|
O p i n i

|
Mengatasi anemia dalam kehamilan
Oleh: dr. A. A Bagus Dharmayasa
KEJADIAN ibu hamil dengan anemia di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu sekitar 63,5%. Menurut data WHO, 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan dan sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi.
Pengertian dari anemia dalam kehamilan yaitu kondisi ibu pada saat hamil, dimana kadar hemoglobin dalam darah kurang dari 11g%.
Penurunan kadar hemoglobin ini terjadi terutama pada trimester kedua kehamilan akibat adanya proses hemodilusi. Proses ini terjadi untuk memenuhi keperluan pertumbuhan janin dalam rahim, di mana pada saat itu volume/jumlah darah ibu meningkat kira-kira 25%, akan tetapi diikuti juga dengan peningkatan volume plasma darah jauh lebih besar, sehingga kadar hemoglobin darah menjadi rendah.
Keluhan yang umumnya sering dirasakan oleh ibu hamil adalah letih, lemah, pucat dan mudah pingsan. Akan tetapi pada pemeriksaan tekanan darah, hasilnya masih dalam batas normal.
Kebutuhan zat besi selama kehamilan adalah 800 mg. Kebutuhan ini di antaranya 300 mg untuk janin dan plasenta dan 500 mg untuk pertambahan sel darah merah ibu. Oleh sebab itu, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi kombinasi 60 mg besi dan 50 mcg asam folat per hari untuk mencegah terjadinya anemia.
Dengan pemberian 60 mg zat besi per hari, diharapkan dapat menaikkan kadar hemoglobin dalam darah sebanyak 1 g% per bulan.
Ibu hamil juga diharapkan berhati terhadap beberapa penyakit penyerta yang dapat menyebabkan terjadinya kekurangan zat besi seperti infeksi kronis, penyakit hati dan thalasemia.
Terapi pilihan untuk menambah zat besi adalah fero sulfat, fero glukonat dan natrium fero bisitrat. Pada saat mengonsumsi preparat besi, penderita sering mengeluhkan gangguan pada saluran cerna seperti mual dan muntah. Pemberian preparat besi yang mengandung natrium fero bisitrat meminimalkan keluhan pada saluran cerna tersebut.
Jika didapatkan ibu hamil dengan anemia berat dan gejala gangguan pencernaan, maka dianjurkan pemberian preparat besi dengan suntikan intravena ataupun intramuskuler, yaitu dengan ferum dextran 1000mg. pemberian preparat besi melalui suntikan memberikan efek lebih cepat dalam meningkatkan kadar hemoglobin yaitu 2 g% per bulan.
Untuk pemilihan jenis makanan sehari-hari adalah menu seimbang dengan memperbanyak sayur-sayuran hijau ditambah dengan hati ayam dan hindari mengonsumsinya bersamaan dengan teh atau kopi, karena dapat menghambat proses penyerapan zat besi. *
|