Berita Utama 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Loemau Urutan I di PKB

KUPANG, PK -- Hasil Muskit (Musyawarah Kebangkitan) Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) NTT menempatkan pasangan Alfons Loemau-Frans Salesman pada urutan pertama dengan skor 3,48, unggul tipis dari paket Beny Harman-Alfred Kase (skor 3,47) dan Gaspar Ehok-Julius Bobo dengan skor 3,25.
Selain tiga paket ini, Muskit juga memberikan skor nilai pada pasangan Benediktus Bosu-Daud Umbu Kadiwano (2,73), Jonathan Nubatonis-Valens Sili Tupen (2,21) dan Michael Wangge-Oktavianus Kaseh (2,11).
Ketua Muskit DPW PKB NTT, Drs Stef Stanis, M.Si menyampaikan hasil Muskit ini di Hotel Cahaya Bapa, Rabu (26/3/2008). Ia menjelaskan, hasil Muskit ini sudah dilaporkan ke DPW PKB NTT dan DPP PKB melalui Koordinator Tim Koordinasi Pemenangan Pilkada (TKPP) DPP PKB, Moeslim Abdulah dan Sekretaris TKPP, Munyanti Sullam.
"Tadi pagi kami sudah menyerahkan laporan hasil dukungan PKB berdasarkan skor calon/pasangan gubernur dan wakil gubernur periode 2008-2013. Paket Loemau- Salesman pada peringkat pertama tetapi dengan perbedaan yang sangat tipis, yakni hanya 0,1 dengan paket Beny Harman-Alfred Kase dan 0,23 dengan Gaspar Ehok- Julius Bobo," jelasnya.
Apakah ini berarti Loemau-Salesman bakal ditetapkan menjadi calon dari PKB? Stanis mengatakan, yang menentukan paket mana yang akan diusung oleh PKB adalah DPP PKB. Karena itu, katanya, peluang semua kandidat masih ada meski diakuinya bahwa tiga paket pertama lebih berpeluang. 
Dijelaskannya, selain memperhatikan hasil Muskit, DPP PKB juga tentu mempunyai pertimbangan lain seperti pertimbangan ada tidaknya koalisi. Ditanya kapan hasil penetapan DPP PKB bisa diketahui publik, ia mengatakan, hari Jumat (28/3/2008) ada rapat pleno DPP PKB.
"Dari informasi yang kami dengar, dalam rapat pleno nanti, DPP akan menugaskan TKPP untuk memutuskan mana paket dari PKB. Kami berharap sudah bisa memperoleh hasilnya beberapa hari sebelum pendaftaran di KPUD," ujarnya.
Ia menambahkan, karena kewenangan menetapkan paket yang diusung ada pada DPP, DPW PKB memutuskan merekomendasikan keenam paket yang sudah memaparkan visi misinya dalam Muskit di Kupang, ke DPP PKB. Keputusan ini menurutnya, sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) Muskit yang tidak menentukan batas maksimal rekomendasi paket tetapi hanya menetapkan batas minimal, yakni dua paket.
Selain menilai secara paket, Muskit juga memberi penilaian tiap-tiap figur. Untuk kategori ini, Beny Harman mengungguli 11 figur lainnya dengan skor nilai 3,67. Sedangkan kandidat lainnya berturut-turut, Loemau (3,56), Salesman (3,41), Kase dan Ehok masing-masing 3,27, Kadiwano (2,73), Beni Bosu (2,72), Nubatonis (2,35), Michael Wangge (2,14), Oktav Kaseh (2,09) dan Sili Tupen (2,07).
Ditemui terpisah, Alfons Loemau mengatakan optimis PKB menetapkan dirinya dan Salesman menjadi calon gubernur dan wakil gubernur dari PKB. "Dengan melihat fakta dukungan yang ada, maka saya optimis PKB akan menetapkan saya," katanya.
Dia mengungkapkan, selain dukungan dari PKB yang mempunyai empat kursi di DPRD NTT, dukungan juga datang dari Partai Damai Sejahterah (PDS) yang juga memiliki empat kursi di DPRD NTT.
"Ada 14 DPC PDS yang menyatakan mendukung saya. Ini faktanya. Dan, DPW juga sudah mengeluarkan keputusan kepada saya," ujar Alfons.
Untuk mencapai 15 persen, demikian Alfons, dirinya sudah berkomunikasi dengan beberapa parpol, baik yang punya seat di DPRD NTT maupun parpol non seat.
Sementara itu, Michael Wangge dan Oktavianus Kaseh mengatakan, pemaparan visi dan misi di forum Muskiwil PKB diikuti dengan sedikit tergesa-gesa karena terlambat memproleh informasi.
Meski demikian, Michael dan Kaseh yang dikenal dengan Paket Mitos ini optimis akan mengikuti pilkada gubernur dan wakil gubernur. Keduanya diusung Koalisi Pembangunan yang dimotori Partai Patriot Pancasila."Kami optimis akan mengikuti pilkada," kata Michael kepada wartawan di Hotel Pantai Timor, Rabu (26/3/2008) malam.(dar/aca)

Jusuf Kalla Titip Doni Tokan

KUPANG, PK -- Ketua Umum Partai Golkar, H. Jusuf Kalla dan elite Golkar lainnya di Jakarta seperti Akza Mahmud menitip Usman Doni Tokan kepada Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Drs. Ibrahim Agustinus Medah untuk dijadikan sebagai salah satu calon Gubernur NTT 2008-2013 dari Partai Golkar.
"Pembicaraan soal siapa yang mendampingi Pak Medah itu sudah sedemikian jauh di Jakarta. Pak Jusuf Kalla menitipkan Doni Tokan kepada Pak Medah (yang sudah mendaftar di Golkar NTT sebagai Cagub NTT, Red). Selain itu, elite Golkar di Jakarta seperti Pak Akza Mahmud juga menitipkan hal yang sama. Beberapa menteri seperti Menteri Sosial, Bactiar Camsah juga menyampaikan hal itu," kata sumber Pos Kupang di DPD I Partai Golkar NTT, Rabu (26/3/2008). 
Sumber itu mengatakan, dengan adanya sinyal dari Juruf Kalla dan petinggi Golkar lainnya membuat Usman Doni Tokan memberanikan diri untuk melakukan pendekatan baik kepada Partai Golkar secara lembaga maupun kepada Pak Medah secara personal, beberapa kali.
Doni Tokan yang dikonfirmasi via telepon, mengatakan siap mendampingi Medah dalam Pilgub tahun ini. Dia mengatakan, sejauh ini sudah membangun komunikasi dengan Medah dan Partai Golkar.
"Waktu dibuka pendaftaran, saya diminta pengurus Golkar untuk mendaftarkan diri, dan itu sudah saya lakukan, meski pendaftaran hanya untuk calon gubernur," kata Doni Tokan.
Informasi adanya figur titipan dari Jusuf Kalla dibantah Ketua Tim Pilkada Partai Golkar NTT, Drs. Alexander Ena. "Tidak ada itu. Golkar punya mekanisme untuk menetapkan calon wakil gubernur, dimana kewenangan penentuaannya diserahkan kepada calon gubernur," kata Alex Ena. 
Sebelumnya, Minggu (16/3/2008), Wakil Sekretaris DPD I Partai Golkar NTT, Gustaf Jacob, S.H mengatakan, Jusuf Kalla tidak menitipkan figur calon gubernur maupun calon wakil gubernur.
"Pak Ketua Umum sangat menghormati demokrasi, sehingga siapa yang ditetapkan berdasarkan aspirasi masyarakat. Siapapun yang memenuhi syarat umum (syarat UU) dan syarat khusus (syarat internal Golkar), dia yang ditetapkan," tegas Gustaf.
Dia mengatakan, Jusuf Kalla mengingatkan agar penetapan calon gubernur dan wakil gubernur dilakukan selambat-lambatnya tanggal 28 Maret 2008. Penetapan dilaksanakan dengan asas-asas demokrasi dan memperhatikan komposisi penduduk NTT dari segi etnis dan agama.
Pengurus Relawan Umat Muslim Untuk Pilkada (Rumpi) NTT, Abu Lamahoda mengharapkan, Pak Medah harus komit dengan "kesepakatan" yang telah dibuat selama ini. Rumpi NTT adalah lembaga yang dibentuk untuk memperjuangkan Usman Doni Tokan untuk menjadi calon wakil gubernur.
"Kami tahu bahwa Pak Medah mempunyai peluang yang besar untuk ditetapkan menjadi calon gubernur karena kapasitasnya sebagai Ketua Golkar dan membangun lobi dengan orang Golkar di Jakarta. Karenanya, komitmen yang sudah dibuat hendaknya dilaksanakan. Jangan sampai Pak Medah dinilai tidak etis dalam berpolitik," kata Lamahoda, kemarin.
Lebih lanjut Lamahoda mengatakan, Rumpi dan organisasi umat muslim lainnya telah memberi surat pernyataan mendukung duet Medah - Doni Tokan menjadi calon gubernur dan wakil gubernur. "Doni Tokan orang mudah yang masih energik, dari kalangan profesional dan bisa membangun akses, baik nasional mapun internasional. Jadi sangat cocok digandeng dengan Pak Medah yang adalah politisi dan birokrat. Kami sangat berharap Pak Medah konsisten," katanya.
Tiga nama lain yang juga dijagokan untuk menjagi Cagub NTT dari Partai Golkar adalah Paulus Mo'a, Cyrilus Bau Engo dan Paulinus Domi.
Rapimdasus Golkar
Ketua Tim Pilkada Partai Golkar NTT, Drs Alexander Enda, M.Si mengatakan, Partai Golkar menggelar rapat pimpinan daerah (Rapimdasus) di Sekretariat Partai Golkar NTT, Jalan El Tari II-Kupang, hari ini, Kamis (27/3/2008).
"Agenda Rapimdasus adalah penetapan calon gubernur dan wakil gubernur. Awalnya ditetapkan calon gubernur dan dilanjutkan dengan calon wakil gubernur setelah pengusulan tiga sampai lima nama. Penetapan calon wakil gubernur disesuaikan dengan pilihan calon gubernur," kata Alex Ena, yang menelpon Pos Kupang, kemarin.
Dia menjelaskan, rangkaian kegiatan Rapimdasus diawali dengan penjemputan rombongan pengurus DPP Partai Golkar dari Jakarta, berjumlah sekitar 15 orang. Beberapa diantaranya adalah Ketua OKK, Panitia Pengarah Pilkada, Sekjen Partai Golkar, Soemarsono dan Ketua Koorwil IX Partai Golkar, Enggar Lukito. "Kegiatan Rapimdasus dimulai sekitar pukul 14.00 Wita," katanya.
Setelah penetapan, akan dilanjutkan dengan pendeklarasian calon gubernur dan wakil gubernur dari Golkar, besok, Jumat (28/3/2008). (aca)