Gaya HIDUP

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Vina Panduwinata
"Selingkuhi" Addie MS

PERTEMANAN konduktor dan musisi kenamaan Addie MS dari Twilite Orchestra dengan Vina Panduwinata bukan setahun atau dua tahun ini sja. Keduanya sudah menjalin hubungan sejak mereka sama-sama menggeluti dunia musik.
Bahkan Addie MS-lah orang yang ikut melambungkan nama si pelantun lagu Burung Camar itu di ranah musik Indonesia.
Kemitraan dan kedekatan mereka bahkan sempat diibaratkan seperti suami isteri saja. Semua orang tahun Addie MS adalah suami penyanyi pop Memes ( Meidiana Maumunah). Tapi secara berseloroh, Vina Panduwinata mengklaim bahwa Addie merupakan suaminya.
"Aku nggak bisa membohongi diriku," aku merasa nyaman bersama Addie MS. Selama ini Addie yang cocok sama aku. Bisa dibilang dia itu suami pertama aku dalam musik," ujar Vina saat menggelar jumpa pers rencana konser tunggalnya, belum lama ini.
Pada konser Vina yang akan digelar 17 Mei 2008 nanti, Vina menggandeng Addie MS sebagai komposer serta The Rumpies yang terdiri dari Atiek CB, Trie Utami dan Malida sera Maya Hasan. Bahkan untuk menggantikan sosok Broery Marantika (alm), Vina menggaet penyanyi muda yang sedang naik daun yakni Afgan Syahresa. 
"Saya akan duet bareng Afgan menyanyikan lagu yang dulu saya nyanyikan bersama Boery Marantika (Bahasa Cinta)," ujarnya.
Menurut Vina, hadirnya Afgan sebagai benang merah antara dirinya dengan penyanyi generasi muda. Sebab, di album perdana Afgan ada lagi berjudul Biru yang sebelumnya dipopulerkan Vina.
"Mungkin anak-anak muda jaman sekarang tahunya lagi Biru itu penyanyi Afgan. Itu kan lagu puny saya?" Jadi, saya mengajak Afgan karena ada benang merahnya, yaitu dia menyanyikan lagi saya. Dia memperkenalkan lagu saya kepada generasi muda," jelasnya (persda network/yon)

Eddies Adelia Menjerit BBM naik
Terpikir Naik Angkot

EDDIES sempat terpikir untuk mengandangkan saja mobil pribadi di garasi, bila BBN benar-benar harganya meroket pada awal Juni. Buat menghemat pengeluaran, pemain film Kejar Jakarta ini bahkan sempat terpikir untuk naik angkutan umum atau ojek saja ke lokasi syuting.
Namun rencanannya berubah mengingat resiko tinggi diangkutan umum, khususnya risiko kriminalitas. Dia takut kecopetan," Lagian, aku pergi ke tempat syuting kan bawa banyak baju, perlengkapan kosmetik,, komputer jinjing, dan pernik-pernik kecil. Tiber juga kalau naik angkot. Tapi kalau naik mobil boros. Serba repot," gumannya.
Eddies juga tak sepenuhnya menyalahkan pemerintah bila BBM baik, mengingat harga minyak mentah di pasaran dunia memang terus melangit. "Yang penting pemerintah jangan lupa kompensasinya aja. Kasihan rakyat kecil makin susah cari makan," imbuhnya (persda network/yon)