F L O R E S A

     Seputar Flores

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DPRD Dukung Sikap Pemkab Manggarai

RUTENG, PK--Ketua Komisi A DPRD Manggarai, Willy Nurdin memberi dukungan kepada Pemkab Manggarai yang mengambil langkah menyegel dokumen pelelangan proyek. Apa yang dilakukan memberi pelajaran bagi instansi pengelola agar bekerja secara profesional.
"Kami dukung penyegelan dokumen lelang oleh Pemkab Manggarai. Kami harapkan tindakan itu tidak hanya sebatas segel tapi ada tindak lanjutnya. Artinya, apabila ada kejanggalan harus meminta pertanggungjawaban panitia," tegas Nurdin, kepada Pos Kupang, Sabtu (3/5/3008).
Menurutnya, informasi adanya ketidakberesan dalam pelelangan proyek di Manggarai sudah didengungkan dua tahun terakhir ini. Sikap tegas pemerintah menyegel dokumen lelang menunjukan kepada publik bahwa pemerintah menyikapi aspirasi dan keluhan warga dalam rangka menyukseskan pembangunan di Manggarai. Namun perlu ada efek bagi pengelola agar bekerja profesional.
Nurdin mengatakan, faktor lain yang harus mendapat perhatian pemerintah adalah jumlah potongan bagi setiap perusahaan yang mengajukan penawaran. Apabila potongan penawaran tidak rasional pemkab harus batal. Sebab, dampak ikutan akan mempengaruhi kualitas proyek.
Di beberapa tempat, jelas Nurdin, ada keluhan kualitas proyek kurang bagus akibat lemahnya pengawasan saat melakukan penawaran atau sistem banting harga. Argumentasi bahwa penawaran yang rendah akan menguntungkan daerah, itu keliru. Penawaran rendah justru agar rekanan bisa dapat pekerjaan namun fisik proyek akan bermasalah.
Sebelumnya diberitakan (Pos Kupang, 5/5/2008) Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kadis Kimpraswil) Manggarai, Ir. Si Ketut Suastika mengatakan, tindakan menyegel dokumen pelelangan proyek tidak menghambat pekerjaan. Apalagi selama proses pelelangan dan pengumuman pelelangan tidak ada sanggahan pihak yang merasa dirugikan. (lyn) 

Anggaran Kesehatan di Ende Rp 18 Miliar

ENDE, PK--Anggaran kesehatan di Kabupaten Ende yang ditetapkan dalam APBD tahun anggaran (TA) 2008 sebesar Rp 18.661.272.500,00 (Rp 18,6 miliar). Namun angka yang dialokasikan ini dinilai kurang memadai yang bisa menyebabkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang optimal. Dari anggaran ini porsi terbesar untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan Rp 10.618.300.000,00 atau 56, 90 persen dan sisanya untuk program kesehatan secara umum. 
Demikian sari pendapat dalam diskusi soal anggaran kesehatan di Kabupaten Ende yang diselenggarakan Yayasan Pantau-Ende Media Center bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Flores (PWF) dan Harian Flores Pos, Sabtu (3/5/2008) di Kantor FIRD Ende. Diskusi menghadirkan aktivis LSM di Kota Ende, wartawan dan anggota DPRD Ende dengan narasumber Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Ende, dr Agustinus G. Ngasu, M. Kes.
Soal terbatasnya anggaran bidang kesehatan, Agustinus Ngasu mengaku karena belum adanya sinkronisasi antara orang kesehatan dan orang perencanaan. Dengan kecilnya anggaran bidang kesehatan, kata Agustinus, tidak heran jika setiap tahun kerap terjadi kasus KLB gizi buruk atau gizi kurang, serta penyakit lainnya.
Terkait anggaran, Agustinus mengatakan, kalau cuma harapkan anggaran APBD maka tidak akan mencukupi. "Kalau memungkinkan perlu dilakukan asuransi kesehatan yang diperuntukan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Ende. Anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung progam ini sebesar Rp 23 miliar bagi 200 ribu jiwa dimana setiap jiwa dikenakan biaya asuransi Rp 95 ribu. Namun bukan asuransi untuk mengejar untung sehingga asuransi ini haruslah yang didirikan pemerintah daerah," katanya. 
Direktur FIRD, Roni So mengkritisi tumpang tindih tugas antara Dinkes, Badan KB dan BPMD, dimana di antara tiga lembaga ini ada yang sama-sama mengurus kesehatan. Kondisi ini akan berpengaruh pada anggaran. "Saya khawatir anggaran yang mestinya untuk Dinkes justru dibagi untuk dua instansi tersebut, maka tidak heran jika anggaran Dinkes kecil," ujarnya.
Seorang peserta, Frans Yavet mengkritisi RSUD Ende jadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Ende terbesar untuk kas daerah sebesar Rp 4,7 miliar.
Kadis Kesehatan Agustinus Ngasu yang juga mantan Direktur RSUD Ende, mengatakan pendapatan di rumah sakit bukan semata pelayanan kesehatan, tapi dari pendapatan lain seperti sewa kantin, parkir, penggunaan sarana medis, bahan habis pakai dan obat-obatan.
Anggota DPRD Ende, Justinus Sani, mengatakan pendapatan yang didapat dari RSUD Ende semuanya dikembalikan ke rumah sakit, dan anggaran yang diajukan rumah sakit panitia anggaran dewan tidak pernah persoalkan karena merupakan sarana vital yang mengurus hajat hidup banyak orang. (rom)

Rincian anggaran sektor kesehatan
-------------------------------------------------
Pelayanan administrasi Rp 450 juta
Peningkatan sarana/prasarana aparatur Rp 139 juta
Peningkatan disiplin aparatur Rp 72 juta
Peningkatan kapasitas aparatur Rp 82 juta
Obat dan perbekalan kesehatan Rp 2 Miliar
Upaya kesehatan masyarakat Rp 10,6 Miliar
Pengawasan obat dan makanan Rp 15 juta
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Rp 559 juta
Perbaikan gizi Rp 587 juta
Pengembangan lingkungan sehat Rp 545 juta
Pencegahan dan PPM Rp 729 juta
Standarisasi pelayanan kesehatan Rp 466 juta
Pelayanan kesehatan penduduk miskin Rp 57,6 juta 
Peningkatan kesehatan anak balita Rp 49,3 juta
Pelayanan kesehatan lansia Rp 10,5 juta
Kesehatan reproduksi remaja Rp 175 juta
Kerjasama pembangunan Rp 2,1 Miliar
------------------------------------------------------------------
Total Rp 18.661.272.500


Anggota DPRD Manggarai Tidak Terima Gaji

RUTENG, PK--Dua puluh orang anggota DPRD Kabupaten Manggarai yang baru dilantik hari Selasa (6/5/2008) tidak terima gaji bulan Mei. Ini karena aturan menyatakan setiap anggota Dewan yang dilantik di atas tanggal satu dalam bulan berjalan belum berhak menerima gaji.
"Anggota Dewan yang baru dilantik bersiap untuk tidak terima gaji bulan ini. Apabila ada regulasi yang jelas, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai wajib membayarnya," tegas Bupati Manggarai, Drs. Christian Rotok, saat pelantikan dan pengambil sumpah pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Manggarai, Selasa (6/5/2008)
Sidang paripurna DPRD dengan agenda pengambilan sumpah DPRD Manggarai dipimpin Ketua DPRD, Ongge Yohanes, B.A, didampingi Wakil Ketua Lodovitus Bagus dan Bupati Manggarai, Chris Rotok. Hadir jajaran muspida serta jajaran satuan kerja perangkat daerah lingkup Setda Manggarai.
Menurut Chris Rotok, sesuai regulasi setiap anggota dewan khususnya PAW yang dilantik di atas tanggal satu maka tidak mendapat gaji. Gaji berkala akan dibayar setelah bulan berjalan. Diharapkan anggota dewan tetap bekerja sesuai tugas dan panggilan sebagai wakil rakyat di wilayah ini.
Chris Rotok menjelaskan, bagi anggota dewan yang baru dilantik akan mendapat tugas berat terutama harus membaca rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) demi kepentingan pembangunan di Manggarai. 
Ketua DPRD Manggarai, Ongge Yohanes, menegaskan para wakil rakyat bekerja sesuai norma dan tata tertib dewan. Yang dilantik hari ini adalah wakil rakyat karena itu bekerja untuk kepentingan rakyat.
Ongge juga berpesan kepada 21 anggota Dewan yang hijrah ke Manggarai Timur bahwa meski berpisah tapi visi misi pekerjaan Dewan adalah untuk kepentingan rakyat. "Kita boleh berpisah tapi tugas dan panggilan kita tetap sama mengabdi demi kepentingan rakyat," katanya.
Untuk diketahui, wajah baru DPRD Manggarai 20 orang wajah lama 19 orang. Jumlah yang dilantik hari Selasa (6/5/2008) sebanyak 38 orang. Dua orang tidak hadir, yakni Florianus Kampul karena masih menjalani hukuman penjara kasus judi kartu dan seorang lain dari PPDI. Utusan PPDIP tidak ditetapkan KPUD karena terbelit masalah internal partai. (lyn) 


Petani Minta Perhatikan Kebutuhan Rakyat 

ENDE, PK--Ratusan petani dari lima kecamatan di Kabupaten Ende, masing-masing Kecamatan Nangapanda, Ende, Weweria, Kelimutu dan Kecamatan Lio Timur yang tergabung dalam Komite Tani Ende bersama mahasiswa Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Ende aksi demo ke gedung DPRD Ende, Selasa (6/5/2008).
Para petani dalam orasi yang intinya meminta pemeritah memperhatikan kebutuhan rakyat seperti air, listrik dan kesehatan. Aksi dimulai dari Bundaran Bandara Haji Hasan Aroeboesman menuju gedung DPRD Ende di Jalan El Tari. Massa sempat demo di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende meminta aparat kejaksaan lebih serius menuntaskan kasus korupsi di Kabupaten Ende. 
Di gedung DPRD Ende petani berdialog dengan sejumlah anggota Dewan, di antaranya Ketua DPRD Ende, Titus Tibo, Wakil Ketua, Ruben Resi, dan anggota DPRD Ende, Niko Palla, Frans Wangge, Djamal Humris dan H. Zainal Abidin.
Para petani minta DPRD Ende turun langsung ke desa-desa untuk melihat langsung apa yang dibutuhkan rakyat sehingga berbagai program tepat sasaran dan tepat guna. "Jangan cuma turun di kantor camat setelah itu pulang," kata Yohanes Ndate, petani asal Kecamatan Ende. 
Petani lainnya, Pius Sato mengatakan, saat ini belum ada tanggul penahan banjir di Kali Loworea. Kondisi ini menyebabkan banjir merusak tanaman dan rumah milik warga. Mereka minta DPRD Ende turun ke lokasi untuk lihat langsung keadaan yang dialami masyarakat.
Sementara Thomas minta dibangun bronjong di Kali Loworea agar tidak meluap ke perumahan. "Setiap Musrenbangdes, Musrenbangcam hingga Musrenbangkab selalu diusulkan warga namun tidak ada realisasi," ujarnya.
Menanggapi berbagai usulan ini, Ketua DPRD Ende, Titus Tibo mengatakan, Dewan akan komunikasikan dengan dinas terkait. Menyinggung soal politik, Titus menjelaskan, saat ini DPRD Ende yang ada merupakan pilihan masyarakat, Baik buruk sudah terjadi. Diharapkan di waktu mendatang masyarakat bisa menentukan pilihannya memilih anggota Dewan yang baik sesuai keinginan rakyat. (rom)


RSU Maumere Gelar Aneka Kegiatan

MAUMERE, PK-- Menyongsong HUT RSU TC Hillers Maumere tanggal 16 Mei 2008, manajemen rumah sakit ini menggelar aneka kegiatan. Kegiatan melibatkan staf RSU dan masyarakat umum yang dimulai sejak tanggal 3 Mei hingga tanggal 20 Mei 2008. 
Direktur RSU TC Hillers Maumere, dr. Asep Purnama, Sp.Pd, kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/5/2008), menjelaskan, jenis kegiatan, yakni hiburan, olahraga, bidang rohani, seminar/bincang santai hingga pembuatan renstra RSU diharapkan bisa bermanfaat bagi manajemen dan masyarakat Sikka pada umumnya.
"Yang dilaksanakan sebenarnya kegiatan rutin yang sudah dilakukan manajeman seperti, talk show masalah kesehatan di Radio Sonia FM Maumere, gerak jalan santai dan kerja bakti bersama. Kegiatan spesial tahun ini, yakni work shop renstra RSU Maumere, serta lounching website, call center atau Radio RSU Maumere tanggal 9-10 Mei 2008. Manajemen juga akan menggelar aneka lomba seperti lomba dansa, lomba tari kreasi baru tanggal 12-15 Mei 2008," jelasnya.
Tepat pada HUT RSU tanggal 16 Mei, kata Asep, manajemen akan melakukan kerja bakti dan ziarah ke makam almarhum. dr. TC Hillers, juga ada bincang santai mengenai diabetes melitus dan pemutaran film, misa bersama dan tanggal 20 Mei kegiatan ditutup dengan jalan santai, lomba masak, bazar, donor darah dan fun game menghadirkan Ria Ananda. 
Asep berharap aneka kegiatan yang digelar menyongsong HUT RSU bisa membawa manfaat bagi staf RSU Maumere dan masyarakat, juga tercipta suasana kebersamaan antara keluarga besar RSU Maumere dan ada peningkatan kemampuan, kreatif dan kinerja sesuai tugas dan tanggung jawab. (vel)