| Berita Utama
3

|
Lima Paket Pawai Keliling Maumere
Maumere, PK -- Sesuai jadwal, hari ini, Jumat (28/3/2008), lima paket calon Bupati/Wakil Bupati Sikka 2008-2013 akan "menyapa" warga Maumere dengan melakukan pawai keliling kota. Pawai itu dilakukan setelah kelima paket memaparkan visi dan misinya di gedung DPRD Sikka. Dalam pawai itu tiap paket akan membawa pendukung maksimal 50 orang.
Ketua KPUD Sikka, Roby Keupung melalui jubir KPUD Sikka, Thomas Aquino, Kamis (27/3/208), mengatakan, sesuai tahapan Pilkada, hari ini dilakukan pemaparan visi dan misi paket calon di DPRD Sikka. Setelah itu lima paket calon menandatangani ikrar melakukan kampanye damai. "Setelah itu baru dilakukan pawai keliling Kota Maumere dan sekitarnya," kata Thomas.
Dia berharap agar masyarakat ikut menyaksikan langsung pemaparan visi dan misi para paket calon. Sedangkan mengenai pawai keliling, dia mengingatkan agar setiap paket membawa pendukung maksimal 50 orang.
Ketua Tim Kampanye Paket Mesra, Andreas Parera yang dihubungi ke telepon genggamnya, semalam, mengatakan, Koalisi Sikka Sejahtera siap melakukan kampanye damai dua minggu ke depan. Pihaknya menyiapkan sekitar 134 juru kampanye (Jurkam) yang berasal dari Jakarta, Kupang dan Sikka.
Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Sikka, Fransiskus Bapa dihubungi melalui ponselnya, semalam, Partai Golkar menyiapkan sekitar 100 Jurkam dari Jakarta, Kupang dan Sikka untuk memperjuangkan kemenangan paket yang diusung Golkar.
Sementara itu, pendukung Paket Yosua (Yos Ansar Rera-Urbanus Lora), kemarin, kembali menggelar aksi demo di Sekretariat KPUD Sikka. Mereka kembali menuntut KPUD Sikka menunjukkan bukti-bukti hasil verifikasi II atau penelitian ulang berkas Paket Yosua sehingga KPUD Sikka memutuskan menggugurkan paket tersebut.
Jubir KPUD, Thomas Aquino mengatakan, sampai Kamis (27/3/2008) pihaknya belum menerima surat rekomendasi Panwas Sikka sehingga belum bisa memberi komentar.
Sebelumnya, Panwas Pilkada Sikka menerbitkan rekomendasi kepada KPU Pusat agar menonaktifkan KPUD Sikka karena telah terjadi pelanggaran dalam proses verifikasi paket calon. Panwas juga merekomendasikan agar pelaksanaan Pilkada Sikka diambilalih oleh KPUD Propinsi NTT.
KPUD Dinilai Tidak netral
Pengamat hukum, Marianus Gaharpung, S.H mengatakan, ada indikasi KPUD tidak netral dalam proses verifikasi paket calon. Indikasinya, papar Marianus, saat KPUD melakukan verifikasi Tahap I, Paket Mesra dan Paket Yosua dinyatakan gugur karena menurut KPUD dua paket ini "nermasalah" khususnya mengenai berkas pengajuan calon. Namun karena ada kritik dan gejolak sehingga dilakukan penelitian ulang.
"Logikanya, dalam proses penelitian ulang itu paket yang digugurkan itu tentu masing-masing tentu memperbaiki kelengkapan berkasnya, termasuk keabsahan parpol pendukung dan lain-lain. "Seharusnya Paket Mesra memasukan berkas yang baru dengan membetulkana berkas yang sebelumnya. Soal PKB misalnya. Jika KPUD mengakomodir Paket Mesra yang membawa kembali SK PKB kepengurusan Dedi da Silva, maka itu tindakan yang cacat substansi," papar Marianus .
Dengan munculnya SK baru tentang kepengurusan PKB di Sikka, tegasnya, maka dengan sendirinya SK kepengurusan PKB yang lama gugur dan gugur pula dukungan kepengurusan lama itu.
"Sebagai lembaga publik, setiap keputusan KPUD harus bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. Maka harusnya dia (KPUD) memperlihatkan dasar-dasar keputusannya itu," kata Marianus.
Dia menilai, KPUD telah melakukan pelanggaran substansi dalam proses verifikasi paket calon. Karena itu mereka harus dengan gentle meletakkan jabatannya. Sebab, dengan pelanggaran itu KPUD Sikka sudah tidak berwibawa lagi.
(vel)
Suami Gorok Leher Istri
LABUAN BAJO, PK -- Hendrikus Dambut (55), warga Wae Nakeng, Desa Poco Rutang, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, menggorok leher istrinya, Veronika Lujum (45) hingga nyaris putus, dengan sebilah sabit, Rabu (26/3/2008) sekitar pukul 17.00 Wita. Belum diketahui motif pembunuhan ini, namun sebelum kejadian suami-isteri itu terlibat pertengkaran.
Camat Lembor, Andreas Agas yang dihubungi Pos Kupang ke Lembor melalui teepon selulernya, Kamis (27/3/2008), membenarkan kejadian itu.
Dikatakannya, Dambut menghabisi isteri yang sudah memberinya enam orang anak itu di jalan setapak, tak jauh dari rumah mereka.
Informasi yang dihimpun Pos Kupang, menyebutkan, korban berasal dari Lamba, Desa Munting. Saat kejadian, korban tidak melakukan perlawanan sehingga lehernya digorok oleh sang suami hingga nyaris putus.
Pembunuhan itu membuat warga setempat geger. Aparat di Kepolisian Sektor (Polsek) Lembor sudah menangkap Hendrikus Dambut untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kapolres Manggarai Barat (Mabar), AKBP Butje Hello, yang dikonfirmasi Pos Kupang tentang kejadian itu, mengaku belum mendapat laporan dari Polsek Lembor. "Saya belum dapat laporan dari polisi setempat. Polisi setempat pasti sudah tangani," katanya. (lyn)
|