| Berita Utama
1

|
Medah gandeng Moa
KUPANG, PK -- Seperti diperkirakan sebelumnya, Drs. Ibrahim Agustinus Medah akhirnya menggandeng Drs. Paulus Moa sebagai paket Calon Gubernur/Wakil Gubernur NTT 2008-2013 yang diusung Partai Golkar ke arena Pilkada NTT 2008. Paket Tulus ( Agustinus-Paulus) itu sesuai rencana, dideklarasikan Golkar hari ini, Jumat (28/3/2008), di Gedung Olahraga (GOR) Oepoi Kupang, pukul 10.00 Wita.
Paket Tulus ini diumumkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar NTT, Drs. Daniel Adoe, Kamis (27/3/2008), setelah pengurus harian DPD Golkar NTT menggelar rapat tertutup membahas calon wakil gubernur untuk berpasangan dengan Medah yang sudah terpilih terlebih dahulu menjadi calon gubernur dalam rapat Tim Pilkada Pusat Pemilihan dan Penetapan Cagub dan Cawagub NTT dari Partai Golkar, kemarin petang.
Rapat penentuan calon Wagub NTT dari Golkar itu dilakukan setelah Wakil Ketua Tim Pengarah Pilkada DPP Golkart/Ketua Bidang OKK, Syamsul Mu'arif menutup Rapat Tim Pilkada Pusat Pemilihan Calon Gubernur.
Selain Paulus Moa, ada dua nama yang juga sempat dielus dalam rapat tertutup penentuan calon wakil gubernur, yaitu Drs. Alexander Ena dan Yoseph Naisoi. Namun keduanya mengundurkan diri. Kemunculan dua nama itu di luar dugaan karena selama ini bakal calon gubernur yang beredar adalah Cirylus Bau Engo, Paulinus Domi dan Usman Doni Tokan.
Sesuai aturan internal Golkar, keputusan mengenai siapa calon wagub berdasarkan pilihan cagub yang terpilih. Mengapa memilih Paulus Moa? "Karena reputasi dan prestasinya baik," jawab Medah ketika ditanya wartawan, beberapa saat sebelum meninggalkan Sekretariat DPD I Partai Golkar NTT di Jalan Raya El Tari II- Kupang, semalam.
Selama ini, Ibrahim Agustinus Medah, selain menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar NTT, juga sebagai Bupati Kupang. Sementara pasangannya, Paulus Moa yang saat ini sebagai salah satu Wakil Ketua DPRD NTT, juga sebagai mantan Bupati Sikka.
Tentang Moa, Medah mengatakan, selama memimpin Kabupaten Sikka, prestasi dan reputasi Paulus Moa sangat baik. Ia diterima masyarakat. Moa juga memiliki hubungan yang baik dengan kalangan gereja dan tokoh agama lainnya.
Faktor lainnya adalah karena pertimbangan aspek geopolitik dan Moa telah membuktikan diri pada Pemilu Legislatif bahwa banyak masyarakat memilihnya sehingga duduk menjadi anggota DPRD NTT.
"Itu faktor lainnya yang menjadi bahan pertimbangan saya sehingga memutuskan memilih Pak Moa," kata Medah.
(aca)
10 Suara untuk Mell Adoe
DALAM rapat Tim Pilkada Pusat Pemilihan dan Penetapan Calon Gubernur dari Partai Golkar, Kamis (27/3/2008), Ibrahim Agustinus Medah ditetapkan sebagai calon Gubernur NTT dari Partai Golkar, setelah dalam pemilihan meraih suara terbanyak dari saingannya, Drs. Mell Adoe (Ketua DPRD NTT).
Dalam rapat yang dipimpin Syamsul Mua'rif dari DPP Golkar itu, Medah meraih 90 suara, sementara Mell Adoe hanya meraih sepuluh suara. Rapat itu hanya diikuti dua dari tiga calon yang mendaftar ke DPD I Golkar NTY yakni Ibrahim Agustinus Medah dan Drs. Mell Adoe. Sedangkan Gaspar Parang Ehok dinyatakan gugur karena tidak hadir dalam rapat itu. Rapat sempat diskor beberapa menit untuk meminta Koordinator IX Partai Golkar, Enggar Lukita mengkonfirmasi ketidakhadiran Gaspar Ehok.
Pemberian suara dalam acara pemilihan tidak menggunakan sistim voting block sebagaimana disyaratkan dalam Juklak 05 Partai Golkar. DPP Partai Golkar yang mendapat porsi 40 persen suara, misalnya, mendapat 40 lembar kartu suara. Demikian pula DPD I Partai Golkar NTT dengan 20 persen suara, mendapat 20 lembar kartu suara. DPD II Partai Golkar yang mendapat porsi 30 persen suara, memperoleh 30 kartu suara. Namun karena jumlah DPD hanya 20 maka sisa 10 suara disepakati ada 10 DPD II yang memberi suara dobel yaitu, Lembata, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Flores Timur, Belu, Rote Ndao, Kupang, Manggarai, Ende dan Ngada.
Ormas dan organisasi sayap memiliki porsi 10 persen suara. Berarti mendapat 10 lembar surat suara. Namum karena ormas/orsap yang hadir hanya tujuh maka ada tiga organisasi yang memberi suara dobel sehingga genap 10. Tujuh ormas/orsap dimaksud adalah SOKSI, Kosgoro 1957, MKGR, HWK, AMPI, AMPG dan KPPG. Yang meberi suara dobel adalah Kosgoro 1957, HWK dan AMPG. Keputusan memberi suara dobel itu diambil setelah adanya kesepakatan antara DPD II dan ormas/orsap setelah pimpin menskorsing rapat.
Hasil pemilihan, Medah memperoleh suara terbanyak sehingga menjadi Cagub NTT dari Partai Golkar.
Wakil Ketua Tim Pengarah Pilkada Pusat, Syamsul Mua'rif meminta seluruh kader partai dan simpatisan untuk memberikan dukungan terhadap calon Gubernur NTT yang telah ditetap Partai Golkar.
"Pak Medah adalah kader terbaik Partai Golkar saat ini, yang disiapkan untuk bertarung dalam Pemilu Gubernur NTT pada 2 Juni mendatang. Saya minta seluruh kader partai untuk memberikan dukungan," tegasnya.
Dia juga meminta Mell Adoe untuk menerima keputusan yang diambil secara demokratis ini dan memberikan dukungan penuh bagi perjuangan memenangkan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Mell Adoe usai penetapan Medah menjadi Cagub NTT dari Golkar, menyatakan menerima dan mendukung keputusan Partai Golkar.
Sebelum pemilihan, Medah dan Mell Adoe diberi kesempatan untuk menyatakan kesediaan dicalonkan dan memaparkan visi dan misinya. Mell mendapat kesempatan pertama. Saat menyampaikan visi misi, Mell sempat diinterupsi beberapa kali oleh peserta, diantaranya Gustaf Yacob. Interupsi dilakukan saat Mell "menyenggol" kasus korupsi pembelian kapal ikan di Kabupaten Kupang dimana Polda NTT sudah menerbitkan SP3 untuk Medah. Mell juga diingatkan pimpinan rapat agar menyampaikan visi dan misi.
Medah ketika mendapat giliran tampil, mengatakan, jangan maling teriak maling. Berantas KKN mulai dari diri sendiri.
Rapat Tim Pilkada Pusat Pemilihan dan Penetapan Cagub dari Partai Golkar itu dihadiri para fungsionaris Partai Golkar antara lain, Setya Novanto, Enggar Lukito, Charles Mesang, Yosep Nai Soi dan Viktor Lasikodat. Hadir juga pengurus DPP lainnya yaitu Lorens Tato, Umbu Samapati, Fransisko da Silva, Cyrilus Kerong dan Imanuel Blegur. (aca)
|