S  a  l  a  m

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Membangun payung kebersamaan

AJAKAN untuk membangun daerah atau membangun kampung halaman sudah sering dikumandangkan. Dalam berbagai level pemerintahan ungkapan seperti ini sudah tak populer lagi. Biasa saja, bahkan terkesan hanya pengulangan belaka. 
Sebenarnya salah satu makna ajakan adalah membangkitkan hati untuk melakukan sesuatu. Ini makna leksikal. Makna yang diambil dari Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) terbitan Balai Pustaka. Kata ini juga berarti undangan dan anjuran untuk berbuat sesuatu. 
Sebenarnya bukan soal populer atau tidak ajakan ini. Juga bukan soal pengulangan dari waktu ke waktu. Di sini, sebagaimana diungkapkan Ketua Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Seluruh Indonesia (Adkasi) NTT, Drs. Lukas Kaborang, ajakan lebih bermakna mengingatkan. Sifatnya menggugah hati. Mendorong semua komponen untuk melakukan sesuatu secara positif. 
Dalam pertemuan anggota DPRD dan bupati se-daratan Sumba di ruang sidang utama DPRD Sumba Timur di Waingapu, Selasa (25/3/2008), Kaborang mengajak seluruh pengambil kebijakan di empat kabupaten di daratan Pulau Sumba untuk berpikir tentang Sumba dan tidak terperangkap dalam pemikiran lokal. 
Alasannya, empat daerah yang ada di daratan Sumba secara geografis dan genealogis memiliki karakteristik yang sama sehingga berbagai potensi yang dimiliki baik politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan maupun keamanan dapat digerakkan secara bersama dan terpadu.
Kita perlu menangkap pesan Lukas Kaborang ini dalam konteks yang lebih luas. Bahwa selama ini seringkali ajakan itu dianggap tak bermakna. Jika kita mengamati lebih jauh, ajakan itu sendiri kerapkali disepelekan. Karena itu ajakan di atas harus didengungkan berulangkali agar orang yang hendak kita ajak dapat mengikuti ajakan itu. Dalam konteks kepemimpinan, hal ini patut menjadi pergumulan. Siapapun yang menjadi pemimpin banyak menemui hambatan. Sikap acuh tak acuh, masa bodoh, bahkan pembangkangan seringkali ditunjukkan unsur yang dipimpin dengan berbagai cara. Entah langsung atau tidak langsung.
Tentu sebagai seorang pemimpin tak harus menggunakan tangan besi semata. Pendekatan mengajaknya untuk bersama mencapai tujuan bersama harus dilakukan lagi, bahkan berulangkali. Membangun kesadaran dan perubahan sikap menjadi tugas manajerial seorang pemimpin. 
Kadangkala kegagalan kepemimpinan sebenarnya karena ketidaksabaran akan sebuah perubahan meski hal ini merupakan tuntutan. Ketika ajakan itu dilakukan tentu orang yang mengajak kita harapkan memberikan teladan. Karena itu dalam konteks kepemimpinan tadi, memberi teladan adalah cara atau pola yang paling mujarab dalam membangkitkan pengaruh kepada siapa saja. 
Di sinilah sebenarnya letak sebuah ajakan. Berangkat dari pengalaman kita, kegagalan sebuah kepemimpinan karena sang pemimpin tak bisa memberikan teladan yang baik kepada bawahannya. Dan, sebenarnya di situlah bumerang.
Sang pemimpin selalu memgingatkan anak buahnya agar jangan ber-KKN. Faktanya pemimpin sendiri melakukannya. Sehingga ketika ia mengatakan hal ini sungguh tak bertenaga. Daya pengaruhnya sangat rendah. 
Yang kita butuhkan di sini adalah kesesuaian antara perkataan dan perbuatan. Artinya, perbuatan harus sesuai dengan perkataan. Ini memang kesulitan yang seringkali kita alami dan jumpai sehari-hari. 
Kita juga ingin menegaskan di sini bahwa persoalan besar yang dihadapi saat ini adalah etos kerja, kreativitas dan semangat untuk berubah masih sangat rendah.
Di sinilah sebenarnya tempat yang pas bagi kita untuk merefleksi diri. Sebab ketika kita berjalan sendiri-sendiri, maka di situlah sebenarnya letak kegagalan jati diri kita. Ketika kita berjalan sendiri-sendiri, maka di situlah kita akan dengan mudah digoyahkan karena tanpa pertahanan yang kuat. 
Kekuatan dan kebersamaan menjadi kata kunci dalam prosesi kehidupan kita. Kemampuan untuk membuat perubahan, bahkan loncatan akan tercapai bila kita berada dalam sebuah payung kebersamaan. Tetapi perubahan kehidupan sangat ditentukan oleh sikap kita sendiri, bukan orang lain. 
Kita mestinya belajar pada jaringan-jaringan bisnis yang telah sukses. Bisnis itu hidup dan berkembang bak jamur di musim hujan karena didukung oleh jaringan yang solid dan militan. Karena itu tak salah bila kita menghayati kembali hakekat dari ajakan itu sendiri. *

Curhat




081 339 04X XXX : Untuk Bapak Kepala Dinas Pendidikan Propinsi dan Bapak Kasubdin SMK. Saya sebagai masyarakat melihat bapak berdua memberikan bantuan kepada SMK Bina Maritim Maumere yang sudah bangun beberapa ruang kelas, bukan tanah milik yayasan SMK Bina Maritim tetapi tanah warisan yang belum dibagi ahli warisnya. Artinya tanah tersebut masih milik bersama. 

085 239 04X XXX : Untuk Dinas Perhubungan kota/organda. Mohon pengadaan angkot jurusan Walikota-El Tari II-Oebobo-Kupang PP. Karena bus Tedys sudah jarang (tidak?) beroperasi. Thanks atas perhatiannya.

081 339 47X XXX : Kepada Yth. Bapak Kepala Kanwil BPN di Kupang dan Bapak Bupati Sikka di Maumere. Kami masyarakat Sikka mengalami kesulitan dengan pelayanan kantor BPN Sikka. Karena permohonan sertifikat makan waktu berbulan-bulan bahkan tahunan. Dari mendaftar dan mau ukur tanah saja bisa 6 bulan, padahal biaya dan tips sudah kami setor di loket depan. Petugas loket pun sulit sekali kami ketemu. Kelihatan yang penting uang sudah terima, berkas dibuang tidak diperhatikan lagi. 

081 339 45X XXX : Pak Kapolres Belu tidak profesional. Penjudi kakap bisa lolos hanya karena dia orang-orang besar di Belu, termasuk orang anggota DPRD. Satu lagi, setiap malam kami merasa terganggu.

085 239 25X XXX : Untuk Kepala Dinas Kebersihan Kabupaten Belu. Tolong perhatikan kebesihan di Kelurahan Fatubenao, khususnya saluran air. Karena warga sekitar sering buang sampah di dalam saluran air tersebut. Jadi saya mengharapkan agar ditempatkan tong sampah di sana. Thanks.

085 253 09X XXX : Dishub Kota Kupang jangan hanya tilang bus Niki-Niki atau bus luar kota yang cari penumpang di luar terminal, tapi tolong tertibkan juga angkota lin 11 yang menjadikan halte Strat A sebagai terminal bayangan karena lebih mengganggu lalu lintas. Kenapa belum diatasi? Ada apa Pak Kadis, kenapa sampe saat ini belum diatasi?

085 253 20X XXX : Bapak Bupati Belu dan Bapak Kimpraswil Belu, tolong perhatikan jalan jurusan Pos Nurobo-Umasukaer Betun karena kami masyarakat dari 4 kecamatan Laenmane, Sasitamen dan 2 bakal kecamatan Babotin Leobele, Eukufeu ketika menumpang kendaraan kami goyang Inul sepanjang 40 km.


Pojok





Pilgub, enam calon gubernur 'jual' program di Partai Kebangkitan Bangsa
Dalam politik, yang dijual biasanya sosok calon, bukan programnya

Mutasi pejabat di Kota Kupang jangan hanya retorika
Retorikannya bergulir sejak sebelum pelantikan
Walikota Kupang 1 Agustus tahun lalu

Polda NTT SP3-kan dugaan kasus korupsi kapal ikan yang melibatkan Bupati Kupang, Drs. IA Medah
Lama ya, dipelihara....???

BUNG JOKI