|
T I R O S A
Timor, Rote, Sabu

|
Bupati TTS Tunjuk Pelaksana Tugas
SoE, PK-- Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Drs. Daniel Banunaek, akan menunjuk dua orang pejabat sebagai pelaksana tugas (Plt) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SoE, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) TTS. Pengangkatan pelaksana tugas menyusul status Direktris RSUD SoE, dr. Jeane Wondal, dan Kadis Dikbud TTS, Drs. Marthen Nenabu yang bakal jadi terdakwa dalam kasus berbeda di Pengadilan Negeri (PN) SoE.
Hal itu disampaikan Bupati TTS, Daniel Banunaek kepada wartawan di SoE, Jumat (9/5/2008). Ia diminta tanggapannya tentang pelimpahan berkas tersangka Direktris RSUD SoE, dr. Jeane Wondal, dan Kadis Dikbud TTS, Drs. Marthen Nenabu, M.Pd dari Kejari SoE kepada PN SoE. "Kalau sudah begitu, kami ikuti mekanismenya. Saya sudah perintah buat itu semua untuk dilaksanakan. Saya sudah siapkan. Tunggu saja nanti," kata Banunaek
Tentang siapa yang akan ditunjuk sebagai pelaksana tugas pada dua instansi ini, Bupati Banunaek enggan menyebutkan nama pejabatnya. Menurutnya, pelaksana tugas bisa diangkat dari pejabat mana saja sesuai dengan keahliannya. Untuk pejabat yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas di RSUD SoE, Bupati Banunaek mengisyaratkan bisa diambil alih Kepala Dinas Kesehatan TTS, dr. Markus Ng Righuta. Sedangkan Plt Kadis Dikbud TTS dapat ditunjuk salah seorang asisten di Setkab TTS.
Diberitakan sebelumnya, Bupati TTS, Drs. Daniel Banunaek yang dihubungi terkait penetapan dua pejabat TTS, yakni Direktris RSUD SoE dan Kadis Dikbud TTS menjadi tersangka menyatakan akan mengganti dua pejabat tersebut.
(aly)
Warga Berdao Tanya Proyek Sanimas
ATAMBUA, PK--Masyarakat di Kelurahan Berdao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu mempertanyakan kelanjutan proyek sanitasi masyarakat (Sanimas) yang saat ini tidak berjalan lagi. Warga berharap proyek ini dilanjutkan dengan memperhatikan mutu pekerjaan sehingga tidak berdampak pada kesehatan masyarakat di sekitar proyek.
Hal ini diungkapkan warga Berdao, Jortan Panie, kepada Pos Kupang di Atambua, Minggu (11/5/2008).
Jortan menjelaskan, masyarakat pada prinsipnya menghargai program pemerintah terutama pada daerah-daerah kumuh. Upaya pemerintah dengan menghadirkan program Sanimas tentu sudah melalui kajian terlebih dulu soal dampak ikutannya. Terkait program Sanimas ini, kata Jortan, warga sekitar Kelurahan Berdao sudah bertanya-tanya tentang kelanjutan pekerjaan karena proyek ini diluncurkan tahun 2007 namun sampai sekarang macet.
"Warga pertanyakan apakah proyek Sanimas masih dikerjakan lanjut atau tidak. Karena sekarang kami lihat tidak ada aktivitas lagi di lapangan. Selain itu, mutu proyek Sanimas inipun tidak memenuhi standar yang diharapkan. Kami dengar memang proyek ini untuk menampung sampah biogas. Kalau mutu pekerjaan seperti sekarang ini maka dampak ikutannya terhadap kesehatan masyarakat sangat besar. Bayangkan saja, tembok pembatas di sisi kiri kanan jalan sudah terlihat miring. Kalau sudah berfungsi nanti apakah tidak berdampak pada masyarakat di sekitar proyek," katanya.
Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Jati, Kelurahan Berdao, Kecamatan Kota Atambua mempersoalkan pembangunan water closed (WC) umum di as jalan di wilayah itu. Pasalnya, pembangunan WC tersebut diduga mencaplok sebagian tanah milik warga tanpa ada koordinasi secara baik. Pemilik tanah yang juga terkena pembangunan WC Umum, Beni Kenenbudi, mengatakan hal ini kepada Pos Kupang di lokasi pembangunan WC umum di Kampung Jati, Selasa (22/4/2008).
Sementara Lurah Berdao, Ny. Walde Sikone mengatakan, proyek yang sedang dikerjakan di wilayah Kampung Jati, Kelurahan Berdao, Kecamatan Kota Atambua bukan pembangunan WC/kakus melainkan program Sanimas. Program dengan dana Rp Rp 312 juta tahun anggaran 2007/2008 ini merupakan program Subdin Permukiman dan Tata Ruang (Kimtar) Dinas Kimprasil Propinsi NTT dan pihak Kelurahan Berdao sebatas memfasilitasi lokasi. (yon)
Giliran Bensin Langka di Kefamenanu
KEFAMENANU, PK-- Setelah bahan bakar minyak (BBM) jenis solar langka di Kota Kefamenanu, Ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sejak Selasa (6/5/2008), kini bensin juga langka. Langkanya bensin terjadi sejak Sabtu (10/5/2008) siang. Akibatnya, antrean kendaraan makin panjang dan menimbulkan kemacetan di ruas jalan menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Langkanya BBM jenis bensin dan solar, diduga karena adanya penimbunan BBM oleh oknum pengusaha didukung aparat keamanan. "Harga bensin belum naik tapi orang-orang sudah berlomba membeli BBM dalam jumlah banyak. Ini sangat mencurigakan," jelas Tadius Mite, salah seorang warga Kota Kefamenanu, Sabtu petang.
Ditanya kenapa mencurigakan, Mite mengatakan, kebutuhan riil bensin dan solar di Kota Kefamenanu rata-rata 15 ton/hari. Namun, lanjutnya, hanya dalam waktu tiga jam, stok solar dan bensin habis.
"Yang mencurigakan banyak kendaraan pik up dan truk yang sudah antre dan mengisi BBM, dalam satu jam kemudian datang lagi antre untuk mengisi lagi BBM. Dan itu bisa dilakukan sampai empat kali. Hal ini berarti BBM itu ditimbun," kata Mite.
Penimbunan ini, demikian Mite, untuk bisnis kotor, yakni bisa menjualnya dengan harga tinggi ketika pemerintah telah menetapkan kenaikan harga BBM awal bulan Juni 2008 nanti. "Sekarang BBM bisa diperoleh dengan harga murah dan ini dianggap sebagai peluang. Saat harga BBM naik maka dijual dengan harga tinggi. Maka untungnya bisa berlipat," ujarnya.
Laurens Sikone, tukang ojek di Kota Kefa, mengatakan pemasukan sehari menurun menjadi Rp 10 ribu dari sebelumnya Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu/hari. "Soalnya setengah hari kami harus antre di SPBU," katanya.
Penjelasan serupa disampaikan Angky, sopir angkot Moderen. Menurutnya, pemasukan menurun drastis sampai 50 persen. "Biasanya Rp 150 ribu sehari tapi kini dapat Rp 70 ribu sudah lumayan. Soalnya kami antrr dari pagi hingga pukul 11 siang baru dapat bensin," ujarnya.
Ia minta agar pemerintah daerah bersama aparat keamanan melakukan sidak ke pangkalan minyak tertentu yang diduga sebagai tempat penimbunan BBM. "Ada informasi masuk yang menyebutkan beberapa pengusaha menimbun BBM. Penimbunan BBM diduga dibekingi aparat keamanan. Kami minta pemerintah turun tangan. Jika tidak akan terus terjadi kelangkaan BBM. Rakyat sangat menderita," tukasnya.
Pantauan Pos Kupang, antren kendaraan yang sebelumnya didominasi truk dan bus, kini sepeda motor dan mikrolet, kijang, pick up dan sedan ikut antre. Antrean panjang hingga 400 meter menimbukan kemacetan. (ade)
Dokter Australia Operasi Tulang Gratis
ATAMBUA, PK---Lima dokter dari Australia menurut rencana melakukan operasi bedah tulang gratis bagi masyarakat di Kabupaten Belu. Kegiatan yang direncanakan tanggal 16-22 Mei 2008 di RSUD Atambua sebagai bagian dari misi kemanusiaan guna membantu masyarakat yang membutuhkan.
Direktur RSUD Atambua, dr. Jhon Taolin, S.PoG, mengatakan hal ini kepada Pos Kupang di Atambua, Sabtu (10/5/2008).
Taolin menjelaskan, persoalan kesehatan di Belu merupakan permasalahan serius sehingga menjadi salah satu agenda perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu. Upaya yang dilakukan selain mengirim tenaga kesehatan untuk memperdalam ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan, juga bekerja sama dengan pihak luar untuk mengatasi persoalan kesehatan.
Terkait masalah kesehatan, kata Taolin, tim dokter Australia menawarkan diri membantu masyarakat umum di Belu terutama untuk operasi bedah tulang. "Begitu ada tawaran tim dokter Australia saya lantas setuju karena warga Belu masih butuh perhatian. Kebetulan dokter Australia punya program membantu masyarakat maka saya minta supaya bisa melayani warga Belu. Makanya kita jadwalkan pelaksanaan operasi bedah tulang secara gratis selama satu minggu dari 16-22 Mei 2008i," jelasnya.
Tentang kemungkinan jumlah pasien dibatasi, Taolin menyatakan, belum ada pemberitahuan dari tim dokter Australia. Tugas RSUD Atambua menyampaikan kepada masyarakat bahwa akan ada operasi gratis. Semakin banyak pasien yang datang makin baik karena misi ini merupakan misi kemanusiaan. "Kami koordinasikan dengan petugas di puskesmas untuk menginformasikan kepada warga soal operasi gratis tim dokter Australia ini," tambahnya.
Taolin menjelaskan, secara umum pasien di RSUD Atambua masih diambang batas normal. Tidak ada permasalahan khusus menyangkut penyakit demam berdarah dengue ataupun muntaber. Saat ini, penyakit ringan seperti batuk, pilek masih dominasi dialami anak-anak balita. (yon)
Nasabah Niki-Niki Borong Hadiah
SOE, PK--Nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Niki-Niki, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) memborong hadiah undian Simpedes yang digelar di Aula Efata SoE, Sabtu (10/5/2008). Dari 18 hadiah yang disediakan, tujuh diantaranya diraih nasabah BRI Niki-Niki.
Undian Simpedes BRI SoE dipadati ratusan nasabah. Hadir saat itu pimpinan dan karyawan BRI disaksikan oleh Kepala Dinsos TTS, Arfadi P Tambunan, S.H, Kasubdin Pembinaan Sosial, Maria Y Bully, B.A. Dari Polres TTS, yakni Kabag Bina Mitra, AKP I Nengah Sunia. Selain menarik hadiah undian simpedes, BRI SoE juga membagikan hadiah door price kepada nasabah.
Hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Honda Tiger dan hadiah kedua satu unit sepeda motor Honda Mega Pro, juga direbut nasabah BRI Unit Niki-Niki, yakni instansi DBEP SMP Kristen dan Maria Gorethi Leo.
Sementara hadiah ketiga berupa 10 unit sepeda motor Honda Revo, tiga hadiah diantaranya direbut nasabah BRI Unit Niki-Niki, yakni dana DBEP SMP Kristen, dana DBEP SDI Oelet dan Maria I Tan. Tujuh hadiah lainnya diraih lima nasabah dari BRI Unit Hayam Wuruk, nasabah BRI Unit Diponegoro dan nasabah BRI Unit SoE.
Lima nasabah BRI Unit Hayam Wuruk yang beruntung mendapat lima motor Honda Revo Racing, yakni, Yonas Nalle, Perguliran UET Atun, SD GMIT Basmuti, SD Inpres Tubuhue dan Gotlif Koebunu. Sedangkan dua unit ainnya diboyong nasabah BRI unit Diponegoro, Albert Christian Lulan serta nasabah BRI unit SoE, BKM Nekmese Keloeke.
Hadiah keempat berupa enam televisi Sharp 21 inch diraih Alexsandra PR, dan nasabah BRI Unit Diponegoro yakni, Jonathan ME Daniel, SD Negeri Haumeni serta David G Kase. Juga, nasabah asal BRI Unit Niki-Niki, Daniel Tamonob dan Theresia Tan/Leo serta nasabah asal BRI Unit Kapan, Yuliana Tanesi.
Sementara Kepala Cabang BRI SoE, Wahyudi, pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi terhadap antusias nasabah mengikuti penarikan undian Simpedes BRI untuk periode Juli 2007-Desember 2007. Penarikan undian Simpedes dua kali dalam setahun merupakan bukti kecintaan BRI terhadap nasabahnya.
Wahyudi menjelaskan, untuk mendapatkan satu kupon undian selain wajib menabung di Simpedes BRI saldo minimal Rp 100.000,00. Setelah itu, setiap kelipatan seratus ribu rupiah satu nasabah berhak mendapatkan satu kupon undian Simpedes BRI. (aly)
|