|
Xtra SPORT

|
Cenderamata Untuk Atlet PON Ke-17
KUPANG, PK -- Para atlet yang akan berlaga pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-17 di Samarinda, Propinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Juli 2008, akan mendapat cenderamata istimewa dari pemerintah propinsi (pemprop) setempat.
Kado itu berupa lagu-lagu khas daerah yang dikemas dalam bentuk video compact disc (VCD). Proses penggarapan musik 'dibidani' musisi beken dan artis kenamaan John Seme. Lelaki asal Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), ini juga berkolaborasi dengan sejumlah musisi beken lain dalam penggarapan album berisi 10 nomor lagu ini.
Dalam percakapan dengan Pos Kupang melalui telepon, Selasa (6/5/2008), John Seme mengatakan, album bertajuk, Burung Enggang Merista yang dinyanyikan oleh Efendi Dinda, siswi kelas V SDN 016 Samarinda yang juga salah satu penyanyi terbaik dari daerah itu akan diluncurkan pada 17 Mei mendatang di Balikpapan. Saat peluncuran album, kata John, akan dihadiri oleh Wakil Gubernur Kaltim, Drs. Yurnalis Ngayo, M.M, dan para bupati/walikota setempat.
Pada kesempatan itu John juga akan mempresentasikan alasan apa, mengapa dan bagaimana ia bersama musisi dan produser menyumbangkan sesuatu bagi daerah dan bangsa ini.
John secara pribadi menyampaikan terima kasih kepada pemprop setempat yang telah memberikan ruang kepadanya untuk ikut membangun daerah itu dari aspek budaya. Lagu ini, kata pelantun Langit Masih Biru, ini mengisahkan tentang nasib Burung Enggang di Kaltim yang kini mulai punah karena eksploitasi tanpa kendali dari warga setempat. Lagu ini sekaligus mengajak seluruh komponen warga Kaltim dan bangsa untuk melestarikan satwa langka ini.
Sementara produser Hajah Yuli dan Hajah Fitriah, mengatakan, untuk tahap awal album ini akan diedarkan sekitar 3.000 kopi. Sebanyak 2.000 CD akan dibagikan kepada atlet dan oficial, sedangkan 1.000 kaset akan dikomersilkan pada ajang itu.
"Dana penjualan kaset ini akan kami manfaatkan untuk merekam lagu-lagu Kaltim yang belum di-VCD-kan," kata Hajah Fitriah. Ditanya tentang biaya rekaman album ini, Hajah Yuli dan Hajah Fitrah mengatakan, biaya diambil dari kantong pribadi.
(pol)
KONI Motivasi Atlet NTT
PELATIHAN Terpusat Daerah (Pelatda) PON XVII 2008 untuk atlet NTT saat ini memasuki bulan kedua. Tahu kalau target meraih prestasi minimal seperti PON XVI 2004 berat untuk dicapai, KONI NTT berusaha untuk terus memotivasi para atlet dan pelatih dalam masa persiapan ini.
"Seorang atlet harus terus berusaha untuk memotivasi dirinya menuju prestasi. Dalam latihan, dia harus memiliki target untuk meningkatkan kualitas dirinya. Jangan berharap akan mencapai prestasi besar kalau latihannya malas dan tidak sesuai program yang sudah dibuat pelatih. Dengan berbagai cara, kami terus berusaha untuk memotivasi para atlet agar berlatih dengan keras," kata Ketua Harian KONI NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si, di sela-sela makan bersama atlet NTT untuk PON XVII 2008 di Hotel Cahaya Bapa, Kupang, Rabu (7/5/2008).
Esthon mengatakan, keseriusan untuk berlatih yang ditunjukkan atlet-atlet NTT adalah sebuah modal besar untuk mencapai target. Namun, katanya, selama dua bulan terakhir ini, para atlet harus benar-benar terus mempertahankan performanya dan harus terus ditingkatkan. "Berdasarkan pantauan dari KONI dan tim teknis, ada sebuah keseriusan yang ditunjukkan atlet-atlet kita untuk berlatih. Ini cukup menggembirakan, namun kami tetap berharap agar mereka jangan cepat puas atau lelah berlatih yang nantinya bisa menurunkan motivasi dirinya," ujar Esthon.
Secara terpisah, koordinator tim teknis, Drs. Nurdin Badu, M.For, mengatakan, saat ini para atlet sedang memasuki tahap pra kompetisi. Untuk itu, kata Nurdin, para pelatih harus terus mengevaluasi tingkat pencapaian program yang sudah dibuat.
"Untuk menuju sebuah prestasi, para pelatih harus terus memantau perkembangan fisik, teknik dan strategi para atlet yang dijabarkan dalam program kepelatihan. Program juga harus dievaluasi sehingga kita bisa tahu apa grafiknya sudah mencapai titik yang diharapkan atau belum. Dari hasil pantauan kami, ada perkembangan yang cukup bagus dari atlet-atlet kita," jelas Nurdin.
(eko)
Kemahnuri dan Ipmasrat Menang
TIM Kemahnuri Alor dan Ipmasrat Sumba Barat meraih kemenangan dalam lanjutan turnamen sepakbola antar-perkumpulan mahasiswa, Fosmab Belu Cup 2008. Dalam pertandingan di lapangan TNI AD Kuanino-Kupang, Rabu (7/5/2008), Kemahnuri menang 1-0 atas Imapem, sedangkan Ipmasrat mengalahkan STFC (Sumba Tengah), 2-1.
Kemahnuri dengan bermodalkan kemenangan atas Ngada pada pertandingan sebelumnya bermain sangat percaya diri dalam pertandingan ini. Buktinya, baru tiga menit pertandingan berjalan, Oji sudah berhasil menjebol gawang Imapem Manggarai. Pertandingan selanjutnya berlangsung menarik. Kedua tim yang sama-sama memiliki pemain dengan kualitas berimbang saling serang sepanjang pertandingan. Sama-sama memiliki peluang, keduanya tak mampu mencetak gol tambahan hingga wasit meniup pluit panjang.
Sementara itu, pertandingan 'dua saudara' antara Ipmasrat Sumba Barat melawan STFC Sumba Tengah juga berlangsung ketat. Nama besar menjadi taruhan, kedua tim langsung bermain imbang 1-1 di babak pertama. Imanuel Bili membuka keunggulan Sumba Barat pada menit kesembilan, namun disamakan oleh Ignas pada menit ke-16.
Babak kedua diawali dengan permainan cepat. Namun, Sumba Barat yang beruntung mencetak gol lewat Sintus Edo ketika pertandingan berjalan sebelas menit. Pertandingan selanjutnya jadi membosankan. Stamina pas-pasan yang ditunjukan kedua tim, membuat serangan yang dibangun kurang menekan. Tak ayal, kedudukan 2-1 untuk Sumba Barat bertahan hingga pertandingan usai. (eko)
|