K u p a n g

 

 

 

 

 

 


100 Bidang Tanah Siap Disertifikasi

KUPANG, PK -- Sebanyak 100 bidang tanah milik warga Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, siap disertifikasi. Ke-100 bidang tanah ini terdiri dari proyek nasional (prona) dan program sertifikasi massal swadaya (SMS).
Informasi ini disampaikan Lurah Sikumana, Ferdy Haning, S.Sos, kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Selasa (25/3/2008). Program sertifikasi tanah untuk tahun anggaran 2008 ini, menurut Haning, semuanya sudah didaftarkan oleh masing-masing pemilik. Mereka, kata Haning, memasukkan semua data sesuai persyaratan ke kantor lurah.
Haning juga mengatakan, saat ini tinggal menunggu sosialisasi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kupang yang direncanakan bulan April 2008 nanti. "Setelah sosialisasi baru dilakukan pengukuran tanah secara keselurahan," katanya. 
Haning menjelaskan, program prona hanya untuk kepala keluarga (KK) miskin di Kelurahan Sikumana. Sedangkan program SMS, menurut dia, berlaku untuk masyarakat umum. Selain warga Kelurahan Sikumana, juga diberikan kesempatan kepada warga dari kelurahan lain yang memiliki tanah di Kelurahan Sikumana.
Menurut dia, semua biaya administrasi dibebankan kepada pemilik tanah dan akan ditetapkan saat sosialisasi nanti. Menurut dia, tidak tertutup kemungkinan untuk program prona, ada beberapa KK miskin mendapat perlakuan khusus dengan membebaskan biaya administrasi karena yang bersangkutan betul-betul tidak mampu, baik secara ekonomi maupun fisik. (mas) 


* Protes Lahan PT Semen Fatoele'oe 
Suku Nethael Datangi Walikota

KUPANG, PK -- Sekitar 50-an orang yang tergabung dalam Suku Nithael mendatangi Kantor Walikota Kupang, mempertanyakan status lahan pembangunan PT Semen Fatoele'oe Permai. Kedatangan rumpun suku yang menetap di Kelurahan Manulai II ini dipimpin Karel Toasau. Mereka kemudian mengadakan pertemuan dengan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, di ruang Garuda Kantor Walikota Kupang, Rabu (26/3/2008). Menurut Karel, rencana pembangunan PT Semen Fatoele'oe Permai yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Semen Fatoele'oe Permai, Habel JA Toepitoe hanya dilakukan sepihak tanpa melibatkan suku lainnya, seperti Suku Nai Suni, Nai Buan, Nai Ina serta Nai Tael. Karel mengatakan, walikota memintanya untuk melakukan urun rembuk tentang kepemilikan tanah yang ada. 
Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, saat dikonfirmasi menjelaskan, ada tiga hal yang disepakati. Pertama, tentang manajemen PT Semen, yakni harus melibatkan tenaga kerja dari suku-suku yang menguasai tanah.
Kedua, harus ada perjanjian dan penyertaan modal dari semua pemilik tanah terhadap pembangunan PT Semen Fatoele'oe Permai. Maksudnya, kalau PT- nya bangkrut, tanah yang ada masih menjadi hak anak cucu suku yang ada.
Ketiga, ada penanganan manajemen yang profesional yang tidak hanya melibatkan Habel JA Toepitoe saja. "Jadi, harus ada urun rembuk dalam suku tentang masalah tanah," ujar Adoe yang didampingi Kadis Infokom, Drs. Dien Latief dan Kasubdin Pemberitaan, Drs.Thom R Sonbait.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 20 kepala suku dan anak suku di Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, mendatangi Kantor DPRD Kota Kupang dan menyatakan sikap bahwa penyerahan aset tanah untuk pembangunan PT Semen Fatoele'oe Permai, tanpa melewati proses penyerahan tanah.
Juru bicara 20 suku, Daniel Koroh (Ketua Suku Nai Buan) dan Karel Toasau (anak suku Nai Tael) menegaskan hal itu kepada wartawan di DPRD Kota Kupang. Kedatangan para ketua suku dan anak suku itu, diterima oleh Ketua DPRD Kota Kupang, Dominggus Bolla, Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Edwin Fanggidae dan Kapolsek Alak, Iptu Agung Budi Laksono, Kamis (14/2/2008). (osa)



Rujab dan Kantor Camat Tidak Layak Pakai

KUPANG, PK -- Rumah jabatan (Rujab) dan Kantor Camat Sabu Barat yang dibangun tahun 1980-an, sudah mulai bocor dan tidak layak pakai. Bangunan tersebut tidak pernah digunakan lagi. 
Demikian dikatakan Camat Sabu Barat, Wempy Imanuel Riwu, di Kantor Bupati Kupang, Rabu (26/3/2008). Riwu yang mengaku berada di Kupang dalam rangka musyawarah rencana pembangunan kabupaten (Musrenbangkab) mengharapkan Pemerintah Kabupaten Kupang memperhatikan itu. "Musrenbangkab selama ini selalu mengemuka soal pembangunan Kantor Camat Sabu Barat dan rumah jabatan camat sebagai rencana prioritas. Tetapi kenyataannya tidak pernah direalisasikan," ujarnya.
Kerusakan pada kantor camat berupa seng bocor dan kosen mulai lapuk dimakan rayap. Mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi, camat memilih untuk pindah kantor ke kantor cabang dinas bersama yang letaknya berdampingan dengan kantor camat. "Kita tidak mau ambil resiko berkantor pada gedung yang sekarang ini. Kuatir kalau terjadi gempa maka sangat pasti gedung tersebut bisa rubuh," ujarnya.
Hal yang sama terjadi pada rumah jabatan camat. Slof dan besi pada tiang-tiang utama terlihat mulai rusak. Bahkan tembok pun mulai rubuh. "Saya sudah dua tahun terakhir memilih pindah ke rumah lain sebagai tempat tinggal. Jangankan gempa, saat musim hujan atau musim barat saja saya harus pindah ke lokasi lain. Saya berharap agar masalah ini bisa menjadi perhatian," ujarnya.
Diakuinya, keinginan untuk mendapatkan rumah jabatan baru semata-mata untuk kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Bangunan tersebut sempat rehab beberapa waktu lalu tetapi hanya sebagian saja. (ely) 


Prakiraan cuaca beberapa kota di NTT, Kamis (27/3/2008)




Kupang : Berawan-Hujan
: Suhu 23-31'C / Angin 10-15 km/jam 

Maumere : Berawan-Hujan 
: Suhu 24-31'C / Angin 10-15 km/jam

Larantuka : Berawan-Hujan 
: Suhu 23-31'C / Angin 10-25 km/jam

Waingapu : Berawan-Hujan
: Suhu 24-30'C / Angin 10-30 km/jam

Rote/Ba'a : Berawan-Hujan
: Suhu 20-30' C / Angin 10-25 km/jam

Kalabahi : Berawan-Peluang hujan 
: Suhu 23-31' C/ Angin 10-25 km/jam

Ruteng : Berawan-Hujan
: Suhu 16-23'C/ Angin 10-25 km/jam

Labuan Bajo : Berawan-Peluang hujan 
: Suhu 24-31'C/ Angin 10-25 km/jam

Sabu : Berawan-Hujan
: Suhu 24-31'C / Angin 10-25 km/jam 

Prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan laut NTT
Laut Flores, Selat Ombai, Selat Sumba, Selat Sape, Laut Banda, Laut Arafuru 0,5-1,0 meter
Laut Sawu, Selat Rote, Laut Timor, 0,5-1,5 meter



Sumber : BMG El Tari Kupang