 4 Tahun 2003 yang melarang masyarakat melakukan pemakaman jenazah di pekarangan masing-masing. Pemakaman hanya bisa dilakukan pada pekuburan keluarga atau TPU yang ada di Kota Kupang. "Pemkot harus sosialisasikan kembali perda ini agar masyarakat dapat mematuhi," katanya.
Pantauan Pos Kupang, Minggu (23/3/2008), di bagian selatan TPU Damai itu terdapat lima kuburan Kristen yang baru. Dari lima kuburan baru ini satu di antaranya sedang dikerjakan oleh keluarga. Mereka mendirikan sebuah tenda berwarna biru untuk berlindung dan menyimpan material. Di sekitar tenda mereka letakkan pasir, batu karang serta drom air. Sementara pada pekuburan Katolik dan Islam belum ada penambahan
baru. (mas)
Tak merasa minder
SEJAK tahun 2005, Ebenhaizer Kanadjara diangkat sebagai tenaga honor di Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Kupang. Ia kemudian ditempatkan di TPU Damai Fatukoa sebagai tenaga administrasi. Dua bulan kemudian ia dipercayakan dinas untuk mengelola lokasi itu.
Meski hingga saat ini masih berstatus sebagai tenaga honor, lelaki murah senyum ini tak minder. Menurut dia, jabatan yang diembannya merupakan anugerah Tuhan yang harus dilaksanakan dengan sepenuh hati. "Saya tak minder dengan teman-teman yang sudah berstatus sebagai pegawai negeri sipil," katanya saat ditemui Pos Kupang di kediamannya, Minggu (23/3/2008).
Eben mengatakan, sebelumnya ia sebagai pegiat LSM. Karena itu ketika ditawarkan untuk mengelola TPU Damai, ia menerimanya dengan senang hati. Pengalamannya di LSM memberikan bekal dalam mengemban tugas itu.
Suami dari Yety Weo dan ayah dari Wiliam Kanadjara dan Hendrik Kanadjara, ini mengatakan, setiap orang terpanggil untuk melayani pada tugasnya masing-masing. Karena itu harus dilakukan dengan sepenuh hati.
Selama berdiskusi ia mengutarakan berbagai persoalan yang dihadapi sehari-hari. Meski demikian, lelaki kelahiran Kupang, 6 Mei 1971, ini menyampaikannya dengan lembut. Bagi dia, dengan cara ini setiap persoalan akan tuntas. Dan, karena itu pola ini menurut dia lebih mujarab dipakai kapan dan di mana saja. Meski demikian, jebolan Akademi Manajemen Kupang (AMK) ini sehari-hari tegas mengambil keputusan, namun lembut dalam pelayanan. Sikap ini dijadikan sebagai moto dalam kesehariannya.
(mas)
3.000 Butir telur Paskah
KUPANG, PK--Kebaktian perayaan Paskah di Gereja Ebenhaezer, Oeba, Kota Kupang, Minggu (23/3/2008), para jemaat mendapat pembagian 3.000 butir telur paskah. Kebaktian berlangsung subuh pukul 05.00 Wita dihadiri sekitar 3.000 jemaat yang datang bersama anak-anak mereka yang ingin mendapatkan telur paskah. Telur paskah dikemas dalam bungkusan bersama segelas aqua.
Telur paskah sebelum dimakan bersama, jemaat melakukan toast telur paskah dilanjutkan saling jabat tangan memberi salam damai Paskah sesama jemaat. Kebaktian subuh dipimpin Pdt. Ny. Lusy Loukh-Rumlaklak, S.Th. dimeriahkan Paduan Suara (PS) Maranatha, PS Ruth dan PS Kaum Bapak, dengan mengambil tema pembacaan Alkitab dari Injil Yohanes 11 pasal 5:27 dan Lukas 24:1-16.
Sebelum kebaktian subuh, sejak malam hari, Sabtu (22/3/208) hingga pukul 24.00 Wita dilakukan reli doa oleh persekutuan doa yang ada di lingkungan Gereja Ebenhaezer Oeba, dilanjutkan acara puji-pujian di halaman gereja dikoordinir Badan Pengurus Pemuda Ebenhaezer-Oeba hingga subuh.
Pada subuh, jemaat dari wilayah Ebenhaezer I-XXXII datang kebaktian sambil membawa obor. Ribuan umat memadati hingga halaman luar gedung gereja pada sisi timur, barat dan selatan gereja. Sementara ruas jalan A Yani dialihkan ke jalan alternatif oleh pemuda setempat dikawal aparat Polresta Kupang. (fen)
Tiga rumah di Merdeka nyaris ambruk
KUPANG, PK -- Hujan lebat yang terjadi di Kota Kupang beberapa pekan terakhir mengakibatkan tiga unit rumah di RT 01/ RW 01, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, nyaris ambruk. Tiga rumah itu adalah milik Wellem Mbatu, Marselinus Seran dan Ester Jokaho.
Salah seorang pemilik rumah, Ester Jokaho yang ditemui, Selasa (25/3/2008), mengatakan, kondisi tanah di bantaran kali Merdeka ini sangat labil. Penyebabnya, kata dia, hujan yang terjadi pada tahun ini sangat lebat.
"Longsoran tanah ini terjadi sekitar satu minggu lalu. Peristiwa yang sama pernah terjadi pada bulan Maret tahun 2007 lalu," katanya. Sementara dua warga pemilik rumah tersebut tidak berada di tempat. "Mereka semua sedang berada di kantor," ujar Ester Jokaho.
Pantauan Pos Kupang di lokasi kejadian, tampak jarak antara rumah dan tebing hanya 15 cm. Jarak rumah dan dasar kali itu kedalamannya sekitar 15 meter. Tampak batu besar yang roboh berukuran sekitar 8 x 10 meter.
Longsoran terparah persis di belakang rumah Wellem Mbatu. Pagar tembok yang dibangun persis di pinggir bantaran kali itu juga ambruk. (den)
|