F L O R E S A

     Seputar Flores

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Balita di Papagarang Kurang Gizi

LABUAN BAJO,PK -- Ardi (lima bulan), salah satu bayi di Pulau Papagarang, Desa Papagarang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mengalami kekurangan gizi. Sampai saat ini Ardi belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat dan Dinas Kesehatan Mabar.
Erna, ibu kandung Ardi, ditemui di kediamannya di Pulau Papagarang, Selasa (6/5/2008), mengatakan, anaknya lahir lima bulan lalu, namun mengalami kekurangan gizi. Mereka belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat. 
Erna menuturkan, ia pernah membawa Ardi ke Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada pulau ini untuk penimbangan berat badan. "Berat badannya cuma empat kilogram. Itupun baru tambah dua kilogram karena sejak dua bulan lalu beratnya cuma dua kilogram," kata Erna.
Tentang pihak medis sudah mengetahui kondisi Ardi, Erna mengaku mereka belum tahu karena sejak lahir sampai saat ini Ardi baru sekali ke pustu untuk ditimbang.
Dia menjelaskan, anaknya hingga saat ini tidak diberi air susu ibu (ASI) karena payudaranya tidak menghasilkan ASI. "Saya berikan Ardi susu yang dibeli di kios. Tapi dia kurang suka minum susu dan saya harus paksa agar dia bisa minum," ujarnya.
Beberapa ibu rumah tangga ditemui di Pulau Papagarang mengaku, anak balita di pulau ini banyak mengalami gangguan kesehatan, terutama kekurangan gizi. Mereka mengatakan, di pulau ini warga hanya mengharapkan makanan bergizi dari protein laut. Sementara sayur-sayuran sulit diperoleh. Bahkan dalam setahun ada warga yang tidak pernah makan sayuran dan buah. Kalaupun ada harus dibeli dari Bima, Propinsi Nusa Tenggara Barat. 
Kepala Desa Papagarang, Haji Bahrun, mengatakan, sebenarnya desa itu tidak terjadi kekurangan gizi. Namun ini karena pola hidup masyarakat setempat. 
Tentang upaya yang dilakukan, dia mengakui selama ini pemerintah desa selalu sosialisasi dan melakukan pengobatan gratis. "Pengobatan gratis biasanya dilakukan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) dan PT Putri Naga Komodo (PNK). Kami harapkan warga yang punya balita agar memperhatikan pola makan dan sering kontrol kesehatan ke pustu," kata Bahrun. (yel) 

BPR Larantuka Pertahankan Gelar Sehat 

LARANTUKA, PK-- PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bina Usaha Dana (BUD) Larantuka di Kabupaten Flores Timur (Flotim) tahun 2008 tetap berjuang maju mempertahankan status BPR sehat yang memenuhi berbagai kriteria yang ditentukan Bank Indonesia (BI). 
Komisaris Umum PT BPR BUD Larantuka, Drs. Frederik Bili yang juga Kepala Badan Penggelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Flotim ditemui di ruang kerjanya mengatakan hal itu kepada wartawan di Larantuka, Kamis (8/5/2008).
Menurut Bili, status sehat BPR BUD Larantuka dicapai tahun 2007. Terbukti dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahun buku 2007 yang baru digelar di Larantuka (10/4/2008), lembaga keuangan milik Pemkab Flotim ini mengalami kemajuan luar biasa. 
Dalam RUPS dibahas empat hal; Pertama, laporan kinerja tahunan perseroan tahun buku 2007. Kedua, penjelasan atas perhitungan neraca rugi laba hasil audit Kantor Akuntan Publik, Drs. Sri Marmo Jogosarkoro dari Denpasar-Bali. Ketiga, penetapan perhitungan laba perusahaan. Keempat, hal lain yang dibahas khusus dalam RUPS. 
"Secara umum kinerja PT BPR BUD Larantuka mengalami pertumbuhan lebih baik dibanding tahun 2006. Total aset tahun buku 2007 Rp 14,3 miliar, atau meningkat 31,77 persen dari tahun 2006. Aktiva produktif Rp 13,7 miliar atau meningkat 31,93 persen dari tahun 2006," jelas Bili.
Demikian pula, kata Bili, rugi laba mengalami kenaikan pada tahun 2007 sebesar 15,75 persen dibanding tahun 2006 yang hanya Rp 442,305 miliar. Sementara modal Rp 9.075 juta, atau mengalami kenaikan 13,07 persen dari tahun 2006 Rp 8, 02 miliar. 
Tentang pertumbuhan ratio kecukupan modal (CAR) BPR BUD Larantuka, ia mengatakan 80,29 persen. "Artinya tergolong sehat. Hal ini terkait modal yang disetor sebagai saham perseroan yang total seluruhnya Rp 9 miliar dari modal dasar Rp 10 miliar bersumber dari pemegang saham tunggal Pemkab Flotim," jelas putra kelahiran Kabupaten Sumba Tengah yang juga mantan Kadis Koperasi Flotim.
Bili menjelaskan, ratio kualitas aktiva produktif, BPR ini tergolong sehat karena mengalami perbaikan menjadi 2,82 persen dibanding tahun 2006 yang hanya 11,21 persen (cukup sehat). Jenis kredit yang disalurkan tahun 2007, yakni kredit usaha mikro Rp 842.500.000. Kredit investasi Rp 470 juta, kredit konsumtif Rp 6,7 miliar, dan kredit modal kerja Rp 1,3 miliar.
Dalam menata BPR BUD Larantuka, menurut Bili diprioritaskan sistem operasional perusahaan, pengembangan SDM, dan kesejahteraan. "Khusus pengembangan SDM, dua Direksi yaklni, Deny Nurhamdini, SH,CRBD dan Monika FI Fernandez, S.Sos telah mengikuti Certip (ujian sertifikasi profesional) lulus dengan hasil baik," tambahnya
Ia mengakui, terhitung enam tahun berdirinya PT BPR BUD Larantuka cukup memberikan kontribusi bagi daerah ini melalui PAD. "Dalam upaya pemberdayaan masyarakat berupa penyaluran dana bergulir kerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perikanan, Dinas Perindag, Kantor Pemberdayaan Masyarakat serta membantu menyalurkan kredit lunak kepada TKI asal Flotim. (art)

Kontribusi PAD Flotim
Tahun 2005 Rp 197.404.580,00
Tahun 2006 Rp 240.738.042,00
Tahun 2007 Rp 255.980.194,00. 
Kontribusi (PPh-badan) 
Tahun 2006 Rp 170.441.900,00 
Tahun 2007 Rp 163.681.700,00. 


Petani Minta Perhatikan Kebutuhan Rakyat 

ENDE, PK--Ratusan petani dari lima kecamatan di Kabupaten Ende, masing-masing Kecamatan Nangapanda, Ende, Weweria, Kelimutu dan Kecamatan Lio Timur yang tergabung dalam Komite Tani Ende bersama mahasiswa Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Ende aksi demo ke gedung DPRD Ende, Selasa (6/5/2008).
Para petani dalam orasi yang intinya meminta pemeritah memperhatikan kebutuhan rakyat seperti air, listrik dan kesehatan. Aksi dimulai dari Bundaran Bandara Haji Hasan Aroeboesman menuju gedung DPRD Ende di Jalan El Tari. Massa sempat demo di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende meminta aparat kejaksaan lebih serius menuntaskan kasus korupsi di Kabupaten Ende. 
Di gedung DPRD Ende petani berdialog dengan sejumlah anggota Dewan, di antaranya Ketua DPRD Ende, Titus Tibo, Wakil Ketua, Ruben Resi, dan anggota DPRD Ende, Niko Palla, Frans Wangge, Djamal Humris dan H. Zainal Abidin.
Para petani minta DPRD Ende turun langsung ke desa-desa untuk melihat langsung apa yang dibutuhkan rakyat sehingga berbagai program tepat sasaran dan tepat guna. "Jangan cuma turun di kantor camat setelah itu pulang," kata Yohanes Ndate, petani asal Kecamatan Ende. 
Petani lainnya, Pius Sato mengatakan, saat ini belum ada tanggul penahan banjir di Kali Loworea. Kondisi ini menyebabkan banjir merusak tanaman dan rumah milik warga. Mereka minta DPRD Ende turun ke lokasi untuk lihat langsung keadaan yang dialami masyarakat.
Sementara Thomas minta dibangun bronjong di Kali Loworea agar tidak meluap ke perumahan. "Setiap Musrenbangdes, Musrenbangcam hingga Musrenbangkab selalu diusulkan warga namun tidak ada realisasi," ujarnya.
Menanggapi berbagai usulan ini, Ketua DPRD Ende, Titus Tibo mengatakan, Dewan akan komunikasikan dengan dinas terkait. Menyinggung soal politik, Titus menjelaskan, saat ini DPRD Ende yang ada merupakan pilihan masyarakat, Baik buruk sudah terjadi. Diharapkan di waktu mendatang masyarakat bisa menentukan pilihannya memilih anggota Dewan yang baik sesuai keinginan rakyat. (rom)


Mausambi Tempat Singgah Peserta Sail 2008

ENDE, PK-- Daerah Mausambi di Kecamatan Maurole Kabupaten Ende, menjadi salah satu titik tempat singgah peserta Sail Internasional tahun 2008. Kegiatan lomba layar perahu motor internasional ini akan dilaksanakan tanggal 24-28 Agustus 2008. 
Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kabupaten Ende, Martinus Ndate, S.H, kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Kamis (8/5/2008), menjelaskan, rute Sail Indonesia tahun 2008 akan melewati Kupang, Alor, Lembata, Maumere, Ende dan terakhir di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. 
Terpilihnya Mausambi menjadi salah satu titik singgah peserta Sail Internasional 2008, kata Martinus, merupakan kehormatan bagi daerah ini. "Tahun sebelumnya peserta Sail Indonesia puas dengan pelayanan yang diberikan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ende sehingga tahun ini Mausambi kembali menjadi salah satu titik rute pelayaran lomba peserta Sail Indonesia," ujarnya. 
Martinus didampingi Kasie Pengkajian dan Pemasaran Pariwisata, Kris mengatakan, peserta Sail yang singgah Mausambi tahun ini sekitar 300 kapal, dan kini telah terdaftar 111 kapal. Diharapkan hingga pelaksanaan Sail nanti jumlah peserta bertambah. 
Tentang acara yang dikemas untuk menjamu peserta Sail, selain gala diner yang merupakan acara ucapan selamat datang, peserta Sail akan diajak menikmati keindahan Danau Kelimutu dan melihat perkampungan tradisional di Wologai, Detubela, Watu Kamba, Wolotopo, dan juga ke Kota Ende untuk melihat sejumlah peninggalan sejarah di kota tersebut. 
Selain itu, masyarakat akan diberikan kesempatan menjual berbagai produk khas daerah berupa sarung maupun selendang makan maupun minuman tradisional. Peserta Sail juga akan disuguhkan tarian khas daerah Ende-Lio yang akan dibawakan dari masing-masing kecamatan maupun sanggar, serta sejumlah sekolah. 
Menurut Martinus, dengan pelaksanaan Sail yang mana Mausambi menjadi salah satu titik singgah diharapkan dapat memberikan nilai positif bagi pengembangan pariwisata daerah ini dan bagi pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. (rom) 


Satpol PP Sidak Penimbunan BBM

RUTENG, PK---Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Manggarai melakukan inspeksi mendadak (sidak) dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah tempat. Apabila ada perusahaan yang kedapatan menimbun BBM akan diproses secara hukum. 
Kepala Satpol PP Kabupaten Manggarai, Heribertus Ngabut, S.H, menyampaikan hal itu saat ditemui di Ruteng, Selasa (6/5/2008). Ia mengatakan, sidak melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Bagian Ekonomi dan Polres Manggarai ke semua sentra BBM, baik di tingkat pengusaha dan agen maupun SPBU. "Menjadi kewajiban kami untuk sidak BBM agar tidak terjadi penimbunan," katanya. 
Pantauan Pos Kupang di Ruteng sejak Minggu (4/5/2008) sampai Selasa (6/5/2008) antrean panjang terjadi di SPBU Mbaumuku dan Carep. Sementara penjual pengecer BBM marak disekitar SPBU. Pada Selasa (6/5/2008) sejumlah anggota polisi sudah mengawal SPBU. Tujuanya untuk mengamankan proses dan antrean pengisian BBM yang tetap berjalan normal. (lyn)


500 KK di Pasir Putih Dapat Raskin

LABUAN BAJO, PK --Sebanyak 500 kepala keluarga (KK) Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mendapat jatah beras miskin (raskin) tahun 2008. Raskin diberikan secara merata untuk meminimalisir kecemburuan sosial diantara warga setempat. 
Kepala Desa (Kades) Pasir Putih, Rasyid, kepada Pos Kupang, di Pasir Putih, Rabu (7/5/2008) menjelaskan, setelah ia dilantik menjadi kades, ia mengurangi ketidakadilan dalam wilayah ini. "Salah satu jalan saya daftarkan dan usulkan semua warga desa untuk dapat jatah raskin. Usul saya disetujui sehingga tidak satupun keluarga yang ketinggalan dalam program raskini," kata Rasyid.
Tentang pendataan pemerintah desa, apa melihat status sosial warga setempat, Rasyid menyatakan, pendataan hanya untuk mengetahui total KK di dalam desa ini. Sementara untuk memperoleh raskin pihaknya tidak memilah dari tingkat ekonomi atau status sosial. 
"Desa ini wilayahnya masuk pada dua pulau, yaitu Pulau Mesa dan Pulau Seraya Besar. Warga di dua pulau ini tanpa kecuali semua KK saya berikan jatah raskin. Ini sesuai kondisi masyarakat yang hidup di pulau-pulau masih membutuhkan bantuan pemerintah," katanya.
Tentang raskin yang digulirkan, Rasyid mengatakan, sudah dua putaran/periode dimana setiap KK dapat jatah 25 kg sehingga dalam dua periode satu KK dijatah 50 kg. "Untuk 500 KK di desa sini dialokasi 2,5 ton untuk dua putaran," ujarnya. 
Anggota DPRD Manggarai Barat, Aladin Nasar, S.Ag, mengatakan, apa yang dilakukan Kades Pasir Putih merupakan sesuatu yang baru terjadi di daerah tersebut. "Saya harap kebijakan ini tidak menyimpang namun menjadi gebrakan untuk mensejahterakan warga setempat," kata Aladin. (yel) 


Jalan Malwatar-Labuan Telan Dana Rp 5,4 Miliar

LABUAN BAJO, PK --Rehabilitasi ruas jalan negara Malwatar-Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) sepanjang 500 kilometer (km) menelan dana Rp 5.441.007.000,00 (Rp 5,4 miliar). Dana ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni tahun 2008.
Pantauan Pos Kupang, Minggu (4/5/2008), perbaikan ruas jalan nasional ini dikerjakan mulai dari Desa Golo Leleng hingga Labuan Bajo. Pengerjaan berupa rehab dengan penambalan, bagian jalan yang rusak digali kemudian ditambal. Ada juga badan jalan yang digusur untuk diperlebar dan pembuatan saluran/drainase. 
Pada papan proyek bertuliskan, Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga, pekerjaan jalan Malwatar-Labuan Bajo nomor kontrak: KU-08.08/14/II/PPK-S.MGR/2008, dengan nilai kontrak Rp 5.441.007.000,00. Jangka waktu pengerjaan jalan 150 hari kerja dikerjakan PT Floresco Aneka Indah dengan konsultan pengawas PT Wirama Karya Kupang.
Beberapa titik yang rawan longsor dan retak, yakni ruas jalan Dahot-Bambor-Ranggawatu dikerjakan secara baik karena ruas jalan ini hampir setiap tahun direhab namun selalu mengalami kerusakan. Ruas jalan digusur kemudian ditata pembuangan air untuk mengurangi tingkat kerusakan jalan. Pengerjaan jalan u i difokuskan pada yang titik yang mengalami kerusakan parah. Sedangkan di lokasi tertentu diperlebar bahu jalan disertai pembuatan selokan/drainase non permanen.
pada jalur jalan Dahot hingga Jembatan Wae Sapo dilakukan perbaikan menyeluruh. Hanya beberapa titik dilakukan penambalam. Kerusakan jalan di Wae Sapo sudah dikerjakan mendekati sempurna dan sedang digilas alat berat. Pemerintah pusat juga mengalokasikan dana APBN 2008 untuk perbaikan ruas jalan Labuan Bajo secara berkala dengan alokasi dana Rp 6,3 miliar.
Sejumlah warga ditemui di lokasi pengerjaan mengakui, ruas jalan yang sedang dikerjakan selalu mengalami kerusakan setiap tahun. "Setiap tahun ruas jalan ini selalu rusak dan diperbaiki Mungkin karena kondisi tanah atau mutu pekerjaan kurang baik," kata Dominggus Tunti dan Yoseph Gas. Mereka berharap pemerintah lebih memperhatikan mutu pekerjaan agar ruas jalan yang dikerjakan bisa bertahan lebih lama. (yel)