|
K u p a n g





|
Tarian Sebagai Bentuk Penginjilan
KUPANG, PK --Memuliakan nama Tuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya dengan tari-tarian. Tarian yang bagus juga merupakan bentuk penginjilan.
Hal ini disampaikan Ketua Panitia Hari Raya Gerejawi (HRG) Jemaat Betlehem Oesapa Barat (JBOB), Ny. Agnes L Weking- Peny, kepada Pos Kupang di sela-sela acara Pagelaran Paskah Dalam Tari-Tarian di Gereja Betlehem Oesapa Barat, Jumat (9/5/2008) malam.
Menurut Agnes, pagelaran ini diselenggarakan berkat kerja sama pihak gereja dengan Sanggar Taman Budaya NTT asuhan Paulina Noach Samosir, S.Sn. Agnes mengatakan, peserta tari-tarian ini adalah anak-anak sanggar yang berjumlah 16 orang, terdiri dari laki-laki dan perempuan.
Menurut dia, penginjilan dengan pendekatan budaya saat ini perlu diperhitungkan. Ini untuk menarik orang mengenal Yesus sang juru selamat.
Seperti disaksikan Pos Kupang, pagelaran Paskah dalam tari-tarian yang dimulai pukul 19.00 Wita ini dihadiri ratusan Jemaat Betlehem Oesapa Barat. Dalam sambutannya, Pendeta Gereja Betlehem Oesapa Barat, Yusuf Stefanus Boboy, menyambut baik apresiasi jemaat setempat.
(mas)
Karyawan RSU Belum Terima Uang Lauk Pauk
KUPANG, PK---Sejumlah karyawan RSU Prof. Dr. WZ Johannes- Kupang mengeluh karena belum menerima uang lauk pauk selama tiga bulan, terhitung sejak Februari sampai April 2008. Mereka juga mempertanyakan uang kekurangan gaji sejak Januari sampai Maret 2008 yang sampai saat ini belum mereka terima.
Informasi ini diperoleh dari beberapa karyawan RSU Kupang yang tidak bersedia namanya dikorankan, Jumat (8/5/2008). Para karyawan itu mengatakan, wajar kalau masalah ini disampaikan ke manajemen RSU karena para pegawai di instansi/dinas lain di kota dan Kabupaten Kupang sudah menerimanya.
"Sebenarnya manajemen RSU Kupang harus transparan menyampaikan kepada karyawan tentang alasan keterlambatan pembayaran. Sampai saat ini kami belum pernah mendengar informasi resmi dari manajemen tentang alasan keterlambatan pembayaran uang lauk pauk dan kekurangan gaji," jelas salah satu karyawan RSU.
Wadir Umum dan Keuangan RSU Kupang, dr. Hendrik Djojana, yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/5/2008), membenarkan keluhan para karyawan itu. Saat dikonfirmasi, Djojana didampingi Kepala Bagian Keuangan RSU Kupang, Adrianus Ledo.
Djojana menjelaskan, keterlambatan pembayaran itu bukan ada unsur kesengajaan dari manajemen. Khusus untuk uang lauk pauk lebih disebabkan karena adanya keterlambatan penyerahan data kehadiran dari unit atau ruangan di RSU.
Penyebab lainnya, karena ada kekeliruan dari para karyawan dalam mengisi daftar hadir. Ada karyawan, kata dia, yang mengisi daftar hadir tidak sesuai dengan waktu kerja yang ditetapkan. "Sesuai aturan, ada karyawan yang bekerja hanya lima hari, sementara dalam daftar hadir diisi enam hari kerja," katanya.
Djojana menambahkan, berdasarkan hasil verifikasi dari bagian keuangan, daftar hadir itu dikembalikan lagi ke unit-unit di RSU Kupang. "Cepat atau lambatnya, pembayaran uang lauk pauk itu, sangat tergantung dari penyerahan data yang akurat dari unit-unit yang ada di RSU ini," katanya.
Sementara soal uang kekurangan gaji yang belum dibayar, Djojana menjelaskan, saat ini masih dalam proses penyelesaian di bagian keuangan. Untuk menyelesaikan pekerjaan ini, sesuai prosedur tetap (Protap) di RSU Kupang, pekerjaan ini adalah tambahan yang diberikan manajemen RSU Kupang kepada bagian keuangan.
"Bagian keuangan menyelesaikan pekerjaan ini pada akhir bulan. Bagian keuangan lebih memrioritaskan pekerjaan rutin, seperti gaji dan pekerjaan lainnya, " katanya. (den)
Laiskodat Terus Beri Pengobatan Gratis
KUPANG, PK -- Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Laiskodat, S.H, melalui Yayasan Victory miliknya terus memberi pelayanan sosial bagi masyarakat NTT. Pada Sabtu (10/5/2008) lalu, diadakan pengobatan gratis bagi warga di Panti Asuhan Al Hikmah, Kelurahan Nunbaun Sabu, Kota Kupang.
Sedikitnya 150 warga dilayani. Selain penghuni panti asuhan milik H. Abdulkadir Makarim itu, pasien juga berasal dari masyarakat sekitar. Ada pun penyakit yang menonjol adalah inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hepatitis dan penyakit kulit.
Yayasan Victory menyiapkan dua dokter beserta beberapa staf apoteker dalam pelayanan kesehatan itu. Setiap warga yang datang di lokasi kegiatan diperiksa oleh dr. Desi dan dr. Ronald. Setelah mendiagnosa dan mengetahui jenis penyakit yang diderita, pasien diarahkan untuk mengambil obat pada petugas.
"Obat yang disiapkan bukan obat generik. Tapi obat-obat yang berkualitas. Dan, penentuan lokasi kegiatan ini karena sebelumnya sudah ada kerja sama dengan panti asuhan. Kami menyadari bahwa di panti asuhan banyak anak-anak yang miskin sehingga perlu ditolong. Selain itu, masyarakat sekitar lokasi juga diberi tahu untuk mengikuti pelayanan kesehatan," kata Arif Rahman, pengurus Yayasan Victory Kupang, saat ditemui di lokasi kegiatan, Sabtu lalu.
"Ada informasi bahwa karena Pak Viktor Laiskodat sudah tidak jadi calon sehingga pengobatan gratis tidak dilaksanakan, itu tidak benar. Pak Viktor masih mampu. Dan, pengobatan masih tetap dilaksanakan sampai seluruh masyarakat NTT yang tidak mampu terlayani," kata Arif.
Koordinator Pelayanan Sosial Victory Kupang, John Tankere, menambahkan, dalam waktu dekat pengobatan gratis akan dilaksanakan di Flores pada 12 titik. Obat dan fasilitas kesehatan lainnya disiapkan pada satu titik pengobatan untuk 1.000 orang.
"Pengobatan gratis ini diberikan sejak tahun 2004. Sampai dengan sekarang warga NTT yang sudah terlayani sekitar 900.000. Dan, kegiatan ini akan terus dilakukan," ujar John.
(aca)
Perlu Sosialisasi Kontinyu Tentang TPST
KUPANG, PK---Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kelurahan Kolhua, Paskalis Tokan, S.STP, mengatakan, agar rencana pengoperasian tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dapat dilaksanakan di lokasi Pasar Tani Kelurahan Kolhua, pihak Cipta Karya perlu melakukan sosialisasi secara kontinyu kepada masyarakat.
Tokan mengatakan hal ini saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/5/2008). Sosialisasi ini sangat perlu, sebab, kata dia, sampai saat ini masih ada sebagian masyarakat yang belum menerimanya. "Umumnya mereka masih awam dan belum paham benar tentang penggunaan alat pengolah sampah itu," katanya.
Padahal sampah tersebut nantinya akan didaur ulang dengan menggunakan mesin pengolah sampah. Jenis sampah yang didaur ulang itu, yakni sampah organik dan anorganik. Hasil dari daur ulang itu dapat dimanfaaatkan oleh masyarakat.
Tokan menjelaskan, tidak semua sampah yang berasal di Kota Kupang akan ditampung di Pasar Tani. Untuk Kelurahan Kolhua pada tahap awal, hanya sampah yang berasal dari enam RT, yakni 13, 14, 15, 16, 17 dan RT 22. Di setiap RT juga mungkin di setiap rumah akan disediakan bak sampah bantuan dari Satker PLP Dinas Cipta Karya Propinsi NTT.
Pengolahan selanjutnya, kata Tokan, para ketua RT akan membentuk kelompok swadaya masyarakat (KSM) di tiap RT. "Para anggota KSM ini nantinya yang akan mengangkut sampah dari setiap rumah di wilayah RT masing-masing ke lokasi Pasar Tani. Dinas Kebersihan Kota Kupang akan menyiapkan satu tangki bak sampah di Pasar Tani untuk menampung sampah yang tidak bisa diolah," kata Tokan.
Sebelum alat pengolah sampah ini digunakan, pihak kelurahan, Cipta Karya dan Dinas Kebersihan Kota Kupang telah dua kali melakukan sosialisasi. Pertama di Gereja Kaisarea. Kedua di Pasar Tani Kolhua. Hadir dalam acara itu para ketua RT.
Tokan mengharapkan para ketua RT yang mengikuti sosialisasi itu dapat memberikan penjelasan yang lebih detail kepada masyarakat di RT masing-masing.
Sebelumnya, Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, telah menghibahkan lokasi Pasar Tani Kolhua sebagai tempat TPST. Namun warga melakukan protes, bahkan menolak karena akan berdampak pada pencemaran udara di pemukiman ini. (den)
Kontraktor 20 Paket Proyek Bisa Di-PHK-
KUPANG, PK - Ketua Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kupang, Ir. Jotje Adoe, M.Si, menegaskan, kontraktor PT Adhy Karya hendaknya melaksanakan pekerjaan pembangunan 20 paket proyek di Oelmasi. Bila tidak memenuhi jadwal, kontraktor bisa di-PHK (pemutusan hubungan kerja).
Adoe mengatakan itu kepada Pos Kupang di Kantor Bupati Kupang, Sabtu (10/5/2008), terkait dengan pembangunan 20 paket proyek di Oelmasi, Kecamatan Kupang Timur. "Kita tidak main-main dengan kondisi ini. Kita berharap agar kontraktor bekerja sesuai dengan mekanisme dan tepat waktu. Kalau sisa waktu sekarang ini tidak digunakan, maka pemilik proyek bisa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)," ujar Adoe.
Menurut dia, pembangunan Kantor Bappeda Kabupaten Kupang, satu dari 20 paket yang dimenangkan PT Adhy Karya, kemajuan pekerjaan baru mencapati tiga persen atau pada tahap pengupasan tanah saja. "Kondisi pekerjaan seperti ini sangat riskan," ujarnya.
Namun ia berharap PT Adhy Karya selaku BUMN paling tidak memiliki sejumlah kiat tertentu untuk mengejar ketertinggalan pekerjaan. Contohnya, kalau dulu hanya mempekerjakan 10 orang, maka sekarang harus menambah tenaga kerja menjadi 100 orang. Bisa juga mencuri waktu, kalau dahulu hanya delapan jam kerja, sekarang bisa lebih lama lagi. "Ini adalah kiat- kiat yang bisa saja digunakan tetapi itu sangat bergantung pada kemauan baik dari kontraktor itu sendiri," ujarnya.
Tetapi perlu diketahui, tambahnya, semua SKPD di Kabupaten Kupang tampaknya bernada sama. Mereka menginginkan pekerjaan tepat waktu dan sesuai dengan RAB. Kalau menyalahi dua hal inti itu, maka pemilik proyek pasti tidak menerima hal itu.
Sementara sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kupang, Jusuf Dominggus Lado, mengatakan, Dewan tidak akan segan-segan memberikan teguran keras terhadap PT Adhy Karya terkait dengan pembangunan 20 paket proyek di Oelamasi. "Silahkan wartawan catat saja. Kalau sudah tiba waktunya nanti, komisi C akan bersikap tegas menanggapi keterlambatan pekerjaan. Kita pasti akan mengeluarkan rekomendasi keras," ujar Lado. (ely)
Kami Bicara
Yance Puay, warga Sungkaen, Naimata, Kota Kupang
Pelayanan Lebih
KEHADIRAN posyandu bagi kami punya arti khusus. Paling kurang ada begitu banyak kegiatan saat posyandu berlangsung pada setiap tanggal 16 dalam bulan. Anak-anak balita pasti mendapat makanan tambahan berupa bubur kacang hijau. Mereka juga ada kesempatan memanfaatkan permainan khusus untuk anak-anak yang telah disiapkan kader. Saat posyandu, ada kegiatan standar seperti imunisasi dan lain sebagainya. Kami, khususnya ibu-ibu kreatif. Kami memanfaatkan kesempatan posyandu untuk arisan bersama. Terlepas dari semua itu, hal yang paling terasa selama ini ialah para kader selalu sigap memberi pelayanan. Ibu-ibu hamil yang sakit atau ada anak-anak kurang gizi sering mendapat pelayanan lebih dari rumah ke rumah. Kami senang pelayanan langsung seperti ini. Kader bisa datang berkunjung dari rumah ke rumah untuk mengetahui keadaan anggota posyandu. (ely)
Ny. Veronica Kae, warga Beja-Bajawa
Pakai Obat Kampung
KAMI di Beja selalu kesulitan karena di Pustu Beja tidak ada obat. Obat sudah tidak ada, perlengkapan sarana kesehatan juga minim. Saya pernah partus tapi tidak sembuh. Suntik terus, tetapi tidak sembu-sembuh. Karena pelayanan di pustu tidak maksimal dan tidak ada obat, saya beralih dan menggunakan obat kampung. Nah, dengan obat kampung saya sembuh. Syukurlah. Saya sembuh karena pakai obat kampung. (ris)
Bernadeta Suryanti, warga Kambajawa, Waingapu
Mana MP ASI-nya?
SELAMA ini pelayanan posyandu dua kali dalam sebulan setiap tanggal 5 dan tanggal 17. Pada bulan Januari masih dapat
biskuit MP ASI. Satu dos/anak yang mengalami gizi kurang. Dijanjikan pada bulan Maret akan diberikan lagi MP ASI. Tetapi hingga bulan Mei belum terealisasi. Untuk bayi dan balita dapat vitamin A dan imunisasi BCG. Kita berharap MP ASI bisa kembali diberikan untuk membantu bayi dan balita yang kekurangan gizi. Saya senang kegiatan posyandu selalu aktif. Paling tidak kita bisa memantau perkembangan bayi dan anak
kita. (dea)
---- Kami Bicara ---
Yance Puay, warga Sungkaen, Naimata, Kota Kupang
Pelayanan Lebih
KEHADIRAN posyandu bagi kami punya arti khusus. Paling kurang ada begitu banyak kegiatan saat posyandu berlangsung pada setiap tanggal 16 dalam bulan. Anak-anak balita pasti mendapat makanan tambahan berupa bubur kacang hijau. Mereka juga ada kesempatan memanfaatkan permainan khusus untuk anak-anak yang telah disiapkan kader. Saat posyandu, ada kegiatan standar seperti imunisasi dan lain sebagainya. Kami, khususnya ibu-ibu kreatif. Kami memanfaatkan kesempatan posyandu untuk arisan bersama. Terlepas dari semua itu, hal yang paling terasa selama ini ialah para kader selalu sigap memberi pelayanan. Ibu-ibu hamil yang sakit atau ada anak-anak kurang gizi sering mendapat pelayanan lebih dari rumah ke rumah. Kami senang pelayanan langsung seperti ini. Kader bisa datang berkunjung dari rumah ke rumah untuk mengetahui keadaan anggota posyandu. (ely)
Ny. Veronica Kae, warga Beja-Bajawa
Pakai Obat Kampung
KAMI di Beja selalu kesulitan karena di Pustu Beja tidak ada obat. Obat sudah tidak ada, perlengkapan sarana kesehatan juga minim. Saya pernah partus tapi tidak sembuh. Suntik terus, tetapi tidak sembu-sembuh. Karena pelayanan di pustu tidak maksimal dan tidak ada obat, saya beralih dan menggunakan obat kampung. Nah, dengan obat kampung saya sembuh. Syukurlah. Saya sembuh karena pakai obat kampung. (ris)
Bernadeta Suryanti, warga Kambajawa, Waingapu
Mana MP ASI-nya?
SELAMA ini pelayanan posyandu dua kali dalam sebulan setiap tanggal 5 dan tanggal 17. Pada bulan Januari masih dapat
biskuit MP ASI. Satu dos/anak yang mengalami gizi kurang. Dijanjikan pada bulan Maret akan diberikan lagi MP ASI. Tetapi hingga bulan Mei belum terealisasi. Untuk bayi dan balita dapat vitamin A dan imunisasi BCG. Kita berharap MP ASI bisa kembali diberikan untuk membantu bayi dan balita yang kekurangan gizi. Saya senang kegiatan posyandu selalu aktif. Paling tidak kita bisa memantau perkembangan bayi dan anak kita. (dea)
Indonesia Masih Terpuruk
BANDUNG, PK -- Seratus tahun setelah Kebangkitan Nasional tahun 1908, Indonesia dinilai belum bangkit dari keterpurukan. Ini terbukti dengan kegagalan bangsa Indonesia menegakkan keadilan sosial dan demokrasi.
Ahli filsafat Franz Magnis-Suseno SJ mengemukakan itu pada seminar nasional Satu Abad Kebangkitan Nasional Indonesia 'Inteligensia Indonesia' di Universitas Parahyangan, Bandung, Sabtu (10/5/2008). Menurut Franz, keberadaan bangsa Indonesia kini cenderung mengalami stagnasi terutama di bidang demokrasi dan keadilan sosial.
"Bangsa Indonesia harus menghadapi krisis pangan dan bahan bakar minyak (BBM). Ironisnya negara ini begitu kaya akan sumber daya alam. Ditambah pula kini kebebasan beragama di Indonesia semakin mengalami kemunduran," ujar Franz.
Menurut Franz, berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa ini berakar pada ketidakkuatan pemimpin bangsa Indonesia dalam menegakkan hukum dan keadilan sosial. Oleh karena itu, Indonesia dinilai membutuhkan pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan tegas.
Dalam kemunduran
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom berpendapat bangsa Indonesia saat ini juga berada dalam kemunduran. Pada saat negara-negara Asia Tenggara lain menempati daya saing global pada posisi di atas 48 dari 131 negara, Indonesia hanya mampu bertengger di nomor 54, atau 23 posisi di bawah Malaysia.
Miranda menilai, keterpurukan ini berakar pada ketiadaan visi bangsa yang dirumuskan tanpa mengedepankan aspek ilmu pengetahuan yang inovatif.
"Singapura membasiskan visi bangsanya pada masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan, begitu pula Malaysia yang mendasarkan ekonominya pada ilmu pengetahuan," kata Miranda.
Miranda mengutip Yayasan Indonesia Forum 2007, dikatakan visi Indonesia 2030 menjadi negara unggul dalam pengelolaan kekayaan alam, ditopang dengan pencapaian menjadi lima negara besar dalam kekuatan perekonomian dunia, dan mewujudkan kualitas hidup modern yang merata.
Menurut Miranda, visi itu terlalu muluk dan tidak nyata karena Indonesia menargetkan tanpa mengukur kemampuan diri. "Indonesia tidak memiliki dasar apa-apa, seperti ilmu pengetahuan yang harus dijadikan fondasi bangsa, tetapi menargetkan sesuatu yang begitu tinggi," kata Miranda.
Guru besar filsafat Universitas Parahyangan Bambang Sugiharto mengemukakan, di tengah kekisruhan di bidang politik ekonomi dan keadilan sosial seperti ini, Indonesia masih harus menghadapi beberapa tantangan. Tantangan itu antara lain tantangan globalisasi, tantangan keapatisan masyarakat terhadap penegakan hukum internal, dan tantangan keegoisan setiap individu.
Franz menambahkan, tantangan Indonesia lebih mengarah kepada tantangan kepicikan rasa kedaerahan, budaya hedonis, dan eksklusivisme keagamaan.
Bambang dan Franz berpendapat, masalah stagnasi bangsa pascaseabad Kebangkitan Nasional ini dapat dipecahkan dengan adanya komitmen yang kuat dari semua pihak untuk menegakkan demokrasi dan keadilan sosial, melalui pengembangan sikap toleransi antarindividu. (kcm)
Saatnya Anda Bersuara.....
ANDA punya keluhan, harapan, masukan, anjuran tentang pelayanan kesehatan? Saatnya Anda bersuara. Sampaikan aspirasi Anda menyangkut pelayanan kesehatan yang Anda lihat, Anda alami, Anda rasakan melalui SMS ke 0852 3947 7425, faks ke 0380 831801, email
poskpg_opini@yahoo.com. Ayo!
***
081 237 99X XXX : Mat pagi Pos Kupang. Saya tersinggung sekali kalau ada SMS bilang Puskesmas Panite sangat kotor. Itu tidak benar. Yang mengotori adalah keluarga pasien yang tidak jaga kebersihan. Sudah ditulis pengumuman dilarang makan sirih pinang dalam kamar rawat inap, tapi tetap saja. Bahkan ludah sirih dibuang lewat jendela sampai jendela rawat inap merah semua. Kemudian mengenai WC. Walaupun air sudah disiapkan tapi pasien dan keluarga pasien yang tidak tahu menggunakan WC. Parah, penghuni rawat inap baik yang sudah lama masuk atau baru sama saja. Lebih parah lagi setelah mereka buang hajat atau buang air kecil tidak pernah disiram. Jadi kami jangan disalahkan. Terima kasih Pos Kupang.
Mahasiswa Lembata di Kupang, 085 239 39X XXX : Untuk Bapak Bupati Lembata. Tolong perhatikan fasilitas di RSUD Lembata. Masa jarum dan infus saja tidak ada? Kalau buat pengadaan barang sesuai dengan kebutuhan pasien, jangan pengadaan barang yang datang tidak sesuai dengan manfaatnya. Trims.
081 339 38X XXX : Saya hendak mengimbau masyarakat yang mau berobat di puskesmas dan rumah sakit di mana saja berada supaya membawa kartu berobat yang diberikan oleh petugas puskesmas. Aturan kartu itu dipakai untuk penyimpanan data penyakit orang tersebut sehingga proses penyembuhan lebih optimal. Tentunya petugas kesehatan tahu memilah kegawatdaruratan penyakit dan selalu mengusahakan untuk melayani masyarakat 24 jam. Bravo petugas kesehatan. Tetap semangat!
081 339 38X XXX : Masukan untuk bapak-bapak bupati dan para kadis kesehatan yang terhormat. Tolong pada periode CPNS mendatang mencantumkan permintaan tenaga-tenaga kebesihan atau cleaning service yang mau ditempatkan di puskesmas-puskesmas. Pola hidup masyarakat desa yang tidak mengerti menjaga kebersihan dan minimnya petugas kesehatan khususnya petugas kebersihan puskesmas di daerah terpencil menyebabkan kondisi tempat pelayanan kesehatan memrihatinkan. Tugas yang diremehkan tapi besar jasanya bagi kesehatan. Jangan melulu petugas yang di lapangan yang ditegur. Perbaikan pelayanan kesehatan harus meliputi semua komponen pemerintahan, dari dinas kesehatan di tingkat atas sampai di bawahnya. Terima kasih.
085 239 28X XXX : Selamat pagi. Keluarga kami di Desa Padira Tana, Sumba Tengah yang jauh dari jalan raya tidak pernah mendapat pelayanan posyandu dari Puskesmas Lendiwacu. Tolong Bapak Kadinkes NTT perhatikan. Thanks.
085 253 09X XXX : Pelayanan kesehatan di Desa Manikin, Kecamatan Noemuti, TTU sangat memrihatinkan. Bidan desa di polindes di desa kami tidak melaksanakan tugas. Tanggal terima gaji, pergi terima gaji tidak alpa, laksanakan tugas tidak mau. Kasihan masyarakat yang menderita sakit. Terima kasih.
|